Kanker Kelenjar Getah Bening – Pengalaman Cara Menyembuhkan

Berita, Kanker Otak 0 Comments

KANKER kelenjar getah bening – Intan Khasanah, gadis usia 23 tahun dari Padang, Sumatera Barat sekarang bisa sembuh dari kanker getah bening (Limfoma Hodgkin) stadium 4. Semangat dan optimisme yang tinggi akhirnya mampu membuat olahragawan ini bebas dari kanker yang diidapnya sejak tahun 2013.

Untuk sakit kankernya ini, dia sudah menjalani kemoterapi 26 kali, radiasi 70 kali dan 5 kali menjalani operasi. Termasuk bedah saraf tulang belakang, pasang kateter di paru-paru, dan pasang chemoport. Dia dinyatakan sembuh dari kanker oleh dokter pada Juli 2019 lalu.

“Ini pertama kali aku ikut event lari, sebelumnya gak pernah. Karena aku suka tantangan, aku pengen kasih challenge baru untuk diri aku. Aku dulu sempat lumpuh dan dibilang kakiku gak bisa balik lagi, sekarang aku ikut event lari.

Baca – 9 Ciri-ciri Kanker Otak dan Perubahan Perilaku Penderita

“Dulu aku juga sempat susah napas. Setelah sembuh dari kanker, sekarang aku lari. Itu kan butuh paru-paru yang kuat. Terlebih juga acara ini untuk fund raising. Jadi untuk anak-anak di Yayasan Pita Kuning dan pejuang kanker” kata Intan seperti dikutip oleh detikHealth, Selasa (20/8/2019).

kanker kelenjar getah bening
tanda kena kanker getah bening stadium awal (foto:aoglamedia.com)

Lari 4 Km Tiap Hari Persiapan untuk Ikut Borobudur Marathon

Tentu saja, ada beberapa tantangan atau persiapan yang harus dilakukan menyambut Borobudur Marathon 2019 bulan November mendatang.

“Aku belakangan, kalau lagi kecapean banget dan pola hidup kacau, pasti aku lemes dan keringat dingin. Jadi ini tantangan aku untuk jaga badan supaya selalu fit,” jelasnya.

Sebagai persiapan, sekarang ini Intan mengikuti program lari 20 kilometer per minggu yang diakumulasi. Contohnya, dalam 5 hari dia lari sehari 4 kilometer. Dalam 5 hari lari sepanjang 20 kilimeter.

Gadis yang pernah lumpuh kakinya ini merasa sangat senang luar biasa mampu menyiapkan diri untuk ikut Borobudur Marathon 2019.

“Miracle does exist buat orang-orang yang terus berjuang dan tidak berhenti berharap sama yang Maha Kuasa,” katanya.

Menurut Intan, dia bisa bersemangat sangat tinggi hingga mampu melewati berbagai kesulitan yang berat karena motivasi dari dr Muhammad Kamil yang juga seorang pelari dan penderita kanker.

Baca – 9 Cara Memperbaiki Gigi yang Tidak Rapo Secara Alami

“Iya dia yang menjadi inspirasiku. Dia juga sudah banyak menjalani operasi dan sudah banyak organ artifisial di tubuhnya. Tapi dia masih bisa lari. Bahkan dia jadi penggerak gerakan “Miles to Share”. Itu gokil banget,” ceritanya.

Pernah Didiagnose Menderita Sakit Paru

Sebelum dinyatakan menderita kanker getah bening stadium 4, oleh dokter rumah sakit di kota tempat tinggalnya dia dinyatakan kena penyakit paru-paru.

“Itu terjadi tahun 2013. Waktu itu aku masih kelas 3 SMA, masih umur 17 tahun. Waktu pertama didiagnosis kanker sempat salah diagnosis. Waktu itu ketemu benjolan di leher. Sempat dibiopsi di rumah sakit di Pekanbaru. Terus dicek, bilangnya TB (tuberkulosis). Padahal waktu itu aku nggak batuk-batuk. Ya, lagi lincah-lincahnya lah,” kata Intan.

Waktu itu Intan percaya saja dengan diagnosis dokter. Sebulan kemudian ia menjalani tes laboratorium. Hasilnya tetap dikatakan dia mengidap TB.
Selama 8 bulan ia menjalani pengobatan. Tetapi benjolan di lehernya justru terlihat semakin besar. Untuk berjalan saja ia merasa terengah-engah.

Diperiksa lagi dikatakan paru-parunya penuh cairan. Waktu itu dia harus menjalani penyedotan cairan tanpa anestesi. Dia pun merasakan sakit yang luar biasa.

“Kalau tidur aku harus duduk. Kalau nggak duduk, sesak nafas. Aku tetap disuruh operasi. Bahkan aku koma beberapa jam, terus bangun udah di ICU. Sebelumnya aku dipasangi ventilator juga. Karena kondisiku sejelek itu, orang tuaku meminta rujukan yang lebih baik,” lanjutnya.

Baca – 5 Cara Menghilangkan Bau Jengkol di Kamar Mandi

Akhirnya Intan diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat evakuasi dan dirawat di RSUP Persahabatan. Setelah melalui serangkaian tes, ternyata dia tidak menderita TB. Melainkan menderita kanker kelenjar getah bening dan telah mencapai stadium 4. Bahkan sudah mengalami metastase (penyebaran) ke paru-paru.

Melakukan Kesalahan hingga Kakinya Lumpuh

Di Rumah Sakit (RS) Persahabatan Jakarta, Ia menjalani kemoterapi 6 kali. Selama dalam pengobatan, dia bolak balik Pekanbaru – Jakarta. Selain itu, dia juga tetap masuk sekolah. Dia tidak ingin ketinggalan pelajaran. Dia pun akhirnya bisa diterima sebagai mahasiswa Universitas Indonesia Jakarta.

Pada tahun 2014, dia melakukan kesalahan dengan melakukan pengobatan alternatif. Dia pun harus menjalani perawatan lagi. Ketika itu, kankernya sudah menyebar sampai ke tulang belakang. Punggungnya terasa sangat sakit. Dari hasil foto scan diketahui kankernya telah menekan syaraf di tulang punggung yang mengatur syaraf motorik.

Baca – 11 Makanan Penyebab Penyakit Vertigo Kambuh

Akibatnya, secara bertahap kakinya menderita lumpuh total. Ini adalah mimpi terburuk baginya. Dokter menyarankan segera operasi untuk menghindari lumpuh permanen. Selama 2,5 bulan usai operasi, Intan berfokus untuk kembali berjalan dan akhirnya berbuah hasil. Kakinya bisa kembali untuk berjalan. Dia sangat senang tentunya. Kini, dia bisa sembuh dari kanker getah bening.

!-- Ads 300x250 -->