Ardium 500 mg Cepat Mengempiskan Benjolan Wasir Luar

Ardium obat apa? Ardium adalah obat herbal yang mengandung plavonoid. Manfaat ardium bisa mengobati wasir luar (eksternal) dan mengatasi gangguan peredaran darah di kaki seperti varises. Ada Ardium 500 mg dan 1000 mg. Terbuat dari citrus (jeruk dan lemon) dalam bentuk tablet. Obat Ardium, menurut dr Meva Nareza mengandung micronized purified flavonoid fraction (MPFF). Atau … Baca Selengkapnya

Wasir Luar – Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Wasir luar, atau dikenal juga sebagai hemoroid eksternal, adalah kondisi medis di mana pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian luar bengkak. Bentuk wasir luar berupa benjolan akibat pembengkakan pada pembuluh darah vena di bawah permukaan kulit anus. Keadaan ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman yang mengganggu. Sering kali disertai gatal-gatal, nyeri, dan … Baca Selengkapnya

Enfamil Gentle Care 1 – 4 Mengatasi Gangguan Pencernaan

​Bunda ingin mencari susu terbaik, berkualitas tinggi sekaligus aman untuk bayi 0 6 bulan? Atau bayi usia 6  12 bulan? Bunda bisa memilih Enfamil Gentle Care. Atau lengkapnya susu Enfamil (Enfagrow) A + Gentle Care. Enfamil merupakan produk susu bubuk dari perusahaan Mead Johnson & Company asal Amerika Serikat. Enfamil adalah susu pertumbuhan dengan rendah … Baca Selengkapnya

11 Jus Buah untuk Penderita Asam Lambung

Anda sudah lama menderita asam lambung dan tidak kunjung sembuh? Mengatasi sakit asam lambung terkadang tidak mudah. Perlu cara yang tepat. Misalnya dengan minum jus buah untuk penderita asam lambung. Tetapi supaya asam lambung atau maag bisa sembuh dan tidak kambuh lagi, Anda perlu minum jus buah rutin tiap hari. Selain itu, hindari konsumsi buah … Baca Selengkapnya

Cara Menaikkan Massa Otot dengan Olahraga Biar Badan Gemuk

ANDA ingin menaikkan berat badan biar tidak tampak kurus? Punya badan kurus memang tidak nyaman. Bahkan mudah kena penyakit. Untuk mengatasinya, salah satunya dengan cara menaikkan massa otot.

Apakah massa otot itu?

Massa otot adalah sejumlah otot yang berada di dalam tubuh. Letak massa otot dalam tubuh berada di beberapa bagian, termasuk di rangka dan jantung

Salah satu cara menambah massa otot dengan rajin melakukan olahraga. Selain itu juga dengan menerapkan pola makan sehat. Termasuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Atau melakukan bulking, yaitu asupan kalori lebih besar daripada kalori yang keluar. 

Jika berolahraga, maka olahraga apa yang bisa menaikkan massa otot? Dengan massa otot yang meningkat, maka berat badan (BB) Anda akan naik.  

Baca: 12 Susu Penambah Berat Badan Untuk Orang Dewasa

cara menaikkan massa otot
olahraga menaikkan massa otot

 

Dari Olahraga Plank, Push Up, Bersepeda, Berenang, dsb.

Banyak jenis olahraga menaikkan massa otot yang ampuh (efektif) dan bisa Anda lakukan. Berikut ini beberapa olahraga terbaik yang bisa Anda pilih, yakni:

1. Plank – Siapkan Matras

Anda bisa melakukan plank di mana saja. Bisa juga di rumah. Yang penting sediakan matras untuk alas berolahraga.

Olahraga plank mirip push up. Hanya saja, badan bertumpu pada kedua lengan. Bukan telapak tangan seperti saat push up.

Plank bisa memperkuat massa otot panggul, punggung bawah, perut dan pinggang.

Cara melakukannya: posisi tubuh tengkurap dengan kedua lengan diatas matras. Sementara, kedua kaki menjulur lurus.

Setelah siap, maka tubuh angkat ke atas dengan perlahan. Kencangkan bokong dan otot perut dengan menarik ke pusar. Posisi punggung lurus.

Tahan posisi seperti itu sampai 30 detik. Jika belum mampu, ya lakukan bertahap. Dari 15 detik, 20 detik, dsb.

Jika sudah terbiasa, Anda mempertahan posisi tubuh sampai 3 menit.
Tidak hanya untuk menaikkan berat badan.

Olahraga plank punya banyak manfaat untuk kesehatan. Meskipun pelaksanaannya ringan dan mudah.

Mau coba?

Baca: Rajin Minum L Men, BB & Massa Otot Meningkat

2. Cara Menaikkan Massa Otot dengan Push Up

Sudah dikatakan bahwa olahraga plank mirip dengan push up. Yang terkenal dan banyak dilakukan masyarakat adalah push up. 

Oleh karena itu, Anda tidak akan kesulitan melakukan push up. Yang perlu Anda lakukan adalah rutin melakukan olahraga push up.

Bedanya dengan plank, maka push up bertumpu pada telapak tangan, bukan lengan.

Sementara, kaki bertumpu pada tumit. Ya, seperti saat melakukan plank.

Secara perlahan, Anda angkat tubuh ke atas. Posisi punggung lurus dengan kedua kaki. Adapun wajah menghadap ke lantai.

Dengan rajin melakukan push up, maka berat badan nantinya akan naik. Lakukan rutin sampai berat badan Anda ideal. Tidak kurus lagi.

3. Cara Menaikkan Masa Otot dg Bersepeda

Olahraga bersepeda juga bisa Anda lakukan untuk menaikkan berat badan. Ya, olahraga menaikkan massa otot.

Bersepeda untuk olahraga kesehatan kini menjamur sejak munculnya wabah covid 19.

Selain untuk membuat badan sehat dengan kekebalan yang tinggi sehingga tidak mudah kena covid, bersepeda juga bisa lakukan untuk menaikkan berat badan.

Bersepeda bisa menaikkan massa otot, terutama otot paha, betis dan perut.

Dengan berbagai otot tubuh yang kencang, maka kepadatan massa otot juga meningkat. Bisa membuat badan jadi gemuk akibat berat badan naik.

Cara: 15 Makanan Terbaik Untuk Mengatasi  Badan Kurus

Cara Mengencangkan Otot – Video berikut memperagakan bagaimana cara menguatkan massa otot. Ini penting supaya badan selalu sehat dan segar. Video ini karya SKWAD Fitness.(Red).

4. Menaikkan Massa Otot dengan Berenang

Suka berenang? Jika tidak, coba latihan renang. Tidak sulit kok. Yang jelas, rajin berenang bisa  menambah massa otot. Efeknya, berat badan kamu akan naik.

Anda tidak lagi kurus dan bahan ejekan teman.

Selama berenang, banyak otot yang bergerak dan beraktivitas. Misalnya otot tangan, kaki, leher, kepala, pinggang dan perut. Membuat berbagai otot kencang.

5. Lunges

Cara menaikkan massa otot lainnya adalah lunges. Anda bisa melakukan olahraga ini untuk membesarkan dan mengencangkan otot kaki dan pantat.

Caranya, yaitu:

  • Berdiri tegak, regangkan otot perut.
  • Rentangkan satu kaki seperti sedang melangkah. Condongkan tubuh ke depan seperti sedang berlutut hingga lutut membentuk sudut 90 derajat.
  • Dorong kembali tumit untuk mengangkat tubuh kembali ke posisi awal.
  • Ulangi olahraga yang Anda rasa nyaman dengan satu kaki.

Anda juga memilih jenis olahraga lainnya, misalnya:

  1. Squat
  2. Dips
  3. Drumbbell (mengangkat beban)
  4. Zumba
  5. Sit Up
lunges
olahraga lunges

Kapan Sebaiknya Melakukan Olahraga?

Anda sebaiknya melakukan olahraga rutin, paling tidak dua hari sekali. Atau 4 hari selama 1 minggu. Tiap berolahraga minimal 30 menit.

Mana waktu terbaik untuk berolahraga meningkatkan berat badan?

Menurut dr Meva Nareza, tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga pada waktu tertentu akan lebih berhasil.

Semua waktu sama. Pagi, siang, sore atau malam, Anda bisa berolahraga. Pilih waktu kapan Anda merasa nyaman dan bersemangat untuk berolahraga.

Baca Juga:

Itu yang akan membuat Anda bisa berolahraga dengan maksimal. Semoga artikel mengenai cara menaikkan massa otot dengan olahraga ini bermanfaat.

Manfaat Jogging Sore: Hilangkan Stres, Tidur Nyenyak, Tubuh Sehat

MANFAAT jogging sore bagi kesehatan tubuh sangat besar. Anda perlu mencoba. Luangkan waktu sebentar. Hasilnya akan membuat hidup Anda selalu sehat dan nyaman. (baca juga tanya jawab dengan dokter di bagian bawah artikel ini, Red).  Ya, pada awalnya lari sore memang terasa berat. Tetapi jika sudah terbiasa, apalagi sudah merasakan hasilnya, Anda akan terus bersemangat … Baca Selengkapnya

Panas Dalam – 4 Penyebab dan 7 Cara Mengatasinya

ANDA pernah menderita panas dalam? Istilah panas dalam sangat populer di masyarakat. Panas terjadi saat seseorang menderita sakit tenggorokan, sariawan, bibir kering, pecah-pecah, atau bau mulut. Tetapi, sebenarnya panas dalam itu apa? Menurut dr. Zulfikar Ihyauddin, gangguan kesehatan ini bukan penyakit. Tetapi kumpulan gejala dari penyakit di tenggorokan dan bagian mulut lainnya. Atau gejala awal … Baca Selengkapnya

Laktosa – 6 Manfaat Lactose Untuk Bayi dan Anak

APAKAH laktosa? Laktosa adalah gula alami yang ada di dalam susu. Termasuk salah satu komponen utama susu. Adapun manfaat laktosa banyak. Bagi bayi atau anak bisa sebagai sumber energi yang sangat penting. Selain itu juga bermanfaat untuk pengolahan makanan dan pembuatan obat-obatan. Laktosa atau lactose terdiri dari dua jenis gula, yaitu glukosa dan galaktosa. Gula … Baca Selengkapnya

Intoleransi Laktosa dan 7 Cara Mengatasinya

ADAKALANYA setelah minum susu, bayi atau anak menderita diare, perut kembung atau sering buang angin. Jika si kecil menderita seperti itu, kemungkinan besar karena intoleransi laktosa. 

Intoleransi laktosa adalah gangguan yang terjadi pada pencernaan akibat tubuh tidak bisa mencerna laktosa. Yaitu salah satu komponen dalam susu.

Seharusnya, laktosa dalam pencernaan diubah menjadi glukosa dan galaktosa. Pengubahan menggunakan enzim alami atau laktase.

Glukosa dan galaktosa selanjutnya diserap oleh tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.

Sayangnya, tubuh sebagian bayi atau anak tidak mampu menghasilkan banyak enzim laktase. Ini membuat laktosa tidak bisa tercerna ke usus besar.

Efeknya terjadilah laktosa intoleran atau intoleransi laktosa. Tidak hanya pada bayi dan anak. Intoleransi laktosa juga bisa terjadi pada remaja dan orang dewasa.

intoleransi laktosa
(foto:rejuve.co.id)

Penyebab Intoleransi Laktosa

Ada beberapa penyebab intoleransi laktosa. Berikut 4 penyebab intoleransi laktosa berdasarkan jenisnya, yaitu:

1. Intoleransi Laktosa Primer

Intoleransi ini terjadi akibat keturunan. Yaitu orang tuanya juga punya masalah pencernaan yang sama.

Jadi, penyebab laktosa intoleran ini adalah faktor keturunan. Intoleransi ini terjadi saat produksi laktase menurun.

Laktosa intoleran primer terjadi saat anak umur 2 tahun. Tetapi keluhan baru muncul saat anak sudah menginjak usia remaja atau dewasa.

2. Intoleransi Laktosa Sekunder

Intoleransi ini terjadi karena produksi laktase menurun. Penyebabnya adalah sakit celiac, infeksi usus, penyakit crohn atau radang usus besar.

Selain itu, penurunan laktase juga bisa disebabkan oleh efek kemoterapi atau konsumsi antibiotik jangka panjang.

3. Intoleransi Laktosa dalam Masa Perkembangan

Biasanya, laktosa intoleran jenis ini terjadi pada bayi yang lahir prematur. Saat lahir, usus bayi belum sempurna. Untunglah, kejadian ini hanya berlangsung sebentar.

Dengan bertambahnya usia dan perawatan bayi yang baik, gangguan masalah laktosa menghilang.

4. Intoleransi Laktosa Bawaan

Adakalanya laktosa intoleran ini terjadi akibat kelainan genetik dari orang tuanya sejak lahir.

Misalnya bayi lahir dengan sedikit enzim laktase atau tanpa enzim laktase sama sekali. Tetapi bayi seperti ini sangat jarang terjadi.

Gejala Intoleransi Laktosa

Ada baiknya Anda juga mengetahui gejala laktosa intoleran. Gejalanya muncul setelah mengonsumsi makanan minuman yang mengandung laktosa.

Ada yang ringan, sedang dan berat. Tergantung pada jumlah laktase yang diproduksi. Biasanya, gejala intoleransi laktosa muncul 30 menit sampai 2 jam setelah minum susu atau produk dari susu.

Gejalanya antara lain:

  • perut kembung
  • sering buang gas arau angin (kentut)
  • diare
  • perut terasa nyeri
  • mual dan muntah
  • kram
  • bagian tubuh bengkak

Adapun gejala intoleransi laktosa pada orang dewasa antara lain perut kembung dan kram, diare, perut kembung, dan mual.

Tentu saja, gejala yang dialami tiap penderita tidak sama. Keparahan gejala tergantung pada banyaknya laktosa yang dikonsumsi.

Untuk mengatasinya, tentu saja Anda perlu ke dokter. Terutama untuk memastikan apakah gejala yang Anda alami merupakan gangguan laktosa. Bukan akibat yang lain.

Misalnya akibat alergi protein susu sapi, sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome), radang usus, atau penyakit celiac.

Perlu Tes Intoleransi Laktosa

Untuk memastikan apakah Anda benar-benar menderita laktosa intoleran, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara mengenai kondisi pasien.

Untuk menegakkan diagnose, dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan, yaitu tes intoleransi laktosa. Ada 4 jenis tes laktosa:

1. Tes toleransi laktosa

Pada tes ini, dokter minta Anda mengonsumsi minuman tinggi laktosa. Setelah 2 jam, dokter akan cek hasilnya. Apabila kadar glukosa dalam darah tidak naik berarti Anda menderita gangguan laktosa.

2. Tes toleransi susu

Di sini, dokter minta Anda minum susu segelas. Jika hasilnya tidak membuat gula darah Anda naik berarti Anda menderita gejala laktosa intoleran.

3. Tes kadar hidrogen

Anda akan diminta puasa beberapa jam. Setelah itu minum susu dengan kadar laktosa tinggi.

Selanjutnya dokter mengukur kadar hidrogen Anda melalui napas tiap 15 menit. Itu dilakukan beberapa jam.

Jika hasilnya menunjukkan hidrogen tinggi berarti Anda menderita tidak mampu menyerap laktosa.

4. Tes keasaman feses

Biasanya tes ini untuk bayi atau anak. Tes ini mengukur kadar asam laktat pada sampel tinja.
Jika ditemukan adanya asam laktat di feses, diduga bayi atau anak menderita gangguan laktosa.

Cara Mengatasi Laktosa Intoleran

Ada beberapa cara mengatasi gangguan laktosa. Antara lain dengan minum susu bebas laktosa, susu rendah laktosa, dan makanan tanpa laktosa atau makanan rendah laktosa.

Ya, Anda harus hati-hati memilih makanan dan minuman. Tujuannya biar tidak terjadi komplikasi akibat tidak toleran laktosa. Misalnya terjadi kekurangan nutrisi atau osteoporosis.

Tetapi Anda tidak perlu khawatir. Masih banyak cara untuk mengatasinya. Antara lain dengan:

  • Minum susu bebas laktosa atau rendah laktosa. Misalnya Bebelac Free Laktosa, Cimory bebas laktosa, SGM bebas laktosa, dsb.
  • Makan ikan sarden dan makarel.
  • Mengkonsumsi sayuran hijau. Misalnya bayam, brokoli dan kacang-kacangan, pakcoy.
  • Makan tahu, tempe
  • Minum susu kedelai atau susu soya
  • Konsumsi suplemen enzim laktase untuk membantu tubuh mencerna laktosa
  • Pilih produk berlabel “bebas laktosa” atau “sedikit laktosa”.

Pengobatan Intoleransi Laktosa

Sampai sekarang belum ditemukan obat intoleransi laktosa. Demikian juga untuk meningkatkan produksi laktase. Sampai kini belum ada cara meningkatkan produksi laktase.

Oleh karena itu, yang bisa dilakukan oleh dokter adalah menyarankan agar Anda tidak mengonsumsi susu atau produk susu yang mengandung laktosa.

Penutup

Laktosa intoleran merupakan gangguan pencernaan yang tidak bisa menyerap susu atau makanan yang mengandung laktosa.

Meskipun demikian, ada beberapa cara mengatasinya sehingga tidak mengkhawatirkan kemungkinan akibat buruk bisa terjadi. Silakan pilih cara mana yang cocok.

Baik untuk penderita bayi, anak, remaja atau orang dewasa.

 

Cara Mencegah Kanker Prostat – Atasi Saat Buang Air Kecil Sulit

CARA mencegah kanker prostat. Siapa pun tidak ingin terkena kanker prostat. Tetapi,  kebanyakan orang periksa ke dokter setelah penyakitnya mencapai stadium lanjut. Akibatnya, penyembuhan penyakit tidak mudah. Oleh karena itu, kata Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM, Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U(K), orang perlu memeriksakan diri lebih dini. Sebab, dengan cara itu, mereka bisa segera mendapatkan pengobatan … Baca Selengkapnya