Operasi Gigi Bungsu BPJS – Rahang Pun Harus Dibor

Sakit Gigi 0 Comments

BANYAK pengalaman menarik tentang operasi gigi bungsu BPJS. Artinya, operasi dengan menggunakan fasilitas asuransi dari BPJS. Selayaknya kita tahu sehingga bisa mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain.

Kata pepatah, pengalaman adalah guru yang terbaik. Maka, kita membaca dan mempelajari pengalaman orang lain adalah sangat penting. Dengan mempelajari pengalaman orang lain, kita bisa menghindari hal yang buruk dan mengambil manfaat dari pengalaman yang baik.

Demikian pula dengan pengalaman menjalani operasi gigi bungsu BPJS. Ada orang yang tadinya takut operasi gigi. Membayangkan sakitnya operasi, dia memilih cara pengobatan lain.

Tetapi, sakitnya tak kunjung reda. Malah makin parah. Tiba-tiba mulut sulit dibuka. Jika dipaksa, sakitnya bukan main. Akhirnya dia bersedia menjalani operasi.

Ternyata, operasi dengan asuransi BPJS berjalan lancar dan dia pun bebas dari penderitaan akibat gigi bungsu yang tumbuh tidak normal. Akibatnya, giginya terasa ngilu terus-menerus.

Baca – Pengalaman Lain Cabut 6 Gigi Sekaligus

Gigi Bungsu Harus Dioperasi – Mengganggu Gigi yang Lain

operasi gigi bungsu BPJS

Dari pemeriksaan dokter sebelum dilakukan operasi, diketahui rasa ngilu akibat gigi bungsu bermasalah. Selain itu, dinding mulutnya tampak merah.

Selanjutnya dilakukan rontgen. Hasilnya diketahui gigi bungsunya impaksi. Dokter akhirnya menyarankan agar gigi bungsu yang bermasalah dioperasi atau dicabut. Posisi gigi bungsu mengganggu gigi yang lain.

Sebelum dioperasi, dia diberi antibiotik untuk satu minggu. Gigi bungsu kiri atas sudah nongol dan bisa dicabut biasa (tanpa bius).

Sementara, 3 gigi bungsu lainnya juga harus dicabut segera. Belum mantap dengan saran pencabutan 3 gigi bungsu, dia pun tanya pada dokter lain. Pendapatnya sama, 3 gigi bungsu juga harus dicabut.

Dua gigi bungsu yang ada di bawah dalam posisi tidur. Bahkan tidak hanya di dalam gusi, tetapi posisinya berada di dalam tulang dan hampir menyentuh jalur syaraf.

Baca – Cara Merapikan Gigi Tonggos dengan Bahan Alami

Antre Berobat Mulai Pukul 05.30 – Berobat Pakai BPJS Perli Perjuangan

Berapa biaya operasi? Dia tanya ke rumah sakit swasta. Dikatakan biayanya Rp 20 juta. Belum termasuk biaya rawat inap dan obat. Karena tidak punya dana sebanyak itu, dia akhirnya menggunakan asuransi BPJS.

Pertama dia datang ke Klinik Monalisa Bandung. Setelah cek gigi dan rontgen, dia dirujuk ke RSGN Jalan Riau Bandung. Surat rujukan dari Monalisa berlaku 1 bulan.

Datang ke RSGM ternyata kartu antrean berobat habis. Tiap hari hanya menerima 20 – 30 pasien. Esoknya ambil kartu antre mulai jam 05.30.

Ternyata, RSGN tidak melayani sakit gigi seperti yang dia derita. Dia pun dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

Di sini dia juga harus datang ke RS pagi-pagi sekali. Pengobatan dengan BPJS memang harus melakukan perjuangan ekstra.

Pertama dia disuntik tes alergi, tak ada reaksi. Tetapi sakitnya bukan main setelah itu. Lalu, dia dibawa ke ruang operasi.

Dia pun deg-degan, nggak karuan rasanya. Tetapi dia pasrah. Di dada dipasangi alat cek jantung. Dokter anestesi menunjukkan 4 tabung suntikan besar. Asistennya memegang penutup hidung seperti alat oksigen. Dia bertanya, β€œitu obat apa aja dok?”

Tetapi tiba-tiba dia tidak ingat apa-apa…

Rahang Harus Dibor untuk Mengambil Gigi Bungsu yang Terpendam

Tut, tut, tut itulah suara pertama yang dia dengar setelah sadar. Operasi selesai pukul 13.00 dan dia sadar pukul 15.00. Meskipun belum sadar penuh, tetapi dia sudah bisa menyaksikan keadaan sekitar.

Bahkan dia tahu mulut diberi kapas dan kasa untuk menahan darah. Karena itu, dia tidak bisa berbicara. Dia hanya menangis. Lihat ada suami dan orang tua, tetapi tidak bisa memanggilnya.

Baru setelah dianggap kondisi tubuhnya stabil, dia dipindahkan ke ruang perawatan. Malamnya pun dia tidur nyenyak sepanjang malam. Suaminya repot membersihkan air liur bercampur darah.

Cerita dokter setelah dia sadar, dokter terpaksa mengebor tulang rahang untuk mengambil gigi bungsu yang tenggelam di gusi saat operasi. Lalu gigi bungsu dipotong kecil-kecil. Baru diambil satu per satu. Bisa dibayangkan.

Besoknya, sehari setelah operasi, dokter dari departemen bedah mulut datang pagi-pagi untuk membersihkan darah dalam mulut. Darah semuaaa… Namun dokter sangat telaten.

Dia mulai bisa bicara, walaupun bicaranya belum jelas. Pipi bengkak. Kata dokter, pipi akan lebih bengkak dalam 2-3 hari ke depan.

Setelah hasil operasian dicek, dia pun diperbolehkan. Dia pun dibekali obat dan beberapa nasihat untuk memelihara kesehatan giginya.

 

!-- Ads 300x250 -->