Ciri Ciri Bayi Diare, Penyebab dan Cara Mengatasi

Berita ratnasilvi 0 Comments

BAYI menderita diare merupakan kejadian yang umum dialami banyak bayi. Bayi pada tahap awal sejak kelahirannya memang sering buang air besar. Apakah itu ciri ciri bayi diare?

Jawabnya belum tentu. Maka, Bunda perlu tahu ciri-ciri bayi menderita diare biar tidak panik saat bayinya beberapa kali buang air besar.

Ciri-ciri bayi menderita diare antara bayi yang hanya mengonsumsi ASI dan mengomsumsi ASI ditambah susu formula atau hanya mengonsumsi susu formula tidak sama.

Yang jelas, bayi diare harus mendapatkan perhatian serius dari Bunda. Pertolongan harus cepat diberikan supaya sakitnya tidak makin parah.

Diare pada bayi, terutama pada bulan-bulan awal sejak lahir, bisa menyebabkan terjadinya komplikasi. Bayi diare dengan cepat akan mengalami dehidrasi.

Baca – Susu SGM LLM Untuk Bayi Penderita Diare

Bahkan, hanya dalam dua jam sejak diare, bayi bisa menderita dehidrasi. Kondisi ini sangat berbahaya.

5 Ciri Ciri Bayi Diare

Pertanyaannya, apa saja ciri ciri atau tanda bayi diare? Mengetahui ciri bayi terkena diare sangat penting, khususnya bagi Bunda.

Dengan mengetahui ciri-ciri atau tanda bayi diare, Bunda bisa segera memberikan pertolongan. Ini sangat penting karena terlambat memberikan pertolongan bisa berakibat fatal bagi si bayi.

Berikut ciri ciri bayi diare yang harus selalu diwaspadai. Bayi diare harus segera mendapatkan pertolongan.

ciri ciri bayi diare
berbulan-bulan bayi menderita diare (foto:medan.tribunnews.com)

1. Sering BAB Melebihi Hari-hari Sebelumnya

Misalnya Bunda menganggap bahwa bayinya sering buang air besar adalah biasa seperti hari-hari sebelumnya. Padahal itu diare. Karena dianggap sebagai buang air besar (BAB) biasa dan tidak segera diobati, maka sakitnya bisa makin parah.

Dalam Sebulan Sejak Lahir

Ciri ciri bayi BAB normal pada usia awal sejak kelahirannya adalah:

  • Jika si kecil hanya mengonsumsi ASI, maka BAB-nya bisa sampai 6 kali.
  • Bayi yang mengonsumsi susu formula bisa BAB sampai 8 kali.

Jika suatu saat si kecil BAB melebihi jumlah angka normal, itu pertanda si bayi mengalami diare. Misalnya bayi BAB sampai 8 – 9 kali.

Bayi Usia 2 Bulan Keatas

  • Ketika usia bayi menginjak 2 bulan, BAB normal bagi bayi yang hanya mengonsumsi ASI adalah 3 kali sehari.
  • Bagi bayi yang minum susu formula, BAB 1 – 2 kali sehari. BAB melebihi angka normal, maka itu tanda si kecil diare.

2. Bentuk Tinja Lebih Cair dan Bau

Ciri lain dari bayi menderita diare adalah bentuk atau tampilan feses (tinja) berbeda dari biasanya.

Apalagi perubahannya tampak drastis. Misalnya feses bayi lebih cair dari biasanya. Menebar bau busuk yang menyengat. Terkadang fesesnya berlendir.

Baca – 11 Susu Formula Dengan Kualitas Mendekati ASI

Bentuk tinja bayi yang sehat dan tidak diare adalah lunak dan kekuning-kuningan. Itu bagi bayi yang hanya mengonsumsi ASI.

Bagi bayi yang minum susu formula, fesesnya lebih padat dan warnanya kecoklatan.

3. Menderita Demam

Jika si kecil menderita demam, bisa jadi itu tanda si bayi menderita diare. Penyebab bayi diare antara lain infeksi bakteri, virus, dan parasit.

Kebiasaan anak sering memasukkan tangan atau mainan kotor ke mulut menimbulkan kuman yang bisa menyebabkan saluran pencernaan terkena infeksi.

Bayi menderita demam pertanda dia sedang melawan infeksi yang menyebabkan terjadinya diare.

Oleh karena itu, tidak semua demam harus diturunkan. Hanya suhu tubuh 38,9 – 40 derajat Celcius harus diturunkan. Sebab suhu yang tinggi bisa menyebabkan si kecil kekurangan air (dehidrasi).

4. Perut Mengeluarkan Bunyi Yang Agak Keras

Jika perut mengeluarkan bunyi yang agak keras dan tidak teratur, suaranya lebih nyaring, bisa jadi itu tanda si bayi menderita diare.

Dalam kondisi normal, perut juga terkadang berbunyi. Tetapi tidak keras. Perut bunyi adalah reaksi normal akibat kontraksi usus ketika mencerna makanan.

Perut mengeluarkan bunyi agak keras juga bisa diakibatkan oleh usus bayi yang terinfeksi virus.

Masalah pencernaan lain yang dapat bayi alami adalah perut sakit keras akibat kembung, mual, muntah, dsb. Atau si kecil sulit diajak makan.

5. Bayi Tampak Lemah, Sering Rewel

Tangisan bayi juga bisa mencerminkan dia sedang menderita diare. Ada kalanya bayi menangis tiba-tiba, tangisan terdengar kuat, tetapi ada kalanya tangisan bersuara lemah. Tergantung pada kondisi kesehatan bayi.

Baca – 10 Peringkat Susu Formula Paling Baik

Tetapi, secara umum jika bayi Anda terlihat lemah dan sangat rewel atau lebih rewel dari biasanya, ini bisa menjadi tanda ia sedang mengalami diare. Tentu saja Bunda harus segera mengatasinya.

Penyebab Diare pada Bayi 

Apa saja penyebab diare pada bayi? Untuk bisa mengatasi diare sampai tuntas, Bunda perlu tahu apa penyebab diare yang dialami si kecil. Dengan menghindari penyebab diare, si kecil bisa terhindar dari penyakit diare.

Jika si kecil sudah menderita diare, cara mengatasi diare bisa tepat sasaran dengan mengetahui penyebabnya. Artinya, cara mengatasi diare bisa tepat sehingga bisa menyembuhkan dengan cepat.

Penyebab diare pada bayi antara lain:

1. Intoleransi laktosa. Dalam ASI ataupun produk susu terdapat laktosa, sumber protein terpenting. Tetapi, tak semua bayi bisa menerima laktosa akibat si bayi belum mampu menghasilkan enzim laktase yang bisa mencerna laktosa.

Solusinya, Bunda bisa mengganti susu untuk bayi engan susu formula khusus tanpa laktosa.

2. Cara penyajian belum tepat. Adakalanya penyebab diare pada bayi adalah penyajian susu formula belum benar. Belum sesuai dengan aturan pemakaian.

Tetapi jika sudah menyediakan susu formula sesuai dengan petunjuk dan bayi masih diare, bahkan juga muntah-muntah, sembelit, ya perlu dikonsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

3. Alergi makanan. Penyebab diare pada bayi juga disebabkan makanan yang dikonsumsi Bunda. Ini untuk diare bayi usia 0 – 6 bulan. Maka, Bunda yang menyusui juga harus hati-hati.

Untuk bayi yang alergi makanan seperti, Bunda sebagai menghindari konsumsi makanan penyebab alergi. Antara lain makanan rasa pedas, makanan berkafein dan makanan rasa asam.

7 Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Apa yang harus Bunda lakukan jika si kecil menderita diare, apalagi sampai terjadi dehidrasi (kekurangan air putih)? Ya, menurut dr Kevin Adrian, Bunda bisa melakukan hal-hal berikut:

1. Pastikan si kecil mendapatkan asupan cairan yang cukup

Baca – Empat Peringkat Susu Formula Untuk Bayi Lahir Prematur

2. Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, berikan ASI seperti biasanya. Tetapi, tiap kali si kecil mencret atau muntah, berikan ASI sebagai asupan tambahan. Jika si kecil sudah berusia diatas 6 bulan, berikan larutan oralit tiap kali mencret atau muntah. Gunakan air bersih untuk melarutkan oralit.

3. Ukuran pemberian oralit adalah setengah cangkir untuk bayi di bawah usia 2 tahun dan satu cangkir larutan oralit untuk anak usia diatas 2 tahun. Berikan oralit ketika anak mencret atau muntah.

4. Jangan memberikan obat antidiare pada bayi. Obat antidiare bisa mengakibatkan efek samping yang serius. Obat antidiarena hanya boleh diberikan kepada anak usia 12 tahun keatas.

5. Jika si kecil sudah berusia 6 bulan, berikan makanan padat. Bisa diberikan nasi, pisang, bubur, apel, roti, pasta, atau kentang tumbuk. Tetapi jika masih muntah-muntah, hentikan pemberian makanan padat. Jika si kecil tidak mau makan, berikan asupan cairan yang cukup biar tidak terjadi dehidrasi.

Baca – Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi 6 – 12 Bulan

6. Bunda bisa memberikan sirup atau tablet zinc selama 10 hari berturut-turut. Dosis pemberian zinc bisa mengikuti resep dokter.

7. Jika diare masih saja terjadi, ya bawa si kecil periksa dokter.

Penutup

Munculnya bayi diare perlu Bunda waspadai. Dalam kondisi yang masih lemah, si kecil mudah terkena diare. Banyak penyebab mengapa bayi bisa terkena diare.

Jika sudah kena diare, segera atasi dengan cepat biar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.