Kesehatan Bayi – Kini BPJS Buka Pelayanan untuk Bayi

Berita 0 Comments

PELAYANAN asuransi dari BPJS kini diperluas dengan menerima kepesertaan bayi yang baru lahir. Tujuannya untuk menjamin kesehatan bayi yang telah lahir sehingga bisa tumbuh sehat tanpa gangguan apa pun.

Layanan asuransi untuk bayi yang baru lahir tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan. Tentu saja, untuk menjadi peserta asuransi kesehatan BPJS, orang tuanya harus sudah menjadi peserta asuransi BPJS.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, bayi baru lahir dari ibu yang telah menjadi peserta jaminan kesehatan wajib didaftarkan kepada BPJS Kesehatan. Pendaftaran paling lama 28 hari setelah hari kelahiran si bayi.

Layanan Kesehatan Bayi untuk Meningkatkan Harapan Hidup

Adanya layanan kesehatan untuk bayi yang belum lama dilahirkan sebagai jawaban atas permintaan masyarakat, terutama dari warga yang kurang mampu. Dengan layanan BPJS untuk bayi, maka bayi yang dilahirkan bisa mendapatkan seluruh layanan kesehatan yang diperlukan.

Baca Juga: Mencegah Darah Tinggi – Restoran Membatasi Sajian Gula & Garam

Ini bisa meminimalkan tingkat kematian bayi. Baik saat dilahirkan maupun pasca-kelahiran. Masalah kesehatan untuk si bayi memang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan (Kemkes).

kesehatan bayi

Dengan layanan kesehatan untuk bayi, maka harapan hidup bayi lahir menjadi meningkat.

“Jangan sampai nanti ada bayi baru lahir dan tidak dirawat karena kendala biaya,” kata Iqbal.
Pembayaran iuran untuk bayi yang baru lahir dilakukan oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta pada saat mendaftar paling lama 28 hari sejak bayi dilahirkan.

Manfaat jaminan kesehatan dari BPJS juga berlaku bagi bayi baru lahir dari peserta paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

Dalam peraturan ini juga tertuang bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu kandung yang terdaftar sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) secara otomatis ditetapkan sebagai peserta PBI jaminan kesehatan. Aturannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

“Bayi yang dilahirkan bukan dari peserta jaminan kesehatan nasional (JKN), maka berlaku ketentuan pendaftaran peserta dalam 14 hari,” jelasnya.

Didaftarkan Sebagai Peserta BPJS Sejak Masih di Kandungan

Dalam peraturan sebelumnya dijelaskan bahwa bayi bisa didaftarkan sebagai peserta asuransi BPJS sejak masih dalam kandungan. Yakni, sejak bayi memiliki denyut jantung. Jadi, janin dalam kandungan sudah bisa didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS.

Aturan ini penting agar calon bayi bisa mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan sejak dini. Biaya kelahiran bayi dan pelayanan kesehatan lain bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Cara pendaftaran dilakukan dengan menggunakan nama orang tua atau ibunya. Misalnya, “Calon bayi Ny A”. Jadi, pendaftaran janin yang masih dalam kandungan menggunakan identitas orang tuanya.

Nanti setelah bayi lahir, maka orang tua bayi bisa mengurus perubahan nama dan identitas bayinya paling lambat 3 (tiga) bulan setelah bayi lahir. Pengurusan bisa dilakukan di Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat.

Dalam hal ini tidak ada pembayaran iuran saat bayi masih dalam kandungan. Pembayaran iuran baru dikenakan setelah bayi lahir. Bukan sejak calon bayi didaftarkan.

Bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), apabila calon bayinya adalah anak ke-1 sampai ke-3, otomatis akan mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan begitu lahir.

Sesudah bayi lahir, orang tua sebaiknya segera melapor ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat. BPJS segera akan membuatkan kartu sementara untuk si bayi.

Kartu sementara bisa dibawa ke BPJS Kesehatan Center di RS setempat. Bayi akan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Penutup

Demikian informasi mengenai layanan kepesertaan BPJS untuk bayi yang baru dilahirkan, termasuk proses pendaftarannya. Tujuan layanan ini untuk menekan kematian bayi yang dilahirkan.

Selama ini, kematian bayi masih cukup tinggi, yakni 25,5 per 1.000 bayi. Artinya, dari kelahiran 1.000 bayi, rata-rata bayi yang meninggal 25 bayi.

Dibandingkan dengan angka kematian bayi tahun 1991, tentu saja ini adalah kemajuan besar. Pada tahun 1991, angka kematian bayi masih 68 per 1.000 kelahiran.

!-- Ads 300x250 -->