Pasang Behel Gigi: Jenis, Prosedur, Perawatan & Harganya

Sakit Gigi ratnasilvi 0 Comments
Reading Time: 4 minutes

PASANG behel gigi sampai kini masih tergolong cara merapikan gigi yang paling populer. Masih banyak orang memilih cara ini untuk merapikan giginya. Maka, ada baiknya kita ketahui dulu cara pemasangan behel sebelum Anda menentukan pilihan.

Behel gigi atau kawat gigi. Pasang behel gigi berarti pasang kawat gigi dengan tujuan untuk merapikan susunan gigi yang berantakan.

Baik gigi tonggos, gigi renggang, gigi gingsul, gigi tumpang tindih, ataupun permasalahan gigi lainnya.

Pentingnya merapikan gigi berantakan bukan hanya biar terlihat bagus, indah, menarik (segi estetika). Tetapi yang lebih utama adalah biar giginya lebih sehat. Anda bisa mengunyah makanan dengan nyaman dan sempurna.

Gigi berantakan (maloklusi) juga membuat rahang tidak sehat, kemungkinan terjadinya gigi berlubang, ataupun radang gusi.

Tentu saja, Anda yang sekarang punya gigi tidak rapi, gigi berantakan, nantinya tidak ingin beberapa giginya berlubang. Atau menderita radang gusi.

Untuk menghindari semua itu, Anda perlu merapikan gigi. Bisa pakai metode behel (kawat gigi) atau menggunakan cara lain. Itu terserah Anda.

pasang behel gigi

Yang penting gigi berantakan harus Anda rapikan biar selalu sehat, selain menjadi rapi. Siapa yang tidak suka giginya sehat, rapi dan indah?

Dua Jenis Behel: Konvensional dan Transparan

Pemasangan behel atau kawat gigi untuk merapikan gigi ada dua macam. Yakni (1) jenis behel konvensional dan (2) behel transparan. Anda bisa memilih mana yang Anda suka.

Kelebihan behel transparan, sepintas Anda tidak terlihat pakai behel. Sebab, sesuai dengan jenisnya, kawat gigi ini transparan. Gigi Anda masih terlihat seperti tidak mengenakan behel.

Orang baru tahu Anda pakai behel setelah berada dalam jarak dekat dan memperhatikan kondisi gigi Anda. Jika tidak memperhatikan, orang lain tidak tahu Anda pakai behel.

Tentu saja, harga pemasangan behel transparan lebih mahal daripada pemasangan behel konvensional.

Mau pilih yang mana? Ya, itu terserah kepada Anda. Yang paling penting adalah Anda harus merapikan gigi berantakan supaya tampil menjadi gigi rapi, indah, putih, dsb. Sekaligus gigi sehat.

Cara Kerja Behel Merapikan Gigi

Bagaimana penggunaan behel atau kawat gigi bisa merapikan gigi Anda? Bagaimana cara kerja behel gigi?

Dengan mengenakan behel, maka kawat gigi akan memberikan tekanan yang terus-menerus pada gigi Anda yang berantakan.

Tekanan dari behel akan memperbaiki susunan gigi. Gigi yang tidak teratur akan digeser ke posisi gigi yang tepat sehingga menjadi rapi.

Selain itu, struktur rahang dan tulang di sekitar gigi juga berubah. Tentu saja, perubahan susunan gigi ini memakan waktu antara 1 tahun sampai 3 tahun. Tergantung dari kondisi susunan gigi.

Tentu saja Anda perlu bersabar. Yakni sabar untuk terus-menerus mengenakan behel, sabar jika suatu saat gigi atau mulut terasa tidak nyaman, dsb.

Untuk mencapai sesuatu yang lebih baik memang perlu “perjuangan”. Perlu usaha yang terkadang disertai sesuatu yang tidak nyaman.

Hasil dari pemasangan behel yang bisa Anda peroleh nantinya antara lain:

  1. Tidak ada lagi gigi yang berjejal atau bertumpuk. Gigi akan tampak rapi. Terkadang harus ada gigi yang dicabut.
  2. Gigi renggang akan berubah menjadi gigi yang rapat dan rapi.
  3. Tak ada lagi gigi tonggos. Gigi tonggos telah dimundurkan posisinya sehingga bisa untuk mengunyah dengan baik, selain tampak rapi.
  4. Sebaliknya, gigi bawah yang tadinya lebih maju dari gigi atas juga berubah posisi menjadi gigi normal. Nyaman untuk mengunyah makanan.
  5. Pemasangan behel juga sekaligus memperbaiki posisi rahang yang tadinya bermasalah.
  6. Bentuk wajah yang tidak simetris juga bisa menjadi normal setelah penggunaan behel.

Biasanya, permasalahan gigi yang tidak sehat seperti disebutkan di atas akan terlihat nyata setelah anak usia 7 tahun. Yakni, ketika gigi permanen mulai tumbuh.

Sebaiknya orang tua memberikan perhatikan pada kesehatan gigi si kecil sejak awal biar giginya tidak bermasalah, tidak tonggos, dsb.

Jika ternyata gigi anak Anda tumbuh tidak normal dan Anda tidak bisa mengatasi sendiri, ya silakan periksa ke dokter gigi.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan akan memberikan solusi terapinya. Meskipun anak belum waktunya untuk mengenakan behel gigi.

Baca: Cara Merapikan Gigi Tidak Beraturan Secara Alami

Penggunaan behel gigi atau kawat gigi bisa dilakukan setelah anak berusia 12 – 13 tahun. Pada usia ini, mulut dan rahang masih tumbuh sehingga perbaikannya lebih mudah.

Empat Jenis Behel Gigi

Setidaknya ada empat jenis behel atau kawat gigi yang bisa Anda pilih untuk merapikan gigi.

Tetapi, adakalanya jenis behel harus disesuikan dengan kondisi gigi dan kemampuan finansial Anda.

Ke-4 jenis behel atau kawat gigi adalah:

1. Conventional Braces – Dipasang di Depan

Behel gigi ini merupakan kawat gigi permanen yang bipakai sampai sukses merapikan gigi. Behel dipasang di gigi depan.

Terbuat dari bahan keramik, logam, atau plastik. Anda bisa memilih karena harganya berbeda-beda.

2. Lingual Braces – Tidak Terlihat dari Depan

Berbeda dengan behel no 1, maka behel gigi permanen ini dipasang pada gigi bagian belakang. Maka, orang lain tidak akan melihat bahwa anak Anda pakai behel.

3. Clear Aligner

Behel jenis ini terbuat dari plastik bening. Bisa dilepas dan dipasang saat Anda makan, misalnya. Tetapi Anda harus rajin membersihkan behel gigi jenis ini.

4. Self-ligating Braces

Kawat gigi ini memakai logam kecil pada bracket. Yakni, pada bagian behel yang berfungsi sebagai penopang.

Proses Pemasangan Behel

Setelah dokter gigi memastikan bahwa pasien harus mengenakan behel untuk merapikan giginya, maka dokter mulai melakukan proses pemasangan behel atau kawat gigi.

Pada tahap awal, dokter perlu memastikan struktur gigi dan rahang pasien. Antara lain dengan melakukan foto rontgen dan pasien disuruh menggigit cetakan gigi.

Jika dari tahap ini diketahui ada gigi yang perlu dicabut, maka sebelum pemasangan behel, gigi bermasalah lebih dulu akan dicabut.

Tahap berikutnya adalah pemangan behel. Umumnya dokter menyarakankan penggunaan behel gigi permanen. Lebih aman dan pasien tidak ribet.

Menurut dr Rizki Tamin dari alodokter.com, tahapan pemasangan behel atau kawat gigi adalah sebagai berikut:

  • Pemasangan bracket di permukaan luar atau bagian dalam gigi.
  • Pasang cincin di sekeliling gigi geraham. Sebelumnya dokter menempatkan karet sangat kecil di antara gigi geraham untuk membuat ruang pemasangan cincin.
  • Memasang tabung khusus ke cincin gigi geraham terakhir. Fungsinya untuk mengunci ujung kawat gigi.
  • Lalu, pemasangan kawat-kawat lentur yang menghubungkan berbagai bracket. Pasang cincin pengunci untuk mengatur pergerakan gigi.
  • Pasang aksesoris. Misalnya tali elastis atau headgear. Tali ini akan menjaga gigi biar selalu berada di posisi yang tepat dan membantu pergerakan gigi.

Harus Rajin Membersihkan Gigi

Pekerjaan sudah selesai? Belum !

Ada tugas utama yang harus pasien kerjakan setelah pemasangan behel gigi selesai, yakni:

1. Rajin membersihkan gigi dengan menggunakan sikat gigi behel, terutama setelah makan. Membersihkan gigi dengan menyikat gigi dan memakai benang gigi.

2. Jangan makan makanan yang mudah lengket seperti permen karet dan makanan yang keras. Tujuannya biar kawat gigi tidak mudah rusak.

Harga Pasang Behel Gigi

Berapa harga pasang behel gigi? Murah atau mahal? Jika mahal, berapa mahalnya? 

Ya, seperti sudah disinggung di atas, harga pemasangan behel gigi beragam. Selain biaya pemasangan behel gigi, juga biaya tambahan layanan lain. Misalnya membersihkan plak gigi atau karang gigi, adanya gigi berlubang, dsb.

Baca: Cara Merapikan Gigi Gingsul Tanpa Pakai Behel

Ditambah biaya periksa dokter setelah pemasangan behel, kemungkinan pembelian obat, dsb. Maka, pilih jenis layanan yang sesuai dengan kamampuan finansial Anda.

Semoga artikel tentang pemasangan behel gigi ini bermanfaat untuk Anda semua.