Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah, Antara Dicabut atau Ditambal

Bau Mulut 0 Comments

ANDA punya gigi berlubang parah? Segera atasi dengan baik. Sebab, kondisi gigi yang buruk bisa menyebabkan terjadinya penyakit berat seperti stroke dan sakit jantung. Banyak cara mengatasi gigi berlubang parah yang bisa Anda lakukan, termasuk mengobati gigi secara alami atau tradisional.

Dalam masyarakat sekarang ini masih banyak orang yang kurang memperhatikan kesehatan gigi. Giginya berlubang akibat perawatan yang kurang baik. Tetapi, mereka tetap tidak merawat giginya dengan benar.

Anak-anak mengalami gigi berlubang juga masih sangat tinggi. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa 93% anak usia 5 – 6 tahun memiliki gigi berlubang.

Padahal, kesehatan gigi sangat membantu proses pencernaan makanan yang Anda konsumsi. Jika gigi berlubang dan tidak sehat, maka makanan yang dikonsumsi tidak bisa dikunyah dengan lembut dan ini membebani pencernaan. Cara ini jelas tidak sehat.

Cara Mencegah dan Mengatasi Gigi Berlubang Parah

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pepatah lama ini masih sangat relevan dan perlu dilakukan sepanjang masa, termasuk dalam hal menjaga dan merawat kesehatan gigi. Anda sebaiknya selalu menjaga kesehatan gigi dengan baik. Sebab, gigi merupakan bagian penting dari penampilan Anda sehari-hari.

Jika gigi Anda selalu sehat, tampak putih dan rapi, tentu hal itu bisa merupakan nilai plus untuk penampilan Anda.

cara mengatasi gigi berlubang parah

(foto:sehatly.com)

Masalahnya, bagaimana Anda bisa selalu punya gigi yang sehat dan tidak terjadi adanya gigi berlubang yang kadangkala disertai sakit yang membuat duduk tidak nyaman, makan tidak nyaman, bahkan tidak bisa tidur semalaman.

Nah, berikut ini dua hal yang sangat penting untuk Anda lakukan supaya Anda bisa menjaga gigi tetap sehat dan mencegah terjadinya gigi berlubang. Apalagi berlubang sampai parah.

1. Menyikat Gigi Rutin dengan Cara yang Benar

Menyikat gigi sekarang bisa dibilang sudah memasyarakat secara luas. Selain karena layanan kesehatan yang makin baik sampai ke pelosok desa, dengan meningkatnya pendidikan masyarakat, kesadaran akan hidup sehat juga membaik.

Hanya masalahnya, masih banyak warga masyarakat yang menyikat gigi secara tidak benar. Mereka tidak menyikat gigi secara teratur dan cara menyikat gigi tidak dengan cara yang benar.

Cara menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Jika hanya sekali sehari, jelas belum ideal atau belum memenuhi syarat untuk membuat gigi sehat.

Waktu menyikat gigi sebaiknya sehabis sarapan pagi dan malam hari menjelang tidur. Sehabis sarapan pagi untuk membersihkan sisa makanan sarapan yang menempel atau berada di sela gigi.

Menyikat gigi menjelang tidur supaya saat tidur tidak ada kotoran makanan yang melekat pada gigi atau gusi. Ketika tidur, mulut dalam keadaan bersih dan bebas bakteri yang bisa merusak kesehatan gigi.

Selain itu, menyikat gigi yang benar sebaiknya tidak hanya ke kanan dan ke kiri. Tetapi, juga memutar naik dan turun supaya sisa makanan di sela gigi bisa dibersihkan.

2. Pilih Sikat Gigi yang Bisa Membersihkan Gigi Geraham

Anda sebaiknya memilih sikat gigi yang bisa menjangkau gigi geraham yang ada di bagian belakang. Misalnya, sikat gigi yang kepalanya tidak terlalu besar.

Anda sebaiknya memilih sikat gigi yang sesuai dengan kontur mulut Anda. Selain itu, jangan memilih sikat gigi yang kepalanya besar yang sulit menjangkau semua gigi, terutama gigi bagian dalam (belakang).

Jika toh masih ada sisa makanan yang sulit dibersihkan dengan sikat gigi, bisa digunakan benang khusus untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

Dengan cara itu, maka gigi Anda bisa bersih dari sisa makanan yang bisa menyebabkan munculnya bakteri yang bisa merusak gigi. Bahkan, membuat gigi Anda berlubang.

Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah, Ditambal atau Dicabut?

Bagaimana jika gigi Anda sudah berlubang? Apalagi lubangnya parah. Apakah cukup ditambal atau lebih baik dicabut?

Kondisi yang demikian memang bisa menjadi dilema. Masing-masing cara memiliki keuntungan dan kerugian. Ada plus dan ada minusnya. Anda perlu mempertimbangkan cara mana yang lebih banyak. Kerugian atau keuntungannya.

Jika lubang gigi masih kecil, tentu saja menambal gigi merupakan solusi terbaik. Bahkan, gigi berlubang cukup diobati tanpa harus menambal. Lubang kecil gigi akan pulih sendiri. Ada juga yang diobati secara tradisional seperti mengobati gigi berlubang dengan bawang putih.

Yang repot adalah ketika lubang gigi sudah parah. Mana yang lebih baik, ditambal atau dicabut.

Menambal gigi berlubang memang membuat struktur gigi masih tetap. Gigi berlubang hanya mendapatkan perawatan khusus. Tetapi, ada kelemahan atau risikonya dengan cara gigi berlubang ditambal. Gigi yang ditambal kadangkala masih bisa terasa sakit. Meskipun jarak antara waktu ditambal dan waktu sakit cukup jauh.

Jika gigi dicabut, Anda hanya merasa sakit sekali saja. Ketika gigi dicabut sering mengeluarkan darah. Tetapi setelah keluarnya darah mereda, gigi tidak akan sakit lagi. Karena gigi sudah dicabut, ya mustahil masih bisa merasa sakit. Kecuali gigi lainnya.

Struktur Gigi Menjadi Tidak Bagus…

Hanya saja, pencabutan gigi membuat struktur gigi tidak bagus. Akan ada bagian deretan gigi yang kosong. Deretan gigi menjadi tidak rata dan tidak indah. Selain itu, ketika makan dan mengunyah sesuatu menjadi kurang nyaman.

Maka, sebelum gigi Anda dicabut, Anda harus mempertimbangkannya dengan baik. Tentu saja, Anda perlu berdiskusi dengan dokter. Seberapa parah gigi berlubang Anda. Jika belum parah betul, pertimbangkan untuk memilih gigi ditambal.

Jika lubangnya agak dalam dan lebar, tentu biaya menambal gigi berbeda ketika lubang gigi masih kecil. Bagaimana biaya penambalan gigi? Jika biayanya terjangkau dan gigi masih bisa diselamatkan, Anda bisa memilih gigi berlubang ditambal saja.

Biaya menambal gigi di puskesmas dan rumah sakit pemerintah antara Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Di rumah sakit swasta antara Rp 100 ribu sampai Rp 1,2 juta. Semua tergantung bahan yang digunakan menambal gigi berlubang.

Cara paling baik adalah mencegah gigi berlubang. Selain selalu membersihkan gigi dengan cara yang benar dan rutin, Anda juga harus menghindari konsumsi makanan yang bisa membuat gigi rentan sakit dan mengundang bakteri yang bisa merusak gigi.

Penutup

Demikian artikel mengenai bagaimana cara mengatasi gigi berlubang parah. Gigi cukup ditambal atau harus dicabut. Tentu harus dipertimbangkan manfaat dan madaratnya.

Barangkali, usia penderita juga harus dipertimbangkan. Jika penderita masih usia muda atau masih belia, tentu beda dengan penderita yang sudah berusia. Sebaiknya pilih cara mengatasi gigi berlubang parah dengan risiko terkecil dan sedikit. Terima kasih atas kunjungannya.