Cara Mengetahui Janin Lapar dalam Kandungan

JANIN di dalam kandungan terkadang juga merasa lapar. Sama dengan kita. Saat janin lapar, Bunda tentu saja harus makan supaya janin kembali mendapat asupan sehingga kenyang dan tenang. Bagaimana cara mengetahui janin lapar dalam kandungan?

Tanda-tanda janin lapar akan Bunda ketahui setelah janin berusia trimester tiga. Yakni janin berusia 6 – 9 bulan. Janin dalam usia trimester tiga sering bergerak-gerak.

Jika tiba-tiba gerakan janin menurun, adakalanya hal itu sebagai tanda janin sedang lapar dan perlu mendapatkan asupan makanan dari Bunda.

Yang lebih penting, Bunda lapar tidak boleh sering terjadi. Resikonya, Bunda dan janin bisa kekurangan kalori. Efek lebih jauh, bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

Bunda juga bisa menaikkan berat badan janin dengan minum susu. Ada 7 susu penambah berat badan janin terbaik yang bisa Anda pilih.

3 Tanda Janin Lapar dalam Kandungan dan Cara Mengatasi

cara mengetahui janin lapar dalam kandungan
tanda janin lapar

Tanda-tanda apa saja yang perlu Bunda ketahui jika janin dalam keadaan lapar?

Adapun tanda janin sedang lapar yang perlu Bunda ketahui adalah:

1. Gerakan Janin Berkurang

Salah satu tanda janin dalam kandungan lapar adalah gerakan atau tendangannya menurun. Janin sering bergerak setelah berusia kandungan 6 – 9 bulan.

Jika suatu saat Bunda merasakan gerakan janin tidak seaktif biasanya atau gerakannya melemah, bisa jadi itu tanda janin memerlukan asupan dari Bunda.

Tentu saja, Bunda perlu makan untuk memenuhi nutrisi janin dalam kandungan. Tetapi jika kondisi bayi masih berlanjut sampai 2 hari, Bunda perlu memeriksakannya ke dokter kandungan.

Dokter akan memastikan perkembangan kondisi janin dan memberikan terapinya.

2. Detak Jantung Melemah

Cara mengetahui janin lapar dalam kandungan adalah detak jantungnya melemah. Bunda tentu saja bisa merasakan hal ini.

Jika setelah Bunda makan dan ternyata detak jantung tetap lemah, ya Bunda perlu kunjungi dokter untuk kemungkinan dilakukan pemeriksaan USG.

Pemeriksaan USG untuk memastikan apakah melemahnya detak jantung akibat janin lapar atau punya kelainan jantung.

Jika detak jantung dinilai masih normal, ya Bunda hanya perlu menambah nutrisi penting biar bayi selalu sehat dan kuat. Apalagi bayi usia trimester tiga segera menghadapi kelahiran.

Tetapi jika detak jantung melemah akibat ada kelainan, maka dokter akan melakukan penanganan lebih lanjut biar janin segera kembali tumbuh sehat dan lahir dengan selamat.

Baca: 10 Vitamin Untuk Menambah Berat Badan Janin di Kandungan

3. Bunda Merasakan Kram

Bunda hamil merasakan kram juga bisa sebagai tanda janin dalam keadaan lapar. Sebagai langkah awal untuk mengatasi kram adalah Bunda perlu mengonsumsi makanan sehat.

Ada baiknya juga melakukan olahraga ringan. Jika kram belum juga sembuh, ya perlu periksa dokter.

Saat perut mengalami kram, Bunda perlu berhati-hati. Sebaiknya segera periksa dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat.

Jangan sampai kram berulang dan berbahaya bagi perkembangan janin. Bisa-bisa bayi akan lahir lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Kondisi ini bisa berbahaya, baik bagi janin atau Bunda yang mengandungnya.

Baca: 10 Makanan Yang Bisa Menambah Berat Badan Janin di Dalam Kandungan

Bunda Merasa Lapar, Apa Janin Juga Lapar?

Ada Bunda hamil yang sering merasa lapar. Apakah saat Bunda lapar, janin dalam kandungan juga lapar?

Menurut dr Lizsa Oktavyanti, ketika Bunda merasa lapar, si janin belum tentu merasa lapar juga. Bunda sering merasa lapar karena makanan yang dikonsumsi untuk dua orang. Yakni untuk Bunda dan janin dalam kandungan.

Janin mendapakan asupan dari plasenta. Sementara, asupan di plasenta diperoleh dari makanan yang Bunda konsumsi.

Bunda akan merasakan tanda-tanda janin lapar karena janin di usia trimerter ke-3 sudah banyak gerakan. Gerakannya pun lebih kuat daripada trimester pertama dan trimester kedua.

Untuk mengurangi Bunda sering merasa lapar, sebaiknya Bunda mengonsumsi cemilan sehat. Misalnya minum susu ibu hamil, makan buah, dsb.

Tanda janin tidak lapar (kenyang) antara lain gerakannya kembali normal seperti biasanya. Selain itu, Bunda tidak mengalami kram.

Penutup

Menjaga agar janin dalam kandungan selalu sehat dan berat badan selalu normal sangat penting. Dengan cara itu, selain janin tumbuh dengan baik, nantinya proses kelahiran juga berjalan lancar.