Gusi Bengkak pada Anak – Penyebab dan Cara Mengobatinya

Bau Mulut, Sakit Gigi 0 Comments

GUSI bengkak pada anak. Waspadai jika anak Anda sering menolak ketika disuruh makan. Jangan-jangan itu akibat gusinya bengkak. Jika betul giginya sakit atau bengkak, Anda harus segera berusaha menyembuhkannya.

Gusi bengkak jangan dianggap sepele. Sebab, jika gusi bengkak dibiarkan, maka penyakitnya bisa bertambah parah. Tentu saja, efeknya akan lebih berat bagi anak Anda.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menyembuhkan gusi bengkak pada anak?

8 Gejala Gusi Bengkak pada Anak yang Perlu Anda Kenali

Gusi bengkak pada anak sesungguhnya merupakan tahap awal dari penyakit gusi ((periodontal). Jika penyakit gusi itu berlanjut, maka kondisinya bisa lebih parah, yakni meningkat menjadi periodontitis. Gusi menjadi longgar dan akhirnya gigi di atas gusi mudah dicabut.

gusi bengkak pada anak
anak periksa gusi bengkak (foto:nulis.babe.com)

Untuk mencegah terjadinya gusi bengkak yang lebih parah, orang tua perlu tahu apa saja gejala gusi bengkak. Dengan mengehui gejalanya, orang tua bisa segera mengatasinya agar penyakit gusi bisa segera diatasi atau disembuhkan.

Gejala penyakit gusi bengkak antara lain:

  1. Saat Anda menyikat gigi atau melakukan flossing, ada gusi yang berdarah.
  2. Ada perubahan warna pada gusi yang cenderung ke warna merah
  3. Meskipun sudah menyikat gigi, bau mulut masih menyengat
  4. Kondisi gigi menjadi longgar dengan gusi
  5. Ada plak seperti sariawan keabu-abuan pada gusi atau bagian dalam pipi sering meneteskan air liur
  6. Gigi berubah menjadi sangat sensitif terhadap panas atau dingin
  7. Selalu menolak makan dan minum.

Baca – 6 Cara Menyembuhkan Gusi Bengkak dan Berdarah

Penyebab Gusi Bengkak pada Anak

Selain mengetahui gejalanya, Anda juga perlu mengetahui penyebab anak mengalami gusi bengkak. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa segera mengatasi gusi bengkak.

Penyebab gusi anak menderita bengkak adalah:

1.Kebersihan Gigi Anak Kurang Terpelihara

Misalnya anak tidak menyikat gigi dengan teratur. Sebaiknya, biasakan anak menyikat gigi setelah sarapan pagi atau saat mandi pagi dan menjelang tidur malam.

Dengan menyikat gigi secara teratur, kebersihan gigi, gusi dan mulut bisa terpelihara dengan baik. Bahaya gusi bengkak bisa dihindarkan.

2. Penumpukan plak

Plak adalah lapisan kuman yang menempel dengan lengket pada gigi dan gusi anak. Jarang menyikat gigi dan flossing (membersihkan sisa makanan di sela gigi) adalah penyebab munculnya plak pada gigi. Banyaknya plak dapat mengakibatkan gusi anak menjadi bengkak.

Baca – Gusi Bengkak Bernanah Tidak Kunjung Sembuh, Mengapa?

Mengapa bisa terjadi plak? Ya, karena kebersihan gigi kurang terpelihara dengan baik. Banyak bakteri pada plak yang bisa merusak gusi anak dengan terjadinya gusi bengkak.

3. Perubahan plak menjadi tartar (karang gigi)

Plak yang tidak diatasi dan dibersihkan bisa berubah menjadi tartar atau karang gigi. Dalam kondisi seperti itu, usaha Anda harus lebih keras. Sebab, usaha menghilangkan karang gigi tidak mudah.

Terpaksa Anda harus pergi ke dokter gigi. Dokter akan melakukan pembersihan plak secara profesional.

Cara mengobati dan mengatasi gusi anak bengkak

Cara mengobati gusi bengkak pada anak sesungguhnya mudah. Anda bisa melatih anak untuk melakukan sendiri. Yaitu:

1.Berkumur dengan obat kumur

Biasakan anak berkumur dengan obat setelah menyikat gigi. Sediakan obat kumur khusus untuk anak. Misalnya obat kumur Cusson Kids Mouthwash Minty Orange rasa jeruk isi 250 ml. Harganya Rp 24.000.

Baca – Cara Merapikan Gigi yang Tidak Teratur Secara Alami

Banyak obat kumur anak dijual di toko online. Misalnya merk Listerine, Total Care Junior Mouthwash Bubblegum Strawberry [250 mL], dsb. Obat kumur akan mengatasi infeksi dan peradangan mulut serta mempercepat penyembuhan gusi bengkak.

2. Menyikat gigi secara teratur dan floassing

Melakukan sikat gigi secara teratur pagi dan malam adalah cara yang ampuh untuk menghindari gusi bengkak. Cara yang sangat mudah dan murah.

Pada awal mula, mungkin anak akan menolak untuk sering menggosok gigi. terutama usia 1 – 3 tahun. Tetapi, orang tua tidak boleh menyerah.

Dengan bujuk rayu yang baik, anak akhirnya terbiasa menggosok gigi. Beri pujian jika anak Anda rajin menggosok gisi biar tambah semangat.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.

 

!-- Ads 300x250 -->