Ada 10 Kondisi Anda Tidak Boleh Cabut Gigi

MESKIPUN Anda ingin gigi dicabut karena sudah parah, terasa gigi ngilu dan sakit sekali, dokter gigi tidak akan langsung memenuhi keinginan Anda. Dokter akan cek dulu, apakah ada kondisi tidak boleh cabut gigi. Jika hal itu dilanggar dikhawatirkan bisa terjadi hal yang fatal.

Oleh karena itu, jika ada hal-hal yang melarang pencabutan gigi, ya dokter akan melakukan penundaan.

Sampak kapan? Ya, sampai masalah yang menyebabkan penundaan pencabutan gigi teratasi. Lantas, apa saja kondisi tidak boleh cabut gigi?

Atasi Gigi Berlubang Parah – Cabut Gigi Atau Perbaiki Saluran Gigi

kondisi tidak boleh cabut gigi

kondisi tidak boleh cabut gigi (foto:zwitsal.co.id)

Setidaknya ada 10 kondisi di mana Anda tidak boleh mencabut gigi. Ke-10 masalah itu adalah:

  • Ketika Anda sedang demam
  • Anda menderita mual dan muntah-muntah
  • Hamil trimester pertama atau ketiga
  • Menderita penyakit diabetes
  • Menderita darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Terdapat infeksi bakteri atau peradangan
  • Gigi yang akan dicabut dekat dengan jaringan tumor ganas
  • Menderita retak pada rahang
  • Punya riwayat penyakit tertentu harus berkonsultasi terlebih dahulu.
  • Memiliki keluhan kesehatan lain yang pernah dialami

Dokter gigi Dondi Gumilang C.Ht menjelaskan bahwa pencabutan gigi bisa dilakukan jika bakteri perusak gigi sudah masuk ke saluran akar.

Walaupun perbaikan saluran akar bisa dilakukan tanpa harus mencabut gigi, tetapi cara itu butuh waktu lama. Sementara, Anda akan terus merasakan sakit gigi.

Ditambah biaya perawatan saluran gigi cukup mahal. Maka jalan terbaik untuk mengatasi gigi yang berlubang parah, ya dicabut.

Baca: 5 Vitamin Rambut Yang Aman Untuk Ibu Hamil

Dikhawatirkan Bakteri Bisa Menyebar

Bolehkah cabut gigi saat sakit?

Gigi sakit adakalanya karena terdapat infeksi bakteri atau peradangan. Infeksi bakteri yang tidak terkontrol bisa meluas.

Jika dalam kondisi seperti itu dilakukan pencabutan gigi bisa menyebabkan komplikasi pada rongga mulut. Pembuluh darah pada gigi akan rusak.

Kuman pun bisa menyebar kemana-mana. Bisa ke paru-paru, mata, hati atau organ lain yang justru bisa menyebabkan munculnya masalah baru.

Untuk mengatasi kondisi seperti itu, biasanya dokter memberikan obat antibiotik. Infeksi bakteri pada mulut akan reda. Gigi tidak sakit lagi dan pencabutan gigi bisa dilakukan.

Punya Darah Tinggi dan Diabetes

Jika Anda punya darah tinggi atau diabetes, maka pencabutan gigi juga tidak bisa langsung dilakukan. Sebab, hal ini termasuk kondisi tidak boleh cabut gigi.

Mengapa pencabutan gigi harus ditunda? Jika gigi dicabut, dikhawatirkan darah dari lokasi gigi yang dicabut akan terus mengalir.

Demikian pula untuk penderita diabetes. Mereka tidak boleh cabut gigi sebelum kadar gulanya turun.

Jika dia punya luka diabetes dan cabut gigi, maka lukanya sulit sembuh. Penderita darah tinggi (hipertensi) harus menurunkan tekanan darahnya dulu.

Kondisi Tidak Boleh Cabut Gigi – Video acara kesehatan di MetroTV. Ingin cabut gigi, ditolak dokter gigi tensi darah tinggi. Tetapi pasien abaikan itu, dan akhirnya terkena stroke. (Red).

Ibu Hamil Trimester Pertama

Kondisi tidak boleh cabut gigi juga berlaku pada ibu hamil. Terutama pada kehamilan trimester pertama.

Bahkan, ibu juga dilarang melakukan perawatan gigi yang kemungkinan bisa keluar darah.

Masalahnya, pada ibu hamil terjadi perubahan hormon dan perubahan kondisi tubuh selama hamil. Padahal, cabut gigi bisa berpengaruh buruk pada pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, jika ingin cabut gigi, sebaiknya dilakukan sebelum hamil atau setelah melahirkan.
Perawatan gigi sebelum hamil lebih baik.

Sebab, selama mengandung, Bunda tidak akan merasakan sakit. Selain itu, perawatan sebelum lahir bisa mengatasi lubang gigi. Lubang gigi yang sangat besar bisa membuat bayi lahir prematur.

Punya Alergi

Jika punya alergi, kamu juga tidak boleh cabut gigi sebelum alergimu teratasi. Oleh karena itu, sebelum cabut gigi, kamu harus menjalani pemeriksaan alergi lengkap.

Jika tidak diperiksa dulu, alergi kamu bisa kambuh ketika gigi dicabut. Bahkan bisa berakibat fatal. Misalnya menyebabkan kematian.

Contohnya ketika harus menjalani bius (anestesi). Anda bisa menderita komplikasi syok anafilaktik. Yakni komplikasi yang bisa berakibat buruk, yakni kematian.

Jadi, Anda harus sangat hati-hati saat akan mencabut gigi. Konsultasikan dengan dokter gigi secara rinci untuk masalah Anda.

Selain itu, perhatikan siapa yang tidak boleh cabut gigi karena sangat beresiko buruk.

Penutup

Demikian artikel mengenai beberapa kondisi tidak boleh cabut gigi. Gigi kamu yang sakit parah bisa dicabut, tetapi penyakit yang menyertai harus disembuhkan dulu. Baru Anda boleh cabut gigi.

 

Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah, Antara Dicabut atau Ditambal

ANDA punya sakit gigi berlubang parah? Segera atasi. Sebab, kondisi gigi yang buruk rentan terkena stroke dan sakit jantung. Banyak cara mengatasi gigi berlubang parah, termasuk mengobati gigi secara alami atau tradisional.

Dalam masyarakat sekarang masih banyak orang yang kurang memperhatikan kesehatan gigi. Akibatnya, gigi mereka rentan terkena penyakit gigi. Terbanyak sakit gigi berlubang.

Penyebab gigi berlubang antara lain karena perawatan yang kurang baik. Tidak pernah atau jarang menyikat gigi dengan baik. Apalagi suka mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Anak-anak mengalami gigi berlubang juga masih sangat tinggi. Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan bahwa 93% anak usia 5 – 6 tahun memiliki gigi berlubang.

Padahal, kesehatan gigi sangat membantu proses pencernaan makanan yang Anda konsumsi.

Jika gigi berlubang parah, Anda tidak bisa mengunyah makanan yang Anda konsumsi tiap hari dengan baik. Cara ini jelas tidak sehat.

Banyak bakteri di mulut dan gigi sehingga gigi jadi rusak, berlubang, dsb.

Lantas, bagaimana cara mengatasi gigi berlubang parah? Gigi atas berlubang atau gigi bawah yang berlubang?

Dua Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pepatah lama ini masih sangat relevan dan perlu dilakukan sepanjang masa, termasuk dalam hal menjaga dan merawat kesehatan gigi.

Anda sebaiknya selalu menjaga kesehatan gigi agar gigi tidak berlubang. Sebab, gigi merupakan bagian penting dari penampilan Anda sehari-hari.

Jika gigi selalu sehat, tampak putih dan rapi, tentu hal itu bisa merupakan nilai plus untuk penampilan Anda. Sebaliknya, gigi lubang akan mengganggu kenyamanan Anda.

cara mengatasi gigi berlubang parah

(foto:sehatly.com)

Masalahnya, bagaimana Anda bisa selalu punya gigi yang sehat dan tidak  berlubang?

Sakit gigi, terutama sakit gigi parah, sering membuat duduk tidak nyaman. Demikian pula makan. Bahkan tidak bisa tidur semalaman.

Nah, berikut ini dua hal yang sangat penting untuk Anda lakukan biar gigi tetap sehat. Selain itu bisa mencegah gigi berlubang.

1. Menyikat Gigi Rutin dengan Cara yang Benar

Menyikat gigi sekarang sudah memasyarakat secara luas. Pelayanan kesehatan makin baik sampai ke pelosok desa, termasuk kesehatan gigi.

Pada sisi lain, pendidikan masyarakat juga meningkat. Ini membuat kesadaran akan hidup sehat juga makin tinggi. 

Hanya masalahnya, masih banyak warga yang menyikat gigi secara tidak benar. Maka, penderita gigi bolong di Indonesia masih cukup tinggi.

Berikut cara menyikat gigi yang benar:

  • Menyikat gigi setidaknya dua kali sehari. Menyikat gigi hanya sekali sehari belum cukup.
  • Waktu menyikat gigi sehabis sarapan pagi dan malam menjelang tidur. Saat tidur tidak ada kotoran di gigi. Bebas bakteri sehingga gigi sehat.
  • Cara menyikat gigi yang benar tidak hanya ke kanan dan ke kiri. Tetapi memutar naik dan turun supaya sisa makanan di sela gigi bisa dibersihkan.

2. Pilih Sikat Gigi yang Bisa Membersihkan Gigi Geraham

  • Pilih sikat gigi yang bisa menjangkau gigi geraham di bagian belakang. Contohnya sikat gigi yang kepalanya tidak terlalu besar.
  • Sikat gigi yang kepalanya besar tidak bisa menjangkau semua gigi, terutama gigi di belakang.
  • Pilih sikat gigi sesuai dengan kontur mulut Anda.
  • Gunakan benang khusus untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi. Benang gigi bisa Anda beli di swalayan atau supermarket. Harga murah.

Baca: 9 Sikat Gigi Elektrik – Menyikat Gigi Lebih Bersih

3. Cek Kondisi Gigi Secara Periodik 6 Bulan Sekali

Cek kondisi gigi secara periodik 6 bulan sekali di dokter gigi juga penting. Dengan cara ini, jika terjadi gigi berlubang bisa segera diatasi. Apalagi lubangnya masih kecil.

Terkadang, gigi berlubang kecil tidak perlu ditambal. Cukup dengan perawatan fluoride, gigi bisa kembali baik. Lapisan email yang terkikis bisa kembali pulih.

Perawatan fluoride bisa menggunakan gel, busa atau obat yang dioleskan pada gigi yang bolong..

Baca: 5 Tips Menambal Gigi Depan Yang Patah Setengah

Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah – Simak video tentang gigi berlubang. Antara ditambal atau dicabut. Video ini karya Dokter Gigi Channel. Semoga bermanfaat.(red). 

Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah, Ditambal atau Dicabut?

Bagaimana jika gigi Anda sudah berlubang? Apalagi lubangnya parah.

Kondisi gigi bolong seperti itu memang bisa menjadi dilema. Masing-masing cara memiliki keuntungan dan kerugian.

Anda perlu mempertimbangkan cara mengatasi gigi berlubang parah mana yang dianggap lebih baik dan cocok dengan gigi Anda. 

Tambal Gigi

Jika lubang gigi belum besar, tentu saja menambal gigi merupakan solusi terbaik. Dokter akan membersihkan dulu bagian gigi yang rusak sebelum menambal gigi berlubang.

Bahan tambal bisa Anda pilih. Pakai bahan porselen, komposit resin, emas, atau perak. Tentu saja, harganya beda-beda.

Cukup Diobati

Jika lubang masih kecil bisa Anda atasi dengan minum obat tanpa harus menambal. Lubang kecil gigi akan pulih sendiri.

Ada juga yang mengobati secara tradisional seperti mengobati gigi berlubang dengan bawang putih.

Pakai Fluoride

Atau melakukan perawatan dengan menggunakan fluoride. Baik berupa gel, cairan, busa, atau obat yang dioleskan pada gigi bolong atau berlubang.

Bahan fluoride bisa dibeli di toko online, swalayan atau apotek.

Pakai Mahkota Gigi

Pasang mahkota gigi jika kerusakan gigi sudah meluas. Caranya, di atas gigi berlubang dipasangi mahkota gigi. Bahan pembuatan mahkota gigi bisa Anda pilih. Porselen, komposit resin atau emas.

Pemasangan mahkota gigi (crown) setelah dokter membersihkan gigi yang rusak.

Perawatan Saluran Akar Gigi

Cara ini juga bisa Anda pilih jika kerusakan gigi sudah cukup parah. Yakni kerusakan sampai akar gigi. Ya, biar gigi berlubang sudah parah, dokter masih bisa menyelamatkan gigi And dengan perawatan saluran gigi.

Resiko Jika Gigi Dicabut

Jika gigi dicabut, apa resikonya?

Apabila dokter gigi memandang sakit gigi Anda sudah sangat parah dan tidak bisa diperbaiki, ya tidak ada cara lain. Cara mengatasi gigi berlubang parah dengan mencabut gigi yang sakit. 

Ketika gigi dicabut sering mengeluarkan darah. Tetapi setelah darah mereda, gigi tidak akan sakit lagi. Biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengatasi rasa sakit.

Hanya saja, pencabutan gigi membuat struktur gigi tidak bagus. Akan ada bagian deretan gigi yang kosong.

Deretan gigi menjadi tidak rata dan tidak indah. Selain itu, ketika makan dan mengunyah sesuatu menjadi kurang nyaman.

Cara terbaik adalah memasang gigi palsu pada bekas lokasi gigi yang dicabut. Dengan demikian, struktur gigi tetap. Gigi di sebelahnya tidak akan bergeser posisinya sehingga tetap bagus.

Biaya Tambal Gigi

Jika biayanya terjangkau dan dokter masih bisa memperbaikinya, cara mengatasi gigi berlubang parah bisa dilakukan dengan tambal gigi berlubang.

Biaya menambal gigi di puskesmas dan rumah sakit pemerintah antara Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu.

Di rumah sakit swasta antara Rp 100 ribu sampai Rp 1,2 juta. Semua tergantung bahan untuk menambal gigi berlubang dan kondisi lubangnya. Besar atau kecil.

Cara paling baik adalah mencegah gigi berlubang.

Selain itu harus menghindari konsumsi makanan yang bisa membuat gigi rentan sakit. Atau mengundang bakteri yang bisa merusak gigi.

8 Cara Mencegah Gigi Berlubang Parah

Biar gigi tidak berlubang, Anda perlu merawatnya dengan baik. Anda yang giginya sudah ditambal atau diatasi dengan cara lain harus selalu menjaga kesehatan giginya agar gigi lain tidak ikut berlubang.

Berikut cara mencegah gigi berlubang:

  • Menyikat gigi dua kali sehari. Yakni setelah sarapan pagi dan malam menjelang tidur.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Bisa mencegah gigi berlubang.
  • Gunakan sikat gigi yang bulunya lembut dan kepala sikat tidak terlalu besar.
  • Jangan sering mengonsumsi makanan dan minuman yang sangat manis.
  • Jika mengonsumsi makanan minuman manis, sesudahnya harus menyikat gigi.
  • Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi dari sisa makanan.
  • Bersihkan plak dan karang gigi. Jika tidak bisa melakukan sendiri, Anda bisa kunjungi dokter gigi.
  • Periksa gigi tiap 6 bulan sekali. Paling tidak setahun sekali.

Pertanyaan tentang Cara Mengatasi Gigi Berlubang Parah

Apakah gigi berlubang bisa sembuh?

Bisa sembuh jika ditangani dengan benar melalui dokter gigi. Ada beberapa pilihan cara mengatasi gigi berlubang parah seperti disebutkan diatas.

Gigi berlubang parah tidak bisa disembuhkan hanya dengan minum susu atau menyikat gigi.

Kenapa gigi berlubang sakit terus?

Menurut dr Reni Utari, gigi berlubang sakit terus karena tidak segera diobati. Penderita baru periksa ke dokter setelah sakit berhari-hari. Mereka rela melewati sakit gigi berkepanjangan sebelum akhirnya menyerah dan pergi ke dokter gigi. Yang terbaik ya mencegah sakit gigi. 

Penutup

Demikian artikel tentang cara mengatasi gigi berlubang parah. Banyak cara bisa Anda lakukan. Tetapi yang penting cegah gigi berlubang dengan perawatan yang baik. (update, 24 Oktober 2022).

6 Cara Menyembuhkan Gusi Bengkak dan Berdarah

GUSI bengkak dan berdarah. Anda sebaiknya juga menjaga kesehatan gusi. Bukan hanya berfokus pada kesehatan gigi. Kesehatan gigi dan gusi sama pentingnya untuk kesehatan mulut. Apalagi, terkadang gusi berdarah juga menandakan adanya penyakit lain dalam tubuh. Maka, Anda sebaiknya selalu memperhatikan kesehatan gusi. Jika terjadi sakit seperti gusi bengkak dan berdarah, Anda harus segera mengatasinya. … Baca Selengkapnya

7 Makanan yang Menguatkan Gigi biar Tak Mudah Patah

 

SUPAYA gigi Anda kuat, tidak mudah patah ataupun rapuh dan rusak, maka Anda perlu mengonsumsi makanan yang menguatkan gigi. Dengan gigi yang kuat, Anda tak perlu khawatir gigi Anda akan patah saat menggigit makanan yang agak keras.

Saya pernah menyaksikan ada anak muda yang tengah menikmati hidangan siang. Eh, tiba-tiba dia bilang giginya yang depan atas ada yang patah. Dia menggigit makanan yang agak keras dan tiba-tiba ada giginya yang patah.

Kini, saat dia berbicara atau tertawa, giginya yang patah sebagian akan terlihat. Tentu saja, kondisi itu bisa membuat dia merasa kurang nyaman.

Daftar Makanan yang Menguatkan Gigi dan Kandungannya

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat gigi kuat sehingga peristiwa yang dialami anak muda seperti digambarkan di atas tidak akan Anda alami?

makanan yang menguatkan gigi

Salah satu cara menguatkan gigi adalah sering mengonsumsi makanan tertentu. Tidak hanya menguatkan gigi, mengonsumsi makanan tertentu yang akan disebutkan di bawah ini juga bisa memutihkan gigi.

Beberapa makanan yang menguatkan gigi adalah:

1. Buah Apel – Banyak Serat

Anda suka mengonsumsi buah apel? Jika suka, teruskan apa yang Anda lakukan itu. Sebab, apel mengandung banyak serat dan air. Apel juga termasuk makanan yang menguatkan gigi dan bisa membersihkan kotoran yang tertinggal di gigi.

Ya, apel yang Anda kunyah bisa menggosok dan membilas partikel sisa makanan yang ada di gigi atau bagian lain dari mulut.

Mengonsumsi apel juga bisa meningkatkan produksi air liur. Kegunaan air liur adalah melawan bau mulut akibat bakteri dan sisa makanan di gigi.

2. Keju – Memperkuat Enamel Gigi

Anda juga bisa menguatkan gigi dan membuat gusi sehat dengan mengonsumsi keju. Makanan yang terbuat dari susu ini kaya akan protein dan kalsium.

Dengan demikian, mengonsumsi keju bisa melindungi dan memperkuat enamel atau lapisan terluar pada gigi.

Sebuah studi menyimpulkan bahwa keju menaikkan tingkat pH dalam mulut dan menurunkan risiko kerusakan gigi.

3. Yogurt – Menjaga Kesehatan Gusi dan Menguatkan Gigi

Hampir sama dengan keju, yogurt juga mengandung kalsium dan protein yang tinggi. Ditambah dengan kandungan probiotik atau bakteri baik, sering mengonsumsi yogurt bisa membantu kesehatan gusi Anda.

4. Wortel – Meningkatkan Produksi Air Liur

Wortel memang bukan makanan lezat. Tetapi, khasiatnya untuk kesehatan tinggi sangat banyak. Termasuk kesehatan gigi dan gusi.

Selain bisa membuat mata selalu sehat, sering mengonsumsi wortel juga bisa meningkatkan produksi air liur di dalam mulut. Mulut pun tidak akan terasa kering.

Banyaknya air liur bisa mengatasi bau mulut tidak sedap.

5. SeledriMembersihkan Gigi

Anda bisa membuat gigi sehat dan kuat dengan sering mengonsumsi daun seledri hijau dalam keadaan mentah.

Rasanya memang tidak lezat. Namun Anda perlu mengonsumsinya karena daun seledri hijau termasuk makanan yang menguatkan gigi. Bahkan, juga membuat mulut sehat dan tidak bau.

Yang perlu dikonsumsi adalah tangkai atau batang seledri. Tentu saja, sebelumnya tangkai daun seledri harus dicuci bersih dengan air mengalir (kran).

Selain itu, daun seledri juga kaya vitamin A dan C. Mampu memproduksi banyak air liur yang menetralisir bakteri.

Menguatkan Gigi – Video berikut menjelaskan tentang cara membuat gigi kuat dan sehat. Penjelasan disampaikan oleh drg Muhammad Ruslin MKes SpBM(K) PhD, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Selamat menyimak video ini.(red).

6. Sayuran Hijau – Menguatkan Gigi 

Sayuran hijau juga termasuk makanan yang menguatkan gigi. Oleh karena itu, Anda sebaiknya sering mengonsumsi sayuran hijau biar gigi selalu kuat dan sehat.

Sayur hijau, misalnya bayam dan kale. Keduanya kaya kalsium dan asam folat. Bisa membantu Anda membangun enamel gigi.

7. Kurangi Konsumsi Makanan Minuman Manis

Anda sebaiknya jangan banyak mengonsumsi makanan minuman sangat manis dan lengket.

Kedua jenis makanan itu biasanya akan menyebabkan sisa makanan menempel di gigi dan diubah menjadi asam oleh bakteri yang ada di mulut.

Lalu, timbullah plak pada gigi kamu. Kian lama, plak akan terus menumpuk di gigi. Ini bisa menyebabkan gigi Anda tidak sekuat dulu.

Selain itu, plak yang menumpuk bisa menyebabkan gigi berlubang dan banyak karang gigi.

Penutup

Menguatkan gigi dan terus menjaganya biar selalu sehat dan kuat sangat penting. Gigi tidak akan mudah tanggal semasa Anda masih muda.

Tentu kurang nyaman masih muda punya gigi yang patah, tanggal, berlubang, dsb. Salah satu cara mengatasi hal itu adalah sering mengonsumsi makanan yang menguatkan gigi.

9 Merek Pasta Gigi Terbaik untuk Memutihkan Gigi

MEREK pasta gigi untuk memutihkan gigi. Merek pasta gigi apa yang kamu gunakan sekarang? Apakah pasta gigi yang kamu gunakan tiap hari mampu memutihkan gigi kamu?

Ya, memilih merk pasta gigi sangat penting, terutama bagi Anda yang giginya belum putih benar. Masih terdapat noda atau tampak ada warna kuning. Meskipun tipis.

Tentu saja, kamu harus berusaha keras untuk memutihkan gigi supaya kamu PD di hadapan teman-teman atau di hadapan siapa saja. Bebas berbincang atau bahkan tertawa lebar. Kamu tak merasa rendah diri karena gigi tidak berwarna putih.

Daftar 9 Merek Pasta Gigi Terbaik untuk Memutihkan Gigi

Nah, untuk memutihkan gigi, pilih merek pasta gigi yang tepat. Selain pasta gigi yang mampu membuat gigi kamu menjadi putih, kamu juga perlu memilih pasta gigi yang bisa membersihkan karang gigi.

Berikut daftar merk pasta gigi untuk memutihkan gigi. Anda bisa memilih pasta gigi terbaik yang kamu anggap cocok.

merek pasta gigi

1.Pasta Gigi EnzimMencegah Karang Gigi

Salah satu pasta gigi terbaik untuk memutihkan gigi menurut banyak ahli adalah pasta gigi merk Enzim. Pasta gigi ini bebas dari detergen.

Kandungan enzim dalam pasta gigi atau odol ini cukup ampuh untuk menjaga keseimbangan jumlah bakteri di dalam mulut. Dengan demikian, Enzim ini bisa mengontrol dan mencegah adanya karang gigi.

Harga pasta gigi ini adalah Rp 6.240 – Rp 122.500

2. Merek Pasta Gigi Colgate

Merk pasta gigi lain yang bagus untuk memutihkan gigi adalah Colgate. Dengan microcrystal yang sudah teruji secara klinis, warna gigimu akan berubah menjadi lebih bersih dan lebih putih.

Baca – 6 Cara Menyembuhkan Gusi dan Berdarah

Noda dan warna kuning atau kusam secara bertahap akan menghilang menjadi gigi putih bersih setelah terus-menerus kamu menyikat gigi dengan Colgate. Harganya adalah Rp 9.000 – Rp 275.000

3. Pasta Gigi Nasa – Juga Menghilangkan Bau Mulut

Pasta Gigi Nasa bukan hanya pasta gigi untuk memutihkan gigi. Tetapi kamu juga bisa menggunakan untuk menghilangkan bau mulut. Bahkan, pasta gigi Nasa juga mampu mencegah terjadinya gigi berlubang.

Maka, kamu sebaiknya mencoba menggunakan pasta gigi ini untuk memutihkan gigi, menghilangkan bau mulut dan mencegah terjadinya gigi berlubang karena pasta gigi ini mengandung fluoride.

Harganya adalah Rp 1.000 – Rp 260.000

4. Pasta Gigi HPAI – Mencegah Plak

Merek pasta gigi HPAI juga sangat baik untuk kamu pilih. Meskipun kamu tidak pernah mendengar nama pasta gigi ini. Kandungan bahan aktifnya bisa mencegah terjadinya plak gigi dan karang gigi dengan efektif.

Dengan menggunakan odol ini, noda yang membandel akan teratasi dan gigi bisa menjadi putih. Harga pasta gigi ini adalah Rp 13.300 – Rp 200.000

5. Pasta Gigi Pepsodent – Mencegah Gigi Berlubang

Merk pasta gigi Pepsodent sudah sangat memasyarakat. Banyak orang menggunakannya. Produknya beragam, kamu bisa memilih sesuai dengan keinginan.

Pepsodent terbukti tidak hanya memutihkan gigi, tetapi juga mampu mencegah dan mengatasi gigi berlubang dan mengurangi karang gigi dengan cepat.

Salah satu pasta gigi Pepsodent yang bisa memutihkan gigi adalah Pepsodent Action 123 Whitening

Pasta Gigi Darlie – Anda juga bisa memutihkan gigi pakai pasta gigi Darlie. Simak video ini dan gunakan Darlie untuk membuat gigi putih, sehat dan kuat. Video ini karya Darlie Indonesia (Red).

6. Pasta Gigi untuk Memutihkan Gigi Close Up

Merk pasta gigi Close Up juga memproduksi berbagai macam varian sebagaimana Pepsodent. Manfaat tiap varian berbeda-beda. Namun, secara keseluruhan, pasta gigi buatan Close Up  bisa menghindarkan gigi Anda dari bakteri penyebab bau mulut.

ColuseUp varian Icy White khusus untuk membuat gigimu terlihat lebih bersih dan lebih putih. Harganya adalah Rp 5.499 – Rp 163.000. Baca juga 8 cara merapikan gigi terbaik.

7. Pasta Gigi Sensodyne – Mencegah Bau Mulut

Kenal dengan merek pasta gigi Sensodyne? Ya, iklannya gencar di televisi sebagai pasta gigi untuk gigi sensitif.

Odol Sensodyne ini juga ampuh untuk membuat gigi selalu sehat dan memperbaiki warnanya. Yakni jadi gigi yang putih. 

Sensodyne juga mencegah bau mulut tak sedap, mampu mengurangi rasa ngilu di mana penderita gigi sensitif sering mengalaminya. Harganya Rp 4.000 – Rp 1.512.000

8. Pasta Gigi Charcoal Powder – Warna Hitam Pekat

Pernah lihat pasta gigi warna hitam pekat? Itulah pasta gigi Charcoal Powder. Tetapi jangan salah sangka. Odol ini terbukti efektif memutihkan gigi hanya dalam waktu singkat.

Anda hanya perlu sedikit air dan bubuhkan Charcoal Powder di sikat gigi. Gunakan untuk menyikat gigi. Maka, gigi kamu cepat menjadi gigi putih dengan mudah dan cepat. Harganya antara Rp 3.000 sampai Rp 454.000

9. Pasta Gigi Ciptadent – Harga Murah

Ciptadent termasuk merek pasta gigi yang juga sudah dikenal luas di masyarakat Indonesia. Produknya juga bervariasi. Ciptadent mampu mengusir bakteri penyebar bau busuk di mulut, menyegarkan napas, dan memutihkan gigi.

Ciptadent MAXI White cocok untuk kamu yang ingin giginya tampak putih. Harga pasta gigi ini murah. Dari Rp 1.500 sampai Rp 50.000

Demikian artikel mengenai pasta gigi untuk memutihkan gigi yang tergolong terbaik. Kamu bisa memilih mana yang cocok dan nyaman menggunakannya.

Penyebab Sakit Gigi dan Cara Mengobati sampai Tuntas

 

PENYEBAB sakit gigi. Hampir semua orang pernah menderita sakit gigi, baik anak-anak, remaja atau orang dewasa. Saat sakit, tak ada yang terpikir kecuali bagaimana cara mengobati sakit gigi sampai tuntas. Obat apa yang sebaiknya diminum.

Sakit gigi sering membuat penderita tidak bisa tidur semalam. Rasa sakit membuat gigi terasa ngilu, nyeri dan seperti tertusuk-tusuk. Terutama bagi Anda yang menderita sakit gigi cukup berat.

Jangankan untuk beraktivitas. Untuk makan saja terasa sakit. Apalagi jika harus mengunyah makanan, terutama makanan yang agak keras. 

Demikian pula untuk tidur, juga tidak nyaman. Bahkan tidak bisa memejamkan mata karena sakit gigi menyerang.

Baca – Cara Menyembuhkan Gusi Bengkak dan Berdarah

Ya, rasanya cekut-cekut, nyut-nyut, dan seterusnya. Bahkan sakitnya juga membuat penderita merasa sakit kepala dan bagian tubuh lainnya.

Daftar 7 Penyebab Sakit Gigi dan Cara Mengobatinya

Banyak penyebab sakit gigi. Pada anak-anak, sakit gigi biasa dialami secara fisiologis pada saat masa penanggalan gigi susu menjadi gigi tetap.

penyebab sakit gigi
                                          (foto:nova.grid.id)

Tetapi, sakit gigi paling menyiksa adalah sakit gigi akibat gigi berlubang. Penyebab sakit gigi berlubang umumnya karena sisa makanan yang tidak dibersihkan atau kebersihan gigi yang kurang.

Sisa makanan yang membusuk menyebabkan banyak bakteri yang akhirnya bisa merusak gigi dalam bentuk gigi berlubang. Selain itu, sisa makanan di sela gigi juga bisa menyebabkan bau tidak sedap dari mulut.

Ada beberapa penyebab gigi berlubang yang perlu Anda waspadai. Jika memungkinkan, Anda harus mencegah terjadinya gigi berlubang.

Jika sudah telanjur terjadi gigi berlubang, ya Anda harus segera mengatasinya dengan gigi dicabut, ditambal, atau lainnya sesuai dengan kondisi gigi.

Dengan cara ini, sakit gigi bisa segera sembuh. Selain itu, cara ini juga sekalis mencegah adanya penyebab sakit gigi kambuh.

Daftar 7 Penyebab Sakit Gigi

Selain gigi berlubang, ada juga sakit gigi akibat penyebab lain. Berikut ini beberapa penyebab sakit gigi yang harus Ada jauhi.

1.Kerusakan gigi akibat berlubang. Bahkan gigi tinggal sisa akarnya. Kerusakan gigi dengan penyebab sakit gigi adalah yang paling banyak jumlahnya.

2.Menyikat gigi terlalu kuat (kencang) sehingga terjadi abrasi gigi. Kebanyakan orang menyikat gigi hanya 22 detik. Supaya hasil maksimal, lalu menyikat gigi dengan tekanan terlalu kuat.

Seharusnya menyikat gigi 2 menit dengan cara perlahan. Menyikat gigi terlalu kuat membuat gusi turun dan akar gigi terbuka. Gigi pun menjadi sensitif.

3. Gigi patah. Apalagi patahnya besar. Syaraf gigi menjadi rusak, dentin terbuka sehingga gigi terasa ngilu.

4. Gusi bengkak. Penyebab utama terjadinya gusi bengkak adalah sisa makanan di sela gigi dan gusi yang tidak dibersihkan. Ini terjadi akibat kebersihan mulut kurang terjaga.

5. Gusi terinfeksi. Kondisi ini sebagai kelanjutan dari penyakit gusi. Infeksi gusi serius bisa merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.

Gejalanya antara lain mulut bau, warna gusi berubah, gusi bengkak berdarah atau gusi bengkak dan bernanah.

6. Gerakan berulang yang berlebihan seperti mengunyah permen

7. Kelainan posisi gigi. Posisi gigi yang tidak rapi sehingga gigi saling bertabrakan satu dengan lainnya.

Mengobati Sakit Gigi di Rumah – Dalam video berikut ini, dokter menjelaskan cara mengobati sakit gigi tanpa pergi ke dokter. Ada 4 cara yang dijelaskan. Semoga video ini bermanfaat (Red).

Cara Menyembuhkan Sakit Gigi

Bagaimana cara menyembuhkan sakit gigi? Apa yang harus dilakukan?

Ada beberapa cara mengobati sakit gigi. Baik Anda tangani sendiri atau pergi ke dokter. Tergantung dari kondisi gigi yang sakit. Penyakitnya masih ringan, sedang atau sudah berat.

Berikut beberapa cara mengatasi atau mengobati sakit gigi:

1.Obat sakit gigi bebas. Banyak obat sakit gigi ringan yang dijual bebas tanpa harus dengan resep dokter. Antara lain obat penghilang rasa nyeri, Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID).

Obat ini, misalnya, aspirin dan ibuprofen yang efektif untuk mengobati sakit gigi ringan.

2. Obat gigi dari resep dokter. Artinya, obat ini bisa Anda dapatkan di apotek dengan resep dokter.

3. Obat sakit gigi alami. Misalnya bawang putih, kompres menggunakan air dingin dan kompres menggunakan air hangat.

4. Obat herbal sakit gigi. Banyak obat herbal yang bisa Anda gunakan untuk menyembuhkan sakit gigi, baik ringan, sedang atau sakit berat.

Misalnya Super Green Plus SG Obat Herbal Sakit Gigi, OBSAGI (obat sakit gigi), Hersagi Herbal, Obat Sakit Gigi dan Pemutih Gigi, Super Green Plus SG, Pol Sakit Gigi Pak Tani, dsb.

5. Penanganan medis. Misalnya penambalan gigi, perawatan saluran akar, pencabutan gigi, dan pembersihan karang gigi. Penambalan gigi dilakukan jika lapisan saraf terekspos sehingga gigi jadi sensitif.

Gigi Anda perlu dicabut jika lubang gigi telah merusak ruang saraf. Jalan terbaik adalah pencabutan gigi.

Pertanyaan: Apa Penyebab Sakit Gigi Terus-menerus?

Apa penyebab sakit gigi terus-menerus?

Banyak penyebabnya. Antara lain karena tumbuh gigi baru, gusi bengkak, gigi berlubang, abses gigi (ada nanah di dasar gigi), gigi retak atau patah, dan tambalan gigi lama rusak.

Apakah sakit gigi bisa menyebabkan kematian?

Bisa. Tetapi kasus seperti itu sangat jarang. Sakit gigi bisa menyebabkan kematian jika sakitnya dibiarkan tanpa pengobatan. Akibatnya, sakit gigi jadi parah. Cabut gigi juga lebih berisiko memicu kematian jika ada komplikasi yang parah.

Penutup

Selalu merawat gigi dengan benar sangat diperlukan. Hindari hal-hal yang bisa menyebabkan sakit gigi sehingga gigi selalu sehat dan kuat sampai usia lansia. 

5 Cara Memutihkan Gigi dengan Pasta Gigi Garam

CARA memutihkan gigi dengan garam. Bagaimana caranya? Ya, ambil sikat gigi, basahi, lalu pasta giginya pakai garam. Tentu saja, garam yang lembut. Lantas Anda gunakan menggosok gigi. Otomatis, Anda harus menahan rasa asin.  Punya gigi yang tidak putih tentu tidak nyaman. Apalagi punya gigi kuning. Aduh, saat bersama teman-teman, ingin membuka mulut rasanya sangat berat. … Baca Selengkapnya

Penyebab Gusi Bengkak dan Bernanah – Cara Mengatasi dan Mencegah

PUNYA gusi bengkak dan bernanah tentu tidak nyaman. Jangankan anak-anak. Orang tua pun akan merasa sakit dan nyeri punya gusi bengkak. Pertanyaannya, apa penyebab gusi bengkak dan bernanah?

Mengetahui penyebab suatu penyakit, termasuk gusi bengkak dan bernanah, tentu saja sangat penting. Dengan cara itu, Anda bisa mengatasi gusi bengkak dengan tepat dan tuntas.

Yang Anda atasi bukan hanya sakitnya, tetapi juga sumber terjadinya penyakit (rasa sakit). Gusi bengkak dan bernanah juga sering bikin Anda sulit makan, sulit bicara.

Lantas, apa saja penyebab gusi bengkak dan bernanah? Bagaimana cara mengobati gusi bengkak  dan bernanah?

Apa Saja Penyebab Gusi Bengkak dan Bernanah

Punya gusi bengkak, apalagi bernanah, memang sangat merepotkan. Anda tidak hanya menahan rasa nyeri dan sakit. Kondisi itu juga bisa menyulitkan Anda untuk makan, berbicara atau tidur.

Maka, cara terbaik adalah segera mengatasi gusi bengkak bernanah saat tahap awal timbul. Bukan menunggu setelah gusi bengkak menjadi parah.

Penyebab Gusi Bengkak dan Bernanah

Apakah dengan periksa ke dokter, mengonsumsi obat penyembuh gusi bengkak, termasuk obat herbal atau menggunakan obat tradisional gusi bengkak.

Kini, kita ketahui dulu apa sesungguhnya penyebab gusi bengkak dan bernanah. Ini penting untuk Anda ketahui supaya cara mengatasi gusi bengkak bernanah bisa tuntas. Gusi bengkak atau gusi bernanah tidak akan terjadi lagi.

Ada beberapa penyebab gusi bengkak dan bernanah, yakni:

1. Terkena Infeksi:

Gusi yang kena infeksi adalah gusi yang tampak bengkak atau membesar. Sementara, nanah dan darah sering tampak di sekitarnya. Infeksi gusi yang umum terjadi adalah sariawan.

Gusi yang menderita infeksi terlihat lebih merah dibandingkan area gusi di sekitarnya. Jika tidak segera diobati, maka timbullah gusi bengkak bernanah.

Infeksi yang mengakibatkan gusi bengkak dan bernanah bisa berawal dari bakteri, jamur, virus, parasit, dan berbagai mikroorganisme lain yang tidak disembuhkan.

2. Radang gusi: 

Ini adalah penyebab gusi bengkak dan bernanah paling banyak. Radang gusi atau gingivitis sering terjadi akibat plak yang sudah menumpuk di gigi.

Plak akhirnya mengiritasi gusi. Bahkan bisa menyebabkan gusi terkena infeksi. Akibat lanjutannya, maka terjadilah gusi bengkak bernanah.

3. Kekurangan vitamin B dan C:

Kedua vitamin itu memang sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Kekurangan vitamin B dan vitamin C bisa menyebabkan gigi dan gusi tidak sehat dan mudah terjadi bengkak dan bernanah.

Maka, usahakan selalu bisa mengonsumsi kedua vitamin itu sehingga gigi dan gusi sehat. Menemukan makanan dan buah yang mengandung kedua vitamin itu sangat mudah dan murah. Lebih jauh tentang Akibat Kekurangan Vitamin C.

4. Sedang hamil:

Bunda yang sedang hamil juga perlu berhati-hati. Perubahan produksi hormon selama Bunda hamil bisa membuat aliran darah ke gusi meningkat.

Kondisi ini bisa menyebabkan gusi mudah terkena iritasi dan pembengkakan. Apabila disertai infeksi, maka bisa terjadi gusi bengkak dan bernanah.

5. Menggosok gigi terlalu keras:

Hati-hati ketika menggosok gigi. Jangan terlalu keras. Cukup perlahan-lahan saja. Demikian juga saat melakukan flossing gigi (membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi menggunakan benang gigi). Tujuannya supaya gusi tidak berdarah.

6. Gigi berlubang:

Gigi berlubang juga bisa menyebabkan gusi bengkak dan bernanah. Sebab gigi berlubang menjadi tempat bakteri berkembang biak.

Kian lama, banyaknya bakteri bisa menyebabkan terjadinya radang gusi. Bahkan juga bisa terjadi kantung nanah (abses). Kondisi ini akhirnya menyebabkan terjadi pembengkakan pada gusi dan bernanah.

Cara Mengobati Gusi Bengkak dan Bernanah

Bagaimana cara mengobati gusi bengkak sekaligus gusi bernanah?

Jika Anda berkunjung ke dokter gigi, maka dokter akan lebih dulu membersihkan nanah pada gusi dan menghilangkan infeksi yang menyebabkan gusi bengkak bernanah. Selain itu juga melakukan perawatan saluran akar (perawatan endodintik).

Setelah gusi bersih dari nanah dan tidak berdarah lagi, dokter baru akan melakukan penambalan gigi.  Gusi bengkak dan bernanah biasanya akibat gigi berlubang yang tidak diatasi sampai tuntas.

Jika infeksi pada gusi akibat plak dan karang gigi yang menumpuk, maka dokter akan melakukan pembersihan plak dan karang gigi atau hal lain yang dipandang perlu sesuai dengan hasil pemeriksaan atas kondisi gusi. Setelah itu barulah mengobati gusi bengkak dan gusi bernanah.

Untuk mengobati gusi bengkak anak, Anda bisa menggunakan obat medis atau obat alami. Baca: 7 Obat Gusi Bengkak Yang Ampuh Untuk Anak. 

Membahas Penyebab Gusi Bengkak dan Bernanah – Video ini berisi tanya jawab dengan dokter mengenai masalah gigi dan gusi. Antara lain gusi bengkak dan bernanah. Video karya Klinik Gigi Joy Dental Jogja. Simak perbincangannya.(Red).

Bagaimana Cara Mencegah Gusi Bengkak dan Bernanah

Cara terbaik tentu saja mencegah jangan sampai gusi Anda bengkak dan bernanah. Sebab, gusi bengkak dan bernanah tentu merupakan gusi yang tidak sehat.

Anda pun akan merasa tidak nyaman dan terganggu dengan kondisi gusi bengkak.

Untuk mencegah terjadinya gusi bengkak dan gusi bernanah, maka Anda bisa melakukan saran berikut ini:

1.Rajinlah menggosok gigi, setidaknya dua kali dalam sehari. Lakukan cara menyikat gigi dengan benar.

2. Selalu berkumur dengan obat kumur antiseptik setelah menyikat gigi. Obat kumur akan membunuh bakteri penyebab gusi bengkak dan bernanah. Termasuk infeksi pada gigi dan mulut.

3. Perbanyak minum air putih, terutama sesudah makan. Penting untuk membantu membersihkan sisa makanan pada gigi.

4. Jangan merokok. Zat dalam kandungan rokok bisa menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penyakit gigi dan gusi.

5. Jangan stres. Bisa menyebabkan peradangan di gusi.

BacaCara Merapikan Gigi Renggang dengan Sendok Kayu

6. Gusi bengkak bernanah harus segera diatasi. Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebar ke area lain di sekitarnya. Jaringan gigi dan gusi bisa rusak. Maka, jika Anda menderita gusi bengkak dan bernanah, harus segera disembuhkan.

Demikian artikel mengenai Penyebab Gusi Bengkak dan Bernanah serta Cara Mencegah dan Mengobatinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

Sakit Gigi Berkepanjangan Bisa Akibatkan Stroke, Sakit Jantung, dll

HATI-HATI dengan sakit gigi sering kambuh. Apalagi gigi berlubang sakit terus menerus. Jika tidak segera Anda atasi, maka bahaya sakit gigi berkepanjangan bisa mengintai Anda. Misalnya Anda bisa kena sakit jantung, stroke, dsb.

Sakit gigi sangat menjengkelkan jika tak kunjung sembuh. Begitu sakit gigi muncul, gusi akan meradang.

Tentu saja, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas keseharian Anda. Apalagi kondisi sakit gigi yang Anda alami sudah parah atau dalam kategori berat.

Menurut Prof. Dr. drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes, menyikat gigi seharusnya tidak waktu mandi. Tetapi ketika selesai makan.

Mengapa? Karena ketika makan selalu ada sisa-sisa makanan yang menempel di gigi atau sela-sela gigi. Jika kondisi itu Anda biarkan sampai beberapa jam, sisa makanan akan memicu penumpukan bakteri.

Efeknya bisa muncul bahaya sakit gigi berkepanjangan. Bisa timbul plak, karang gigi, hingga gigi keropos dan berlubang.

Oleh karena itu, jika Anda sakit gigi tak kunjung sembuh harus segera diatasi sampai tuntas. Ya, biar tidak kambuh lagi.

BacaCara Mengatasi dan Mencegah Sakit Gigi Berlubang Secara Alami

Inilah 6 Bahaya Sakit Gigi Berkepanjangan 

Bahaya Sakit Gigi Berkepanjangan

Berikut ini 6 penyakit berat terjadi akibat sakit gigi yang berkepanjangan.

1. Sakit Jantung dan Stroke – Terjadi Penggumpalan Darah

Anda sebaiknya tahu apa penyebab sakit gigi terus menerus. Atau sakit gigi sering kambuh. Sebab, sakit gigi yang sering kambuh bisa menyebabkan sakit jantung atau stroke.

Kok bisa? Ya bisa, karena bakteri penyebab sakit gigi bisa menempel pada dinding arteri. Hal ini bisa menghambat aliran darah pembawa oksigen ke jantung dan otak.

Jika aliran darah menuju jantung terhambat, maka terjadilah sakit jantung. Jika yang terhambat aliran darah menuju otak, maka terjadilah penyakit stroke.

Tentu saja, Anda harus hati-hati jika sakit gigi. Segera atasi sehingga bahaya sakit gigi berkepanjangan bisa dihindari .

Baca: Cara Menyembuhkan Gigi Sampai Tuntas – Banyak Pilihan

2. Penyakit Kanker Akibat Pembengkakan pada Gusi

Sakit gigi adakalanya diakibatkan oleh sakit gusi. Misalnya gusi bengkak. Jika gusi bengkak tidak segera diatasi, kondisi itu bisa menyebabkan terjadinya tumor.

Bahkan, bisa berkembang menjadi kanker. Yakni kanker gusi. Salah satu bagian dari kanker mulut.

Kanker yang berkaitan dengan kesehatan mulut dan gigi / gusi adalah:

  • kanker paru-paru
  • Kanker mulut
  • kandung kemih
  • esofagus
  • sakit ginjal
  • sakit perut, dan
  • kanker hati.

3. Disfungsi Ereksi pada Suami

Sakit gigi yang tidak segera diatasi atau disembuhkan juga bisa menyebabkan terganggunya hubungan suami istri akibat suami “loyo”. Suami tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai suami.

Maka, jika suami mengalami sakit gigi ataupun sakit gusi, harus segera disembuhkan. Jika tidak disembuhkan, ada bahaya sakit gigi berkepanjangan.

Bahayanya, ya harmonisasi hubungan suami istri bisa terganggu. Bahkan bisa berakibat fatal. Misalnya istri minta cerai.

4. Prostatitis – Buang Air Kecil Terus-menerus

Penyakit prostatitis terjadi ketika Prostate-Specific Antigen (PSA) atau enzim yang dibentuk oleh prostat mengalami peningkatan. Hal ini bisa mengakibatkan pembengkakan pada prostat.

Ketika Anda menderita sakit gigi, maka produksi PSA meningkat tinggi. Jika dibiarkan, hal ini akan mengakibatkan iritasi, sulit ejakulasi, nyeri pada perineum, dan buang air kecil secara terus menerus.

Itulah bahaya lain akibat sakit gigi terus-menerus. Efeknya cukup berat. Terjadi beberapa penyakit baru.

5. Periodontitis- Pendarahan di Gusi

Anda sebaiknya selalu mencegah terjadinya plak atau karang gigi. Sebab, terjadinya plak dan karang gigi bisa menyebabkan peradangan pada gusi.

Bahkan, bisa membuat Anda sakit gigi dan gusi. Atau terjadi pendarahan di gusi.

Ya, jika pada gigi Anda banyak plak atau karang gigi segera atasi. Kondisi itu bisa merusak gigi jika Anda biarkan berkepanjangan.

6. Infeksi Meluas Sampai ke Gusi dan Tulang Rahang

Gigi berlubang yang tidak segera diatasi juga bisa mengakibatkan infeksinya makin meluas. Bisa sampai ke bagian gusi, bahkan sampai ke bagian tulang rahang.

Selain itu, gigi berlubang juga bisa menyebabkan sakit gigi terus menerus atau berkepanjangan.

Kondisi ini bisa terjadi antara lain jika Anda tidak segera mengatasinya. Bahkan kondisi itu bisa menyebabkan terjadinya komplikasi.

Misalnya menyebabkan peradangan pulpa. Efeknya terjadi nyeri gigi yang hebat dan membuat sakit kepala.

Oleh karena itu, jika Anda punya gigi berlubang, segera sembuhkan. Walaupun gigi berlubang tidak terasa sakit. Ada bahaya sakit gigi berkepanjangan. Misalnya gigi jadi  sarang bakteri.

Bahkan, bakteri bisa berkembang dan menyebar ke jaringan lain di sekitarnya. Misalnya menyebar ke gusi, tulang gigi, dan jaringan penyangga gigi lainnya.

BacaCara Menghilangkan Bau Mulut Selamanya

Cara Merawat Gigi biar Gigi Kembali Sehat

Anda sebaiknya selalu merawat gigi agar gigi tidak mengalami kerusakan yang lebih parah. Tidak ada bahaya sakit gigi berkepanjangan.

Untuk gigi yang masih sehat, Anda perlu selalu merawatnya. Ya, biar tidak terjadi kerusakan seperti  gigi berlubang. Caranya antara lain:

1. Selalu menyikat gigi secara teratur, terutama setelah makan dan sebelum tidur

2. Selesai menyikat gigi, lakukan berkumur dengan obat kumur antibakterial.

3. Gunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan kotoran / sisa makanan di sela-sela gigi. Sikat gigi biasa tidak bisa menjangkau sisa makanan di sela-sela gigi.

4. Memperbanyak konsumsi air putih 2-3 liter sehari.

5. Kurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung tepung atau kadar gula yang tinggi. Makanan dan minuman terlalu manis menjadi sumber terjadinya sakit gigi.

6. Rajin mengonsumsi vitamin dan mineral yang larut dari makanan bernutrisi tinggi. Misalnya sayuran berdaun hijau, minyak kelapa, alpukat, dan kacang-kacangan.

7. Periksa dokter 6 bulan sekali untuk mengecek kesehatan gigi.

Pertanyaan

Apakah penyebab sakit gigi terus menerus? Apakah berbahaya?

Dokter Rizal Ramli: Sakit gigi harus segera disembuhkan. Apalagi sakit gigi akibat infeksi. Jika tidak segera Anda sembuhkan, ada bahaya sakit gigi berkepanjangan.

Misalnya terjadi komplikasi serius. Anda bisa kehilangan gigi, infeksi darah bakteri atau mediastinitis. Atau peradangan ruang di antara paru-paru.

Apa penyebab sakit gigi tidak kunjung sembuh?

Jika gigi sakit tidak kunjung sembuh sampai dua hari pertanda gigi kena infeksi. Itu bisa terjadi akibat lapisan email keras rusak dan bagian dalam gigi (pulpa) terpapar bakteri mulut.

Sakit gigi berlubang tidak kunjung sembuh, apa yang harus dilakukan?

Ya, kunjungi saja dokter gigi sehingga bisa segera mendapatkan penanganan dengan tepat. Anda bisa terhindar dari bahaya sakit gigi berkepanjangan.

Penutup

Jika punya gigi berlubang, maka sebaiknya segera mengatasinya. Banyak bahaya sakit gigi   berkepanjangan. Misalnya mengakibatkan stroke, sakit jantung, dsb.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

 

10 Cara Mengatasi Gigi Ngilu karena Berlubang

BAGAIMANA cara mengatasi gigi ngilu karena berlubang? Rasa sakit akibat gigi berlubang memang tidak tertahankan. Apalagi saat makan atau ingin menikmati suatu makanan kesukaan.

Aduh, rasanya benar-benar menyakitkan. Rasa ngilu dan nyeri yang terjadi pada gigi yang sakit seolah tidak tertahankan. Rasa nyut-nyut sepertinya terus menggerogoti gigi.

Orang dulu menggambarkan seperti ada banyak ulat yang terus memakan gigi kita. Kian lama gigi berlubang. Tentu saja, ini hanya mitos. Bukan kenyataan.

Yang jelas, punya gigi sakit tidak nyaman saat duduk, tiduran, buat bersandar di sofa, dsb. Rasa ngilu dan rasa sakit pada gigi berlubang terus membuat Anda tidak bisa merasa tenang.

Apalagi saat makan. Ya, terpaksa harus mengonsumsi makanan yang lembut seperti bubur.

Cara Mengatasi Gigi Ngilu karena Berlubang

aduh, sakitnya gigi ini…

Selalu Membersihkan Gigi dengan Benar – Cara Mengatasi Gigi Ngilu karena Berlubang

Tentu saja, yang ingin Anda lakukan adalah segera minum obat pereda gigi sakit. Repotnya, sakit gigi sering muncul pada malam hari di mana apotek dan tempat praktek dokter sudah ditutup.

Yang terbaik cara mengatasi gigi ngilu karena berlubang adalah selalu menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Cara ini harus Anda lakukan jika ingin terbebas dari sakit gigi.

Umumnya, ketika fisik sehat, termasuk organ gigi, kita lupa untuk selalu menjaga kesehatan. Kita harusnya selalu menyikat gigi dua kali sehari. Yaitu pagi hari selesai sarapan dan pada alam hari menjelang tidur.

Kita harus rajin menggosok gigi rutin dengan cara yang benar. Ya, cara menyikat gigi dengan benar adalah sangat penting. Tidak hanya sekadar menyikat gigi.

Tetapi, menyikat gigi harus mampu membersihkan semua kotoran pada gigi dengan benar. Termasuk menyikat lidah.

Ada satu lagi yang juga maha penting. Apa itu? Membersihkan kotoran di sela-sela gigi. Kotoran di sela gigi sering diabaikan. Seolah menjaga kebersihan gigi tidak penting.

Padahal itu sumber terjadinya plak dan karang gigi yang bisa menyebabkan terjadinya gigi berlubang.

Baca: Pasang Behel Gigi – Jenis, Prosedur, Perawatan dan Harganya

10 Cara Mengatasi Gigi Ngilu karena Berlubang

Tanya jawab dengan drg Shinta Ariesta Tamboto mengenai cara mengobati sakit gigi. Simak perbincangannya. Video ini karya Berita dalam Dunia.(Red).

Ketika gigi terasa ngilu dan sakit akibat gigi berlubang, apa yang harus Anda lakukan? Haruskah Anda segera minum obat? Bisakah sakit gigi disembuhkan tanpa minum obat?

Banyak cara mengatasi gigi ngilu karena berlubang yang bisa Anda lakukan. Antara lain cara mengatasi gigi ngilu secara alami dan cepat, dengan minum obat herbal, obat farmasi, dsb.

Berikut ini cara meredakan sakit gigi dan gigi ngilu (gigi sensitif) akibat gigi berlubang, yaitu:

1. Anda sebaiknya segera menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Atau menggunakan pasta gigi untuk gigi ngilu.

Lengkapi dengan berkumur menggunakan obat kumur biar rasa sakit pada gigi bisa mereda.

Pasta gigi untuk gigi sensitif antara lain:
  • Colgate Sensitive Pro-Relief Whitening Toothpaste
  • Longrich White Tea Multi – Effect Toothpaste
  • GSK Sensodyne Multi Action
  • Unilever Pepsodent Sensitive Expert Pasta Gigi Enamel Care, dsb.

2. Berkumur dengan obat kumur, beberapa saat setelah menyikat gigi. Obat kumur untuk membunuh bakteri di dalam mulut.

3. Cara mengatasi gigi ngilu karena berlubang yang lain adalah menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan sakit gigi. Ini penting supaya sakit gigi tidak terasa makin berat.

4. Silakan berkumur dengan air hangat ditambah larutan garam. Setidaknya berkumur 3 kali dalam sehari.

5. Beristirahat cukup, pikiran tenang dan santai.

6. Rasa ngilu dan sakit bisa Anda atasi dengan kompres pada area gigi yang sakit dengan air es. Mengompres area pipi, leher atau belakang telinga biar rasa ngilu dan sakit menjadi reda.

7. Apabila rasa ngilu dan sakit pada gigi masih terus berlangsung, ya Anda harus periksa doker. Ini adalah cara mengatasi gigi ngilu karena berlubang secara medis. Bisa periksa ke dokter (rumah sakit, puskesmas, klinik, dsb).

8. Minum paracetamol untuk meredakan rasa nyeri. Tetapi, ikuti petunjuknya seperti yang tertera pada kemasan obat.

9. Hindari konsumsi makanan minuman penyebab sakit gigi. Misalnya cokelat, kue, dan permen, minuman manis, sirup, makanan bertekstur keras, makanan asam, dsb.

10. Selalu membersihkan kotoran atau sisa makanan di sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi (dental floss). Harga benang gigi murah, bisa beli di supermarket.

Demikian informasi mengenai cara mengatasi gigi ngilu karena berlubang. Tidak hanya membuat gigi ngilu, gigi berlubang juga bisa menyebabkan gigi sensitif.

Baca: Cara Merapikan Gigi Renggang, Yang Terbaik Pakai Apa? 

Adapun cara mengatasi gigi sensitif karena berlubang sama dengan cara menghilangkan ngilu pada gigi berlubang. Gigi berlubang memang bisa menyebabkan gigi sensitif atau gigi ngilu.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.