Apa Risikonya Jika Gigi Berlubang Tidak Dicabut?

Bau Mulut 0 Comments

APAKAH gigi berlubang harus dicabut? Apa akibat gigi berlubang tidak dicabut? Apakah risiko gigi berlubang tidak dicabut berat? Atau sebaliknya, tidak ada risiko apa-apa?

Nah, ini adalah beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam benak penderita gigi berlubang. Ada pasien yang setuju saja ketika dokter gigi yang memeriksanya memberitahu giginya perlu dicabut. Tetapi, ada pasien yang minta giginya tidak dicabut, tetapi diobati saja.

Mana yang terbaik untuk Anda? Dicabut atau diobati saja? Atau ditambal? Atau dibiarkan dengan mencari pengobatan yang lain?

Beberapa Akibat Gigi Berlubang Tidak Dicabut

Tidak semua gigi berlubang menimbulkan rasa sakit. Biasanya, rasa sakit muncul ketika terjadi infeksi di gigi yang berlubang, infeksi pada gusi, atau sakit gigi telah mempengaruhi saraf. Apalagi sakit gigi sering muncul atau sakit giginya terus-menerus.

Ini pertanda gigi berlubang harus dicabut. Jika tidak dicabut, penderitaan Anda akibat gigi berlubang tidak akan berhenti.

Akibat gigi berlubang tidak dicabut antara lain:

1.Gigi berlubang yang tidak dicabut bisa mempengaruhi kesehatan gigi yang lain. Bahkan, juga mempengaruhi kesehatan mulut secara keseluruhan.

Dengan demikian, pencabutan gigi dilakukan sebagai alternatif terakhir. Yakni, ketika pilihan lain tidak bisa menyelamatkan gigi Anda yang berlubang. Misalnya, lubang gigi sudah terlalu dalam dan luas.

2. Gigi berlubang yang tidak dicabut bisa mengganggu kesehatan gigi yang lain. Bahkan, bisa membuat gigi  lain terasa ngilu. Sakit gigi sudah masuk ke saraf.  Jadi, saraf gigi juga menjadi terganggu sehingga pencabutan gigi tergantung pada kondisi lubang gigi. Pencabutan gigi perlu dilakukan jika kondisi gigi berlubang sudah parah dan tidak mungkin dipulihkan.

akibat gigi berlubang tidak dicabut
(foto: sehatly.com)

3. Terjadi keompongan karena gigi berlubang yang tidak diatasi akhirnya membusuk, rusak dan patah.

Tindakan Lain Bukan Pencabutan Gigi

Tindakan lain selain pencabutan gigi adalah memberikan fluoride supaya lubang gigi bisa pulih kembali. Hampir semua pasta gigi kini mengandung fluoride. Cara ini dilakukan jika lubang gigi masih pada tahap awal.

Jika lubang sudah melampaui tahap awal, maka perlu dilakukan penambalan lubang gigi. Langkah berikutnya adalah membuat crown gigi dan perawatan saluran akar gigi apabila lubang gigi sudah lebih dalam.

Tetapi jika kerusakan sudah sangat parah sehingga gigi tidak bisa dipulihkan lagi, dokter baru memutuskan bahwa gigi berlubang harus dicabut.

Sakit Sebentar demi Kesehatan Gigi Anda

Umumnya orang enggan dicabut giginya. Bahkan, ada yang takut dicabut giginya. Takut dengan catut yang dibawa dokter untuk mencabut gigi.

Akhirnya, gigi hanya diobati untuk menghilangkan rasa sakit. Sisa gigi berlubang dibiarkan dan akhirnya rapuh dan patah sendiri.

Tetapi, ini bukan cara terbaik. Sebab, rasa sakit masih bisa muncul setiap saat sampai gigi rapuh. Yang terbaik, ya dicabut. Sakit sebentar, tetapi untuk kesehatan gigi jangka panjang.

Terkadang, pencabutan gigi mengakibatkan tempat bekas gigi mengeluarkan darah. Meskipun dokter sudah beusaha menempatkan kasa atau kapas di sekitar gigi yang akan dicabut.

Selain itu, dokter akan melakukan pembiusan lokal dengan cara bius disuntikkan di sekitar area gigi yang akan dicabut.

Tetapi, pendarahan terkadang masih terjadi. Ada juga yang merasa nyeri dan bengkak di sekitar area pencabutan gigi. Tidak hanya sehari, terkadang bengkak sampai beberapa hari.

Namun semua bisa berakhir dengan hilangnya rasa sakit yang Anda derita akibat gigi berlubang. Dengan mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, pendarahan segera berhenti dan rasa sakit setelah gigi dicabut segera menghilang.

Anda bisa kembali beraktivitas tanpa ada gangguan gigi sakit lagi. Penulis artikel ini juga pernah dicabut giginya ketika rasa sakit akibat gigi berlubang. Supaya terhindar dari gigi berlubang, ya kita harus menghindari penyebab terjadinya gigi berlubang.

Diskusikan tentang Risiko Pencabutan Gigi dengan Dokter

Yang perlu diperhatikan adalah petunjuk dokter untuk mempercepat proses penyembuhan setelah pencabutan gigi. Misalnya, sebelum bekas gigi yang dicabut sembuh betul, Anda sebaiknya tidak merokok. Sebab, merokok bisa memperlambat penyembuhan atau menimbulkan infeksi.

Risiko lain, pencabutan gigi bisa menyebabkan terjadinya gangguan saraf. Ini bisa membuat Anda menderita nyeri atau mati rasa pada bibir, dagu, gigi, gusi, dan lidah. Gangguan bisa sementara, tetapi ada juga yang permanen.

Maka, sebaiknya Anda diskusikan dulu dengan dokter jika Anda diminta agar giginya dicabut. Apalagi, jika Anda sudah berumur 40 tahun lebih. Yang terbaik untuk pencabutan gigi adalah ketika masih muda.

Anak SD Kelas 1 Menderita Gigi Berlubang

Gigi berlubang ternyata tidak mengenal usia. Anak-anak juga bisa menderita gigi berlubang. Maka, orang tua, khususnya Bunda, perlu memperhatikan kesehatan gigi putra-putrinya supaya tidak terjadi gigi berlubang pada mereka.

Misalnya, apa yang dialami oleh putri dari Bunda Ailla, warga Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam blognya, coretanailla.blogspot.com, Bunda ini berkisah tentang anak putrinya yang baru duduk di kelas 1 SD, tetapi ternyata giginya berlubang.

Semula dia tidak tahu bahwa rasa nyeri gigi yang sering dikeluhkan oleh anaknya itu akibat gigi geraham berlubang. Itu ia ketahui setelah periksa dokter gigi di rumah sakit.

Bunda ini mengakui hal itu terjadi akibat putrinya sulit diminta gosok gigi. Jika disuruh gosok gigi selalu menolaknya.

Setelah gigi berlubang ditambal, putrinya perlu periksa dokter sampai 4 kali untuk memeriksa kesehatan giginya sampai benar-benar penambalan gigi berlubang sempurna.

Cara Terbaik Mencegah Gigi Berlubang

Nah, gigi berlubang bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang umur. Gigi berlubang bisa menimpa orang tua, orang dewasa setengah baya, remaja dan anak-anak.

Cara terbaik supaya terhindar dari gigi berlubang tentu saja Anda harus selalu merawat gigi dengan rajin. Misalnya, menyikat gigi setidaknya dua kali dalam sehari. Yaitu, sehabis sarapan pagi dan menjelang tidur malam. Syukur ditambah tiap habis makan.

Setidaknya ada 10 cara mencegah gigi berlubang. Lakukan cara-cara itu dengan baik dan benar serta rutin sehingga gigi Anda selalu sehat. Selain itu, hindari penyebab gigi berlubang.

Penutup

Demikian artikel mengenai Akibat Gigi Berlubang Tidak Dicabut. Semoga artikel ini menginspirasi semua pembaca untuk memelihara giginya dengan baik. Gigi bisa tumbuh sehat, terhindar dari adanya gigi berlubang dan harus dicabut. Gigi berlubang bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang usia.

Silakan membagi artikel ini kepada teman dan relasi biar mereka juga selalu punya gigi sehat. Tidak punya gigi berlubang dengan klik logo Facebook, Twitter, Google+ atau lainnya di atas atau di bawah artikel ini.