WARASWIRIS.COM

Berapa Berat Badan Ideal Ibu Hamil?

Reading Time: 3 minutes

MENGETAHUI berat badan ideal ibu hamil sangat penting. Dengan mengetahui berat badan ideal, Bunda bisa memastikan dirinya dan janin yang dikandungnya dalam kondisi sehat, kurang sehat atau tidak sehat.

Tentu saja, jika diketahui bahwa berat badannya turun atau naik melebihi angka berat badan ideal, maka Anda perlu segera mengatasinya.

Sebab, berat badan ibu hamil yang turun atau melebihi angka ideal akan berisiko terjadinya komplikasi pada proses kehamilan.

Baca: 7 Merk Susu Penambah Berat Badan Janin di Kandungan

Apa saja risiko kesehatan bagi ibu yang berat badannya turun atau di bawah ideal? Demikian pula ibu hamil yang berat badannya melebihi angka ideal. Juga bisa berisiko buruk.

Risiko Berat Badan Ibu Hamil Melebihi Angka Ideal

berapa beratnya Mam? Tinggi, rendah atau ideal? (foto:popmama.com)

Ada beberapa risiko yang dihadapi ibu hamil jika berat badannya melebihi berat badan ideal ibu hamil.

Apa saja risiko yang bakal Bunda hadapi?

1. Menderita hipertensi (darah tinggi) gestasional. Yakni, darah tinggi terjadi ketika hamil. Setelah bayi lahir, sakit tinggi hilang sendiri. Tenti Bunda kembali normal.

2. Diabetes gestasional atau gula darah tinggi selama hamil. Berat badan lahir yang besar atau makrosomia.

Baca: 11 Produk Susu Untuk Menambah Berat Badan Bayi

3. Bisa menemui hambatan saat melahirkan atau melakukan persalinan normal. Biasanya gangguan persalinan seperti itu diatasi dengan melakukan operasi caesar.

Risiko Berat Badan Ideal Turun Banyak

4. Bagi Bunda hamil yang berat badannya menurun banyak sampai dibawah angka berat badan ideal, maka Bunda harus segera mengatasinya.

Sebab, risikonya sangat berat. Yakni, ada kemungkinan bayi yang dalam kandungan akan lahir prematur. Yaitu, lahir sebelum usia kehamilan mencapai usia 38 minggu lebih.

Penambahan Berat Badan Yang Disarankan

Lantas, berapa peningkatan berat badan ibu hamil yang wajar sehingga Bunda tidak perlu merisaukan atau mengkhawatirkan?

Banyak dokter yang menyarankan agar penambahan berat badan pada trimester pertama (bulan ke-1 sampai ke-3) adalah hanya sekitar 0-2 kg per bulan.

Pada trimester kedua dan ketiga, Bunda perlu mengusahakan agar pertambahan berat badan stabil. Umumnya dokter menyarankan kenaikan berat badan 1 – 2 kg per bulan.

Untuk penimbangan, Bunda bisa menimbang berat badan saat periksa dokter. Baik di tempat praktek dokter, di Puskesmas atau rumah sakit.

Baca: Susu Formula Morinaga Terbaik Untuk Bayi 0 6 Bulan

Yang jelas, kenaikan berat badan pada ibu hamil berbeda-beda. Kondisi ini tergantung pada indeks massa tubuh (IMT). Caranya dengan membagi angka berat badan dengan angka ketinggian badan.

Sebagai contoh, dr. Allert Benedicto Ieuan Noya memberi contoh:

1. Bagi Bunda dengan IMT dibawah 18,5 sebelum hamil, maka sebaiknya Bunda menaikkan berat badan sampai 12,5 – 18 kg.

2. Jika IMT Bunda sebelum hamil 25 – 29,9 (overweight), maka sebaiknya berat badan hanya naik 7 – 11,5 kg.

3. Bunda yang berbadan gemuk dengan IMT di atas 30 (obesitas) sebelum hamil, maka sebaiknya membatasi kenaikan berat badan hanya 5 – 10 kg.

Cara Menambah atau Menurunkan Berat Badan Ibu Hamil

Jika berat badan Bunda dibawah berat badan ideal, maka Bunda perlu menaikkannya. Cara menambah berat badan ibu hamil antara lain dengan:

1. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi secara teratur.

2. Sering makan tetapi dengan porsi kecil. Misalnya makan sehari 5 – 6 kali.

3. Perbanyak makanan dengan banyak kalori. Misalnya selei kacang, keju, dan susu.

4. Sering mengonsumsi cemilan atau makanan ringan. Misalnya biskuit, kacang-kacangan, yoghurt, dsb.

Baca: 6 Merk Susu UHT Buat Ibu Hamil Trimester Pertama

5. Oleskan selai kacang pada roti bakar, apel dan pisang untuk meningatkan konsumsi kalori.

6. Konsumsi kentang tumbuk, telur orak-arik atau sereal panas dengan tambahan susu bubuk tanpa lemak.

Jika berat badan Bunda tergolong tinggi atau mengalami kegemukan (obesitas), maka Bunda perlu menurunkannya. Antara lain dengan mengurangi makanan minuman tinggi gula, lemak dan garam.

Selain itu hindari konsumsi susu murni. Ganti dengan susu skim rendah kalori dan lemak. Hindari jumga makanan minuman tinggi gula dan garam.

Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda, renang, dsb.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Bunda. Selamat bakal punya momongan dan selalu sehat.

 

Exit mobile version