Mencabut Uban – Cara Sehat atau Tidak Sehat?

Berita 0 Comments

Kebanyakan dari kita pernah mencabut uban. Pada awal tumbuh uban, banyak di antara kita yang merasa risi. Apalagi usia masih muda dibawah 40 tahun. Sebagai jalan keluarnya, banyak di antara kita yang mencabuti uban yang tumbuh supaya rambut kepala tetap tampak hitam.

Ada juga yang khawatir, dengan banyaknya uban di kepala, lalu mereka dianggap sudah tua. Padahal, pikir mereka, dirinya belum tua amat. Mereka masih ingin tampil muda. Walaupun sebenarnya usia mereka suda 40 tahunan ke atas.

Nah, dari segi kesehatan, baik tidak mencabut uban? Apa dampak negatifnya? Atau sebaliknya, malah menjadikan rambut Anda sehat? Mengapa tumbuh uban?

Mencabut Uban – Kekurangan Pigmen Penyebab Rambut Beruban

mencabut uban

mencabut uban (foto:cahayaislam.com)

Pada dasarnya, rambut manusia berwarna putih. Kenyataannya berwarna hitam atau pirang karena adanya melanin. Yakni, suatu pigmen. Tidak hanya untuk rambut. Pigmen juga memberi warna pada kulit.

Ada dua dua jenis melanin. Pertama melanin gelap (eumelanin) dan kedua melanin terang (phaeomelanin).

Pembuatan melanin terjadi dalam sebuah sel pigmen bernama melanosites. Tugas melanosites adalah menyuntikkan melanin pada sel yang mengandung keratin.

Jika produksi melanin berkurang atau tidak mencukupi kebutuhan, maka terjadilah uban (rambut warna putih).

Tentu saja, banyak faktor yang menyebabkan produksi melanin berkurang. Salah satunya karena faktor usia. Tak bisa dihalangi. Jika usia sudah lanjut, uban mulai bermunculan.

Masalahnya, Anda siap atau tidak menerima kehadiran ubah. Terkadang banyak orang tidak siap menerima kenyataan rambutnya mulai beruban. Inginnya selalu tampil muda, cantik, ganteng dengan rambut lebat dan hitam pekat.

Jadi, jika usia sudah lanjut dan tumbuh uban, ya itu kejadian wajar dan alami. Mencabut uban tak perlu dilakukan.

Demikian pula bagi mereka yang masih berusia muda di bawah 40 tahun. Tak perlu mencabut uban. Cara ini bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Misalnya, bisa menganggu kesehatan saraf di bawah kulit kepala. Bisa mengganggu kesehatan sistem saraf otak. Maka, pembentukan pigmen rambut juga terganggu. Dampak negatif lainnya adalah merusak folikel, yakni akar rambut dan selaput kepala.

Maka, gunakan cara lain yang tetap sehat seperti akan dipaparkan di bawah ini. Uban tak perlu dicabut, tetapi bisa dihitamkan dengan cara yang tidak merusak kulit kepala atau rambut kepala.

Penyebab Rambut Beruban dan Cara Mengatasinya

Ada beberapa penyebab tumbuhnya uban yang bisa Anda hindari. Kecuali rambut beruban akibat faktor usia (berusia 40 tahun ke atas) dan keturunan (genetik). Itu sudah alamiah dan kita tidak bisa menolaknya. Kecuali Tuhan menentukan lain.

1. Kurang Mengonsumsi Vitamin B5

Sebagian besar orang muda usia di bawah 40 tahun yang beruban karena kekurangan vitamin B5. Maka, untuk mencegah dan mengatasi biar uban tak makin banyak, Anda perlu mengonsumsi vitamin B5.

Vitamin B5 juga disebut sebagai asam patotenat. Vitamin ini sangat diperlukan untuk membentuk antibodi biar tidak mudah kena penyakit, membantu penyembuhan luka, dan mencegah munculnya rambut uban.

Makanan yang mengandung vitamin B5 antara lain hati ayam, kuning telur, brokoli, dan alpukat. Untuk mengonsumsi makanan-makanan itu tentu tidak sulit. Apalagi kuning telur dan brokoli. Tiap rumah tangga pasti sedia kedua makanan itu tiap harinya.

Selain vitamin B5, bisa juga Anda mengonsumsi vitamin B1 dan B12. Vitamin B1 ada pada jagung, asparagus, kacang-kacangan, dan biji bunga matahari. Vitamin B12 ada pada daging sapi, ikan, ayam, wortel, dan brokoli.

2. Jangan Mewarnai Rambut dengan Cat Rambut

Mengecat rambut justru tidak memecahkan masalah. Tetapi menambah masalah. Rambut Anda bisa rusak karena cat rambut mengandung banyak bahan kimia. Rambut Anda menjadi tidak sehat.

Anda sebaiknya menggunakan cat rambut dengan bahan alami. Misalnya minyak urang-aring. Minyak ini bisa menghitamkan rambut secara alami. Gunakan minyak urang-aring untuk memijat kulit kepala.

Caranya sangat mudah. Oleskan minyak orang aring ke kulit kepala sambil dipijat. Diamkan kira-kira 30 menit hingga 1 jam, lalu keramas. Lakukan teratur untuk menghasilkan warna rambut hitam alami.

Anda juga bisa menggunakan daun pandan. Cara ini sudah banyak orang melakukan secara turun-temurun untuk mendapatkan rambut lebih hitam, sehat, dan berkilau.

Caranya juga mudah. Ambil 7 helai daun pandan, cuci bersih, lalu potong kira-kira panjang 3 cm. Selanjutnya daun pandan direbus sampai airnya mendidih dan berubah warna menjadi kehijauan.

Lalu saring dan diamkan semalam. Pagi harinya campurkan air pandan dan jus mengkudu. Oleskan ke rambut seperti memakai masker. Biar hasilnya maksimal, lakukan minimal 3 kali dalam seminggu.

3. Gunakan Bahan Kemiri, Rambut Beruban Teratasi

Pastinya kamu punya kemiri di dapur. Bisa kamu gunakan untuk membuat rambut hitam sekaligus menutup uban. Jadi, kamu tidak perlu mencabut uban. Rambut tak akan rusak.

Caranya mudah. Kemiri disangrai, ditumbuk hingga halus dan keluar minyaknya. Lalu, oleskan minyak kemiri ke kepala dan pijat sampai rata. Lakukan sekitar 30 menit dan dilanjutkan keramas.
Lakukan beberapa minggu sampai hasilnya maksimal.

Nah, itulah beberapa masalah tentang mencabut uban. Sebaiknya Anda lakukan cara lain yang tidak merusak rambut, tetapi rambut uban bisa hilang. Anda juga bisa menggunakan obat herbal untuk membuay rambut selalu sehat, berwarna hitam dan biaya murah.

!-- Ads 300x250 -->