Inilah Makanan Untuk Mencegah Bayi Lahir Prematur !

Berita, Herbal ratnasilvi 0 Comments

SIAPA PUN pasti tidak ingin punya bayi lahir prematur. Yakni, bayi yang lahir sebelum tumbuh sempurna dalam kandungan Mama. Salah satu caranya adalah Mama harus mengonsumsi makanan untuk mencegah bayi lahir prematur.

Bayi lahir prematur adalah bayi yang lahir sebelum mencapai usia 37 minggu dalam kandungan. Akibat dari kelahiran prematur, bayi memerlukan perawatan khusus.

Bahkan, adakalanya sampai berhari-hari harus ada di rumah sakit atau klinik. Meskipun dokter sudah menyatakan Mama sehat.

Jumlah kelahiran bayi prematur di Indonesia masih cukup tinggi. Yakni 15% dari seluruh bayi yang lahir. Sebagian dari bayi-bayi tersebut meninggal dunia.

Baca: Susu SGM BLR Meningkatkan Berat Badan Bayi Prematur

Pertanyaannya, bagaimana cara mencegah supaya bayi tidak lahir prematur? Makanan apa yang bisa Mama konsumsi biar si janin dalam kandungan tumbuh sehat dan bisa lahir normal?

Dr dr Rinawati: Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur Itu Mudah

makanan untuk mencegah bayi lahir prematur

Sesungguhnya upaya mencegah bayi lahir prematur itu mudah. Mama atau Bunda tidak perlu bersusah payah.

Kata Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp. A (K) seperti termuat di sains.kompas.com, cara mencegah bayi lahir prematur itu gampang. Caranya? Mama harus mengatur asupan gizi pada masa kehamilan.

Yang penting adalah “Mama harus selalu mengonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Yakni, makanan yang gizinya lengkap.” Makanan untuk mencegah bayi lahir prematur.

Selain bayinya lahir prematur, Mama hamil yang kekurangan asupan gizi bisa sangat rentan menderita preeklampsia atau sindrom.

Kondisi itu ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar protein di dalam urin naik (proteinuria), atau pembengkakan pada tungkai (edema).

Baca: Susu Formula BBLR Yang Terbaik Untuk Bayi Prematur

Preeklampsia, menurut dr Rinawati, adalah kondisi pembentukan plasenta yang tidak sempurna. Salah satu penyebab terjadinya preeklampsia adalah kekurangan asupan gizi selama Mama hamil.

Efeknya, pertumbuhan hormon pada janin dalam kandungan terhambat.

Hindari Preeklampsia dan Perbanyak Makanan Bergizi 

Salah satu tindakan yang harus dilakukan untuk menyelamatkan bayi dan Mamanya adalah bayi harus lahir lebih cepat atau lahir prematur.

Maka, supaya Mama tidak melahirkan bayi prematur, kata dr Rinawati, Mama harus menghindari terjadinya preeklampsia.

Caranya: selalu mengonsumsi makanan bergizi yang cukup selama Mama hamil.

Mengonsumsi makanan bergizi sangat penting karena dari data, 5 sampai 8 % ibu hamil menderita preeklampsia.

Bahkan tidak hanya saat hamil. Mengonsumsi makanan bergizi harus dimulai sebelum Bunda hamil. Atau sejak merencanakan hamil.

Yang tidak kalah pentingnya adalah Mama harus rajin kontrol rutin memeriksakan kandungannya ke layanan kesehatan. Tujuannya untuk mengetahui grafik perkembangan janin.

“Jangan sampai lupa kontrol. Ini yang sering terjadi. Lupa kontrol. Di sinilah bahaya yang sebenarnya mulai timbul.”

Baca: 4 Susu Formula Untuk Bayi Lahir Prematur & BB Rendah

Menurut dr Rinawati, jika Mama rajin kontrol kesehatan, “bayi akan lahir normal. Tidak terjadi bayi prematur”. Bayinya pun berkualitas.

Jadi: jangan terlambat kontrol kesehatan kandungan. Ini kunci dari kesehatan bayi.

Tonton juga video mengenai penyebab kelahiran prematur oleh dr Ardiansjah Dara Sjahruddin SpOG, MKes produksi guesehat.com.

Empat Jenis Makanan Untuk Mencegah Bayi Lahir Prematur

Ada empat jenis makanan yang harus Mama konsumsi selama kehamilan biar bayi dalam kandungan tumbuh sehat dan akan lahir normal. Bukan lahir prematur melalui operasi.

Empat jenis makanan yang penting dikonsumsi untuk mencegah bayi lahir prematur adalah:

1. Protein

Mengonsumsi protein sangat penting bagi Mama, khususnya saat usia kehamilan mencapai trimester kedua dan ketiga. Pada usia itu, pertumbuhan janin sangat cepat.

Maka, konsumsi protein perlu mendapat perhatian besar dari Mama. Kekurangan protein bisa membuat pertumbuhan janin terganggu. Risikonya, bayi lahir prematur.

Protein yang Mama perlukan terdapat pada: daging tanpa lemak atau kulit, dada ayam, makanan laut, telur, tahu, tempe, brokoli, susu dan produk olahannya.

2. Folat

Konsumsi folat juga bisa mencegah bayi lahir prematur. Selain itu, konsumsi folat juga bisa memproduksi sel darah merah dan mencegah cacat tabung saraf. Misalnya spina bifida.

Baca: 9 Merk Kalsium Bagi Ibu Hamil Biar Gigi & Tulang Bayi Kuat 

Asam folat bisa Mama peroleh dengan konsumsi: daging, seafood, brokoli, kubis, sayuran hijau, buah jeruk, alpukat, kacang-kacangan, gandum atau roti gandum, oatmeal, dan sereal.

3. Zat besi

Mengonsumsi zat besi sangat penting bagi Mama hamil. Kekurangan zat besi bisa membuat Mama bisa kena anemia defisiensi besi.

Risikonya, bayi lahir prematur, berat badan rendah, dan menderita depresi pascapersalinan.
Nutrisi ini bisa Mama peroleh dari konsumsi: daging merah, bayam, kacang polong, dan unggas.

4. Omega-3

Mama atau Bunda hamil juga perlu mengonsumsi asam lemak omega-3. Bisa memperlancar pertumbuhan otak dan jaringan tubuh janin.

Selain itu bisa mencegah bayi lahir prematur.

Omega 3 bisa Mama dapatkan pada ikan, kacang- kacangan, minyak kanola, telur, dan susu.

Penutup

Bunda / Mama sejak hamil harus berusaha mencegah bayinya lahir prematur. Risiko melahirkan prematur berat, termasuk biaya persalinan juga mahal.

Padahal cara menghindari bayi lahir prematur mudah. Selalu mengonsumsi makanan bergizi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *