Kanker Kelenjar Getah Bening – Pengalaman Cara Menyembuhkan

KANKER kelenjar getah bening – Intan Khasanah, gadis usia 23 tahun dari Padang, Sumatera Barat sekarang bisa sembuh dari kanker getah bening (Limfoma Hodgkin) stadium 4.

Semangat dan optimisme yang tinggi akhirnya mampu membuat olahragawan ini bebas dari kanker yang diidapnya sejak tahun 2013.

Untuk sakit kankernya ini, dia sudah menjalani kemoterapi 26 kali, radiasi 70 kali dan 5 kali menjalani operasi.

Termasuk bedah saraf tulang belakang, pasang kateter di paru-paru, dan pasang chemoport. Dia akhirnya dinyatakan sembuh dari kanker kelenjar getah bening.

“Ini pertama kali aku ikut event lari, sebelumnya gak pernah. Karena aku suka tantangan, aku pengen kasih challenge baru untuk diri aku.

“Aku dulu sempat lumpuh dan dibilang kakiku gak bisa balik lagi, sekarang aku ikut event lari.

“Dulu aku juga sempat susah napas. Setelah sembuh dari kanker, sekarang aku lari. Itu kan butuh paru-paru yang kuat.

“Terlebih juga acara ini untuk fund raising. Jadi untuk anak-anak di Yayasan Pita Kuning dan pejuang kanker” kata Intan seperti dikutip oleh detikHealth.

Baca: Minum Susu Kefir Bisa Mencegah Sakit Kanker

kanker kelenjar getah bening
tanda kena kanker getah bening stadium awal (foto:aoglamedia.com)

Lari 4 Km Tiap Hari Persiapan untuk Marathon

Tentu saja, ada beberapa tantangan atau persiapan yang harus dilakukan untuk mengikuti lomba maraton.

“Aku belakangan, kalau lagi kecapean banget dan pola hidup kacau, pasti aku lemes dan keringat dingin. Jadi ini tantangan aku untuk jaga badan supaya selalu fit,” jelasnya.

Sebagai persiapan, sekarang ini Intan mengikuti program lari 20 kilometer per minggu yang diakumulasi. Contohnya, dalam 5 hari dia lari sehari 4 kilometer. Dalam 5 hari lari sepanjang 20 kilimeter.

Gadis yang pernah lumpuh kakinya ini merasa sangat senang luar biasa mampu menyiapkan diri untuk ikut Borobudur Marathon 2019.

“Miracle does exist buat orang-orang yang terus berjuang dan tidak berhenti berharap sama yang Maha Kuasa,” katanya.

Menurut Intan, dia bisa bersemangat sangat tinggi hingga mampu melewati berbagai kesulitan yang berat karena motivasi dari dr Muhammad Kamil yang juga seorang pelari dan penderita kanker.

“Iya dia yang menjadi inspirasiku. Dia juga sudah banyak menjalani operasi dan sudah banyak organ artifisial di tubuhnya. Tapi dia masih bisa lari. Bahkan dia jadi penggerak gerakan “Miles to Share”. Itu gokil banget,” ceritanya.

Baca: Cara Mencegah Kanker Prostat – 5 Cara Untuk Mengatasi

Pernah Didiagnose Menderita Sakit Paru

Sebelum dinyatakan menderita kanker getah bening stadium 4, oleh dokter rumah sakit di kota tempat tinggalnya dia dinyatakan kena penyakit paru-paru.

“Waktu itu aku masih kelas 3 SMA, masih umur 17 tahun. Pertama dokter mendiagnosis dia kena kanker sempat salah diagnosis. Saat itu ketemu benjolan di leher.

“Sempat dibiopsi di rumah sakit di Pekanbaru. Terus dicek, bilangnya TB (tuberkulosis). Padahal waktu itu aku nggak batuk-batuk. Ya, lagi lincah-lincahnya lah,” kata Intan.

Waktu itu dokter mendiagnosis dia kena sakit paru, sebulan kemudian ia menjalani tes laboratorium. Hasilnya tetap menyatakan dia mengidap TB.

Selama 8 bulan ia menjalani pengobatan. Tetapi benjolan di lehernya justru terlihat semakin besar. Untuk berjalan saja ia merasa terengah-engah.

Pemeriksaan berikutnya menunjukkan paru-parunya penuh cairan. Waktu itu dia harus menjalani penyedotan cairan tanpa anestesi. Dia pun merasakan sakit yang luar biasa.

“Kalau tidur aku harus duduk. Kalau nggak duduk, sesak nafas. Aku tetap harus menjalani operasi. Bahkan aku koma beberapa jam, terus bangun udah di ICU.

“Sebelumnya aku harus menggunakan ventilator juga. Karena kondisiku sejelek itu, orang tuaku meminta rujukan yang lebih baik,” lanjutnya.

Baca: 5 Suplemen Omega3 Bisa Mencegah Kanker

Akhirnya Intan diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat evakuasi dan dirawat di RSUP Persahabatan.

Setelah melalui serangkaian tes, ternyata dia tidak menderita TB. Melainkan menderita kanker kelenjar getah bening dan telah mencapai stadium 4.

Bahkan sudah mengalami metastase (penyebaran) ke paru-paru.

Melakukan Kesalahan hingga Kakinya Lumpuh

Di Rumah Sakit (RS) Persahabatan Jakarta, dia menjalani kemoterapi 6 kali. Selama dalam pengobatan, dia bolak balik Pekanbaru – Jakarta.

Selain itu, dia juga tetap masuk sekolah. Dia tidak ingin ketinggalan pelajaran. Akhirnya bisa melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia Jakarta.

Dia mengaku pernah melakukan kesalahan dengan melakukan pengobatan alternatif. Akibatnya, dia pun harus menjalani perawatan lagi. Ketika itu, kankernya sudah menyebar sampai ke tulang belakang.

Punggungnya terasa sangat sakit. Dari hasil foto scan, kankernya telah menekan syaraf di tulang punggung yang mengatur syaraf motorik.

Akibatnya, secara bertahap kakinya menderita lumpuh total. Ini adalah mimpi terburuk baginya.

Baca: 10 Makanan Bisa Mencegah Sakit Kanker Payudara

Lakukan Operasi Biar Tidak Lumpuh Permanen

Dokter menyarankan segera melakukan operasi untuk menghindari lumpuh permanen. Selama 2,5 bulan usai operasi, Intan berfokus untuk kembali berjalan dan akhirnya berbuah hasil.

Kakinya bisa kembali untuk berjalan. Dia sangat senang tentunya. Kini, dia bisa sembuh dari kanker getah bening.

Apa Tanda atau Gejala Kanker Getah Bening?

Ada beberapa tanda atau gejala getah bening. Jika Anda menemukan sesuatu seperti tanda atau gejala kanker getah bening pada tubuh Anda, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Tujuannya untuk memastikan apakah itu gejala kanker getah bening atau bukan. Sebab, kanker getah bening termasuk kanker ganas. Jika tidak segera diatasi, kankernya cepat menyebar luas. 

Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM menjelaskan paling tidak ada 6 gejala atau tanda kanker getah being. Yakni:

1. Bengkak di sekitar kelenjar getah bening. Misalnya di sekitar leher, ketiak, pangkal paha. Tampilannya ada beberapa benjolan dan tidak sakit. 

2. Berkeringat di malam hari tanpa sebab yang jelas. Terkadang disertai badan tidak enak (meriang) dan gatal-gatal.

3. Sering demam. Demam ini muncul, hilang, muncul lagi dan seterusnya. Ya, timbul tenggelam.

4. Mudah merasa lelah. Saat melakukan kegiatan cepat kehabisan nafas. 

5. Berat badan terus turun tanpa sebab yang jelas. Penurunan berat badan bisa mencapai 10% selama 6 bulan.

6. Perut terasa penuh. Ya, selalu merasa kenyang berlebih. 

Jika Anda merasakan gejala atau tanda seperti tersebut di atas, sebaiknya segera periksa dokter. Jika hasil pemeriksaan dokter menyatakan itu bukan tanda kanker kelenjar getah bening, tentu Anda patut bersyukur. Anda tetap sehat. 

Baca: 9 Ciri Kanker Otak & Perubahan Perilaku Penderita

Grafis Penyebab Kanker Kelenjar Getah Bening

Untuk melengkapi informasi tentang masalah kanker kelenjar getah bening, berikut ini grafis mengenai penyebab kanker kelenjar getah bening. Grafis karya tribun network (tribunnews.com).

kanker kelenjar getah bening

Semoga informasi mengenai kanker kelenjar getah bening ini bermanfaat untuk Anda semua. (update, 18 November 2021).

Tinggalkan komentar