10 Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur: Siapa Bunda Yang Berisiko?

Berita ratnasilvi 0 Comments

SIAPAPUN orang tua pasti tidak ingin bayinya lahir prematur. Kenyataannya, bayi prematur di Indonesia masih cukup tinggi. Yakni, 600.000 – 700.000 per tahun. Pertanyaannya, bagaimana cara mencegah bayi lahir prematur?

Adapun pengertian “bayi lahir prematur” adalah bayi yang lahir sebelum waktunya. Yaitu bayi lahir sebelum usia kandungan Bunda mencapai 37 minggu.

Tentu saja, bayi prematur memerlukan perawatan khusus begitu lahir. Tidak lain karena sebagian besar organ tubuhnya belum sempurna.

Bahkan, tidak sedikit bayi prematur yang akhirnya meninggal dunia akibat komplikasi.

Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil menjaga kesehatan kandungannya biar si janin selalu sehat dan berkembang sesuai dengan umurnya.

Baca – Susu SGM BBLR: Meningkatkan Berat Badan Bayi Prematur

Janin tidak mengalami hambatan sehingga bisa lahir secara normal. Tidak lahir prematur.
Dengan demikian, Bunda bisa terhindar dari berbagai permasalahan bayi lahir prematur.

cara mencegah bayi lahir prematur

bayi lahir prematur (foto:idntimes.com)

Banyak Bunda Punya Risiko Melahirkan Bayi Prematur, Siapa Mereka?

Siapa saja Bunda yang bisa berpotensi atau punya risiko melahirkan bayi prematur?

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur. Beberapa ibu hamil yang berisiko melahirkan prematur, yaitu:

1. Bunda yang belum berusia 17 tahun ketika melahirkan bayi. Ini sebabnya Anda perlu menghindari “pernikahan dini”. Yakni, pernikahan sebelum calon pengantn putri berusia 17 tahun dan pria 20 tahun.

2. Bunda yang sudah berusia di atas 35 tahun ketika melahirkan bayi.

3. Hamil anak kembar.

4. Pernah melahirkan bayi secara prematur.

5. Jarak antara kehamilan yang sekerang dan kehamilan sebelumnya kurang dari satu setengah tahun atau 18 bulan.

6. Peningkatan berat badannya selama hamil sangat rendah.Oleh karena itu, jika Bunda yang termasuk dalam 6 kelompok di atas haru hatis-hati jika ternyata hamil.

Baca: Susu Formula Terbaik Untuk Bai Lahir Prematur

Artinya, Bunda harus selalu menjaga kesehatan diri dan kesehatan bayi dalam kandungan dengan sungguh-sungguh.

Dengan cara ini janin dalam kandungan bisa berkembang dengan normal dan sehat. Janin lahir dengan lancar setelah usia kandungan mencukupi.

Bunda Punya Penyakit Tertentu? Hati-hati !

Bunda yang punya penyakit khusus dan cukup berat juga bisa mengakibatkan bayinya lahir prematur.

Oleh karena itu, Bunda harus berhati-hati jika ingin hamil.

Berikut ini Bunda yang berisiko melahirkan bayi prematur: 

1. Bunda yang menderita penyakit: diabetes, darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, penyakit ginjal, infeksi saluran kemih, dsb.

2. Pernah menderita keguguran

3. Berat badannya terlalu rendah. Atau sebaliknya, yakni terlalu gemuk sebelum hamil.

4. Menderita perdarahan vagina di trimester 1 atau 2 kehamilan.

5. Punya air ketuban terlalu banyak.

6. Ada kelainan pada plasenta, serviks (mulut rahim), atau rahim.

7. Pola makannya buruk sehingga Bunda kurang gizi.

Baca – Kapan Waktu Terbaik Minum CDR Untuk Ibu Hamil

8. Suka merokok atau mengonsumsi obat-obatan terlarang.

9. Sering menderita stres berat.

10. Punya pekerjaaan sangat berat menguras tenaga.

11. Bunda cedera, terutama di bagian perut.

Berikut video tentang cara mencegah kelahiran bayi prematur dari Nakita Channel.

Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur

Adakah cara mencegah bayi lahir prematur?

Cara terbaik untuk mencegah bayi lahir prematur adalah Bunda selalu menjaga kesehatan diri dan kesehatan si calon bayi. Caranya antara lain:

1. Selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Ini termasuk mencukupi asupan protein, karbohidrat, omega-3, serta vitamin, zat besi dan asam folat.

Makanan untuk mencegah bayi lahir prematur antara lain sayur-sayuran, produk susu, telur, pisang, kacang-kacangan, dan jus jeruk sangat baik untuk konsumsi ibu hamil.

2. Tidak merokok, menghindari asap rokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol serta obat-obatan terlarang.

3. Usahakan berat badan selalu ideal. Tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gemuk. Jika terlalu berat atau gemuk bisa berisiko kena penyakit.

4. Selalu memeriksakan kehamilan ke dokter sesuai dengan jadwal. Ini saat penting untuk pemantauan perkembangan janin, selain memelihara kesehatan Bunda.

5. Selalu berusaha menghindari stres. Banyak cara untuk menghindari stres. Olahraga, istirahat cukup, dsb.

6. Jarak kehamilan yang satu dan lainnya jangan terlalu dekat. Paling tidak berjarak 18 bulan atau satu setengah tahun sehingga Bunda punya waktu untuk meningkatkan kesehatan diri setelah melahirkan bayi sebelumnya.

7. Hindari infeksi. Selalu jaga kebersihan, rajin cuci tangan, jangan pegang binatang sembarangan, dsb.

8. Jika Bunda punya penyakit kronis seperti darah tinggi, diabetes, maka usahakan penyakit Bunda tidak kambuh atau naik tinggi. Bisa menyebabkan bayi dalam kandungan lahir prematur.

Baca: Susu Formula Untuk Menambah Berat Badan Bayi 

9. Mengonsumsi vitamin ibu hamil (prenatal). Lebih-lebih vitamin anjuran dokter. Konsumsi vitamin membantu menjaga kesehatan Bunda dan calon bayi serta mencegah kelahiran prematur.

10. Tidak menahan buang air kecil. Jika Bunda merasa akan buang kecil, langsung lakukan. Sering menahan buang air kecil bisa mengganggu kesehatan kandung kemih dan mengiritasi rahim.

Penutup 

Bunda sebaiknya selalu menjaga kesehatan kandungan setelah dipastikan hamil. Jangan sampai terjadi bayi lahir prematur hanya karena perhatian Bunda terhadap kesehatan janin dan kesehatan Bunda sendiri kurang akibat kesibukan lain.