Janin – Perkembangannya dari Trimester 1 Sampai Trimester 3

BAGI Bunda yang mulai hamil, ada baiknya mengenali proses perkembangan calon bayi atau janin dalam kandungan. Tujuannya agar Bunda bisa mengetahui dengan cepat jika terjadi gangguan kesehatan pada calon bayi.

Bunda bisa segera periksa dokter jika Bunda tidak bisa mengatasi sendiri. Apalagi bagi Bunda yang baru pertama hamil, mengenali perkembangan janin dari trimester pertama sampai ketiga sangat penting.

Walaupun perkembangannya terjadi dari minggu ke minggu, umumnya para ahli membagi perkembangan janin jadi tiga fase. Yakni trimester 1, trimester 2 dan trimester 3.

Biar calon bayi tumbuh dengan baik dan lahir lancar, Bunda perlu minum susu penambah berat badan janin atau vitamin penambah berat badan janin.

Perkembangan Janin dari Minggu Ke-3 Sampai Ke-42

janin

daftar makanan terbaik untuk ibu hamil (foto:bukalapak.com)

Trimester Pertama: Organ-organ Mulai Terbentuk

Berikut mengenai perkembangan calon bayi pada trimester pertama. Yakni, usia janin 1 bulan, janin 2 bulan, dan janin 3 bulan. Pada trimester pertama ini, Bunda mulai merasakan tanda kehamilan.

Pada Minggu ke-3: sel telur mulai berkembang. Membentuk kantung untuk calon bayi dan plasenta. Sel darah  terbentuk dan sirkulasi darah pun dimulai.

Minggu ke-4 akhir: Bentuk calon bayi 1 bulan berukuran 0,6 cm, lengkap dengan tabung jantung yang berdenyut 65 kali/ menit. Bunda pun mulai merasakan gejala hamil; mudah lelah, payudara membesar dan tidak menstruasi (haid) lagi. .

Minggu ke-6: wajah, hidung, mulut, telinga, rahang bawah dan tenggorokan telah terbentuk.

Di Minggu ke7: calon bayi mulai punya tangan dan kaki.

Minggu ke-8 sampai ke-10: calon bayi berukuran panjang hampir 3 cm, banyak gerak dan mulai tampak seperti manusia. Selain itu bayi siap berkembang.

Minggu ke 11 sampai ke-13: otaknya telah berkembang, ginjal mulai mengeluarkan urine dan jari tangan tampak mengepal. Pada trimerter pertama, panjang bayi mencapai 8 cm.

Terimester Kedua: Berbagai Organ Tubuh Janin Terlihat Melalui USG

Pada trimester kedua, calon bayi makin kuat. Tidak ada lagi resiko keguguran. Berat badan calon bayi 42 gram dengan panjang 9 cm. Tulang dan tengkorak makin mengeras. Bisa dilihat melalui USG.

Untuk mendukung peningkatan berat badan calon bayi, Bunda bisa mengonsumsi makanan penambah berat badan janin. Pilih makanan yang Bunda sukai.

Minggu ke-14 sampai 15: mulai bisa mendeteksi cahaya.

Minggu ke-16 sampai ke-18: Calon bayi tumbuh dengan cepat. Alat kelaminnya pun telah sempurna. Bisa dilihat via USG.

Pada Minggu ke-19 sampai ke-20: mulai bisa mendengar suara Bunda. Banyak menelan dan memproduksi kotoran atau mekonium.

Minggu ke-21 smpai ke-22: tampak seperti manusia kecil.

Di Minggu ke-25: rambut dan alis mulai tumbuh. BB (berat badan) terus bertambah, apalagi kini sudah punya lemak.

Minggu ke-26: mulai bisa menghirup dan mengelaurkan cairan plasenta atau air ketuban. Tanda janin sehat dan berlatih nafas.

Minggu ke-27: mulai dapat membuka mata dan menutup mata. Mengisap jari-jari tangan, bahkan cegukan.

Pada minggu ke-27: janin mulai bisa membuka dan menutup matanya, menghisap jari-jarinya, bahkan cegukan.

Trimester Ketiga: Waspadai Darah Tinggi, Keputihan dan Siap Melahirkan

Berat janin terus meningkat. Memasuki trimester ke-3, berat badan janin sekitar 1 kg. Otot dan paru-paru juga terus berkembang.

Demikian pula kepala, tumbuh sesuai dengan perkembangan sel saraf di otak. Mata janin mulai dapat berkedip. bulu mata dan kukunya tumbuh, dan rambutnya lebih banyak. Berat badan sekitar 3 kg dan panjang 48 cm.

Untuk Bunda sendiri, waspadai munculnya darah tinggi dan keputihan.

Pada minggu ke-31 sampai ke-33:  tendangan janin makin kuat. Bunda pun mulai mulai mengalami kontraksi, tetapi palsu.

Bunda mulai merasa nyeri di ulu hati dan sesak napas. Bahkan merasa makin tidak nyaman di tempat tidur.

Minggu ke-36: Posisi bayi makin turun ke area panggul. Waktu persalinan dekat.

Minggu ke-37: Bunda sering menderita keputihan dan kontraksi.

Di minggu ke-39: Jika air ketuban akan pecah berarti Bunda segera melahirkan. Segera hubungi dokter atau datang ke rumah sakit bersalin.

Jika sampai waktu perkiraan melahirkan ternyata belum ada tanda-tanda bayi akan lahir, Bunda tidak perlu khawatir ataupun panik. Hal semacam sering terjadi.

Apabila sampai minggu ke-42 bayi belum juga lahir, maka Bunda kemungkinan harus menjalani prosedur induksi persalinan.

Penutup

Mengenali perkembangan janin dalam kandungan sejak bulan pertama kehamilan sampai saat calon bayi akan  lahir sangat penting.

Dengan itu, Bunda bisa selalu menjaga agar pertumbuhan berat badannya bisa terkontrol sampai akhirnya lahir dengan lancar.