ASI Eksklusif Menaikkan Daya Tahan Tubuh Bayi Lahir Caesar

Berita , ratnasilvi 0 Comments
Reading Time: 4 minutes

BUNDA melahirkan bayi dengan operasi caesar? Jika ya, Bunda harus memberikan ASI eksklusif kepada si kecil. Manfaatnya, bayi bisa tetap sehat, pertumbuhan tubuhnya lancar dan daya tahan tubuh cepat pulih.

Bunda melahirkan bayi dengan operasi caesar, umumnya bukan pilihan utama. Kebanyakan ibu hamil ingin melahirkan secara normal. Ada Bunda yang memang sengaja ingin melahirkan dengan operasi caesar. Tetapi jumlah mereka tidak banyak.

Mengapa kebanyakan Bunda memilih melahirkan bayi secara normal? Pertimbangan utama adalah biaya. Melahirkan bayi secara normal tentu lebih murah daripada melahirkan dengan operasi caesar.

Pertimbangan lain, Bunda tak ingin perutnya dioperasi untuk kelahiran calon bayinya. Meskipun melahirkan secara normal lebih sakit daripada melahirkan bayi dengan operasi caesar.

Tetapi sakitnya Bunda melahirkan secara normal hanya sebentar. Umumnya, hari ini melahirkan di klinik atau rumah sakit, besok sudah boleh pulang.

Baca – Jamu Manjur Untuk Mengecilkan Perut Pasca-Operasi Caesar

Lain halnya dengan Bunda yang melahirkan caesar. Biasanya, Bunda harus menginap di rumah bersalin, klinik sampai 3 hari. Tidak lain untuk memulihkan kesehatannya.

asi eksklusif

Operasi Caesar Harus dengan Alasan Medis

Tetapi jika kondisinya terpaksa, ya Bunda harus melakukan operasi caesar demi menyelamatkan si kecil, misalnya. Bunda melakukan operasi caesar karena faktor medis. Contohnya:

  1. Akibat paritas (kelahiran biasa, bukan akibat aborsi).
  2. Panggul yang sempit.
  3. Ketuban pecah dini.
  4. Bunda menderita pre-eklamsia (darah tinggi waktu hamil)
  5. Janin terlalu besar
  6. Kelainan letak janin
  7. Janin kembar.

Berbagai faktor medis itu membuat Bunda harus melahirkan dengan operasi caesar. Tujuannya untuk menyelamatkan Bunda ataupun si bayi.

Menurut data Riskesdas 2018, prevalensi tindakan persalinan caesar di Indonesia berada pada angka 17,6 persen.

“Setiap ibu punya kondisi yang berbeda. Dalam banyak kasus, operasi caesar dilakukan untuk menyelamatkan jiwa dan bisa jadi pilihan tepat untuk seorang ibu dan anaknya,” kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal DR dr Ali Sungkar SpOG(K).

Tetapi, keputusan persalinan caesar harus melalui prosedur medis. Mulai dari informed consent dan pemberian edukasi mengenai manfaat operasi caesar dan risikonya.

Pasalnya, metode caesar pada persalinan bisa mengakibatkan konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca – 9 Penyebab Perut Buncit Pasca-Melahirkan degan Operasi Caesar

Menurut Ali Sungkar, Bunda yang mempunyai potensi kelahiran caesar biasanya sudah mempersiapkan berbagai hal untuk kesehatan ibu dan anak.

Operasi Caesar Membuat Kekebalan Tubuh Bayi Menurun

Hanya saja, tambah Ali Sungkar, Bunda perlu tahu bahwa metode kelahiran caesar bisa memengaruhi sistem imun (kekebalan tubuh) anak. Sebab, jalur lahir bisa memengaruhi kolonisasi bakteri dan mikrobiota saluran cerna yang penting untuk perkembangan imunitas (daya tahan tubuh) anak.

“Metode persalinan bisa menentukan jenis mikrobiota yang nantinya akan menghuni usus anak,” jelas Ali.

Anak yang lahir secara pervaginam akan dikolonisasi oleh bakteri vagina dan feses ibu, termasuk Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Sedangkan anak yang lahir melalui operasi caesar, proses kolonisasi mikrobiotanya terpengaruh oleh faktor eksternal. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan mikrobiota usus.

Menurut dr Ali, kolonisasi mikrobiota usus memang merupakan hal yang krusial dalam menjaga kesehatan bayi.

Paparan pertama dengan komunitas mikrobiota maternal (vagina, feses, air susu ibu, mulut, dan kulit) akan menentukan kematangan usus, perkembangan metabolik dan imunologi.

Baca – 5 Korset Terbaik Untuk Ibu Pasca-Melahirkan

Jadi, Bunda melahirkan bayi melalui operasi caesar mengandung konsekuensi status kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.

Solusinya: Bunda Perlu Aktif Memberikan ASI Eksklusif

Untuk mengatasi masalah krusial itu, Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi Prof. Dr. Moh. Juffrie, SpA(K), PhD, menyarankan kepada Bunda untuk aktif memberikan ASI eksklusif kepada si bayi.

Pengertian ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan. Selama 6 bulan itu, bayi hanya menerima asupan dari air susu ibu. Bayi tidak menerima asupan lain, termasuk air putih.

Jika dalam usia 6 bulan itu si kecil juga Bunda minumi air putih misalnya, maka itu ASI untuk si bayi tidak lagi ASI eksklusif lagi.

“Sampai usia 6 bulan, Bunda harus memberikan ASI eksklusif kepada bayinya agar bisa mengembalikan profil mikrobiota menjadi seimbang. Manfaat ASI eksklusif untuk bayi cukup besar,” katanya.

ASI eksklusif mengandung lebih dari 200 spesies probiotik dan prebiotik. Keduanya bisa  mempercepat kolonisasi bakteri baik. Selain itu, juga bisa meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium.

“Jadi, manfaat ASI eksklusif bisa meningkatkan daya tahan tubuh anak selama dua tahun pertama sejak lahir.” kata  Prof. Juffrie.

Tetapi, sejak bayi berusia 6 bulan, tambah Prof Juffrie, Bunda sudah bisa memberikan asupan tambahan selain ASI.

Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga bisa menghindarkan anak dari penyakit alergi. Misal alergi makanan, alergi debu, dsb.

Manfaat ASI Eksklusif 

Berikut beberapa manfaat ASI eksklusif untuk bayi, yakni:

1. Meningkatkan daya tahan atau kekebalan tubuh bayi

2. Membuat otak bayi bisa lebih cerdas

3. Memiliki berat badan ideal

4. Mencegah si bayi mengalami alergi seperti alergi minum susu formula.

5. Menghindari terjadinya kegemukan (obesitas), baat saat masih anak-anak atau remaja.

6. Tulang bayi tumbuh lebih kuat.

7. Bisa mendapatkan limpahan kolesterol. Bayi sangat membutuhkan kolesterol. Tidak seperti orang dewasa / orang tua.

8. Jika selama hamil berat badan Bunda naik banyak, maka dengan memberikan ASI eksklusif kepada sikecil, berat badan Bunda bisa turun.

Baca – 9 Susu Formula Terbaik Untuk Anak Usia 1 3 Tahun

9. Memperkuat hubungan ibu dan anak.

Penutup

Kandungan ASI memang luar biasa untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi. Baik ASI untuk pertumbuhan badan bayi ataupun pertumbuhan kecerdasan otak bayi.

Apalagi untuk bayi yang lahir dengan operasi caesar. Konsumsi ASI akan mempercepat pembentukan daya tahan atau kekebalan tubuh si kecil. Tetapi harus ASI eksklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *