Cara Mengatasi Gigi Tonggos pada Balita

Sakit Gigi , ratnasilvi 0 Comments
Reading Time: 3 minutes

UMUMNYA gigi tonggos terjadi akibat kebiasaan waktu kecil. Orang tua sebaiknya selalu mencegah kebiasaan buruk itu. Ini adalah cara mengatasi gigi tonggos pada anak balita.

Coba perhatikan anak kecil atau balita Anda. Apakah dia punya kebiasaan buruk yang bisa membuat giginya jadi tonggos? Jika ya, cegahlah dia dari kebiasaan buruk itu.

Mencegah anak dari kebiasaan buruk tentu tidak cukup hanya sekali. Tetapi, harus dilakukan berkali-kali sampai si kecil tidak pernah melakukan kebiasaan buruk itu.

Kebiasaan buruk apa saja yang sering dilakukan oleh anak balita dan Anda harus mencegahnya? Apa dampak buruk dari gigi tonggos? Ikuti uraian selanjutnya.

4 Kebiasaan Buruk Balita yang Bisa Menyebabkan Gigi Tonggos dan Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Gigi Tonggos pada Balita

anak balita mengisak jari jempol (foto:tribunnews.cm)

Berikut ini kebiasaan buruk pada balita dan Bunda harus mengatasinya. Kebiasaan buruk itu bisa menyebabkan gigi si kecil menjadi tonggos.

Yakni, gigi depan bagian atas yang posisinya lebih maju dibandingkan dengan posisi gigi depan bawah. Untuk gigi normal, jarak antara gigi bawah depan dan gigi atas depan tidak lebih dari 2 milimeter. Lebih dari itu bisa dikatakan tidak normal atau gigi tonggos (maloklusi).

Kebiasaan apa saja yang bisa membuat gigi anak menjadi tonggos? Bagaimana cara mencegah anak melakukan kebiasaan buruk itu?

1. Hentikan Kebiasaan Menghisap Jempol

Hampir semua anak pernah mencoba menghisap jari jempolnya. Bunda atau siapa pun anggota keluarga harus menghentikan kebiasaan itu.

Baca – Cara Memundurkan Gigi Tonggos dan Biayanya

Mengapa? Kebiasaan buruk menghisap jempol bisa membuat perubahan bentuk rahang. Makin lama akan membuat gigi depan atas tambah maju dari posisi gigi bawah.

Itulah proses terjadinya gigi tonggos dari kebiasaan menghisap jempol.

2. Hentikan Kebiasaan Ngedot (Minum Susu lewat Dot)

Minum susu formula dari botol dot juga kebiasaan yang buruk. Memberi minuman susu menggunakan botol dot memang sangat praktis. Apalagi buat Bunda yang seharian bekerja di luar rumah.

Tetapi perhatikan risikonya, yakni bisa membuat gigi anak Anda tumbuh menjadi gigi tonggos.
Bagi Bunda yang sibuk, menyediakan minuman susu menggunakan botol dot adalah solusi praktis.

Tidak hanya waktu siang saat Bunda beraktivitas di luar rumah. Saat malam Bunda di rumah pun, banyak ibu yang memberi minuman susu anaknya dengan botol dot. Ya, alasannya demi kepraktisan karena Bunda ingin bisa tidur lebih nyenyak.

Begitu si kecil bangun minta minum, langsung disodorkan botol susu. Anak pun minum susu melalui botol dot.

4. Cegah Anak Bernapas melalui Mulut

Saat menderita sakit, si kecil mungkin harus bernapas melalui mulut karena sakit flu atau asma. Penderita flu dan asma tidak bisa lancar bernapas melalui hidung karena hidung tersumbat.

Tetapi begitu sakit flu sembuh, anak harus bernapas melalui hidung. Sebab, bernapas melalui hidung lebih sehat. Bernapas melalui mulut hanya sebagai langkah darurat.

Baca –

Bernapas melalui mulut bisa membuat langit-langit di mulut menjadi lebih tinggi posisinya. Rahang gigi juga ikut melengkung. Dan lengkung rahang akan mengecil. Ini akan membuat gigi depan atas bergeser maju.

Dampak Buruk dari Gigi Tonggos – Tidak Bisa Mengunyah Makanan dengan Baik

Dengan gigi tonggos, tentu saja si anak merasa tidak nyaman dengan lingkungan. Apalagi ketika ada anak sebayanya yang mulai usil dengan mengolok-olok gigi tonggosnya.

Selain itu, dengan gigi tonggos, anak akan mengalami kesulitan untuk mengunyah makanan yang dia konsumsi.

Celakanya, kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya gigi berlubang, gigi membusuk, radang gusi, dan gigi bisa menjadi mudah patah.

Gigi tonggos juga bisa mengganggu pernapasan anak. Sebab si kecil telah terbiasa bernapas melalui mulut. Jika sudah demikian, tentu saja Bunda harus mencari cara memundurkan gigi atas.

Yang jelas, Anda perlu segera memperbaiki kondisi gigi tonggos. Jika kondisi gigi tonggos tidak segera diperbaiki bisa menyebabkan komplikasi.

Menurut drg Imelda Maharani ApOrt, cara memperbaiki dan mencegah gigi tonggos pada balita adalah dengan mengubah kebiasaan buruk lebih dulu sebelum terapi gigi.

Jika anak sudah benar-benar tidak melakukan kebiasaan buruk yang bisa membuat gigi tonggos, maka terapi gigi baru bisa dilakukan. Tentu saja, Bunda perlu berkonsultasi dengan dokter gigi.

Jadi, yang harus Bunda lakukan adalah memperbaiki kebiasaan si Balita minum susu. Peran Bunda di sini sangat besar.

Selain itu, setelah balita usia 2 tahun sebaiknya tidak minum melalui botol dot. Tetapi minum susu menggunakan gelas atau cangkir.

Demikian artikel mengenai Cara Mengatasi Gigi Tonggos pada Balita. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua, khususnya untuk mencegah terjadinya gigi tonggos pada balita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *