Penderita Penyakit Diabetes di DKI Jakarta Melonjak Tinggi

Berita 0 Comments

JUMLAH penderita diabetes di DKI Jakarta melonjak cukup tinggi dalam 5 tahun terakhir. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Jakarta adalah kota nomor 1 sebagai kota dengan prevalensi penyakit diabetes melitus tertinggi di Indonesia.

Dibandingkan dengan data tahun 2013, kata peneliti dari IMERI FKUI, dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD-KEMD, Ph, persentase prevalensi diabetes melitus di Jakarta meningkat 0,9 persen dalam waktu lima tahun. Yaitu, dari 2,5 persen menjadi 3,4 persen.

Menurut dia, tingginya angka penderita diabetes di Jakarta diakibatkan oleh dua faktor. Pertama, pola hidup tidak sehat yang dilakukan oleh mayoritas penduduk Jakarta.

Kedua, tingginya prevalensi diabetes di Jakarta juga bisa dipicu karena program deteksi dini diabetes sudah cukup baik di Puskesmas di Jakarta. Tetapi, peningkatan deteksi dini ini baru menyasar 30 % penduduk Jakarta.

Penyakit diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi. Penyebab diabetes bisa diakibatkan oleh keturunan (orang tua punya sakit diabetes), kegemukan (obesitas), banyak mengonsumsi makanan tidak sehat seperti makanan tinggi lemak dan makanan tinggi gula, dsb.

Tantangan Terberat Mengatasi Penyakit Diabetes: Mengubah Gaya Hidup

Dijelaskan, tantangan yang paling berat untuk mengatasi penyakit diabetes adalah bagaimana mengubah gaya hidup masyarakat, khususnya penderita diabetes.

“Meskipun mereka sudah minum obat secara teratur, tetapi jika gaya hidupnya tidak diubah, ya penyakit diabetes sulit diturunkan,” kata dr Dicky lebih lanjut.

Gaya hidup yang membuat penderita diabetes meningkat antara lain pola makan kurang sehat dan kurang olahraga. Gaya hidup masyarakat banyak berisiko tinggi terkena sakit diabetes.

Buktinya, 60% penderita diabetes di Jakarta adalah mereka yang mengalami kegemukan atau obesitas sentral. Di sisi lain, kesadaran datang ke Posbindu untuk memeriksakan kesehatannya masih rendah.

“Banyak warga Jakarta yang mengalami kegemukan. Ada kecenderungan, orang daerah yang datang ke Jakarta akan bertambah gemuk. Kita pernah membandingkan orang Kupang yang ke Jakarta, ternyata mengalami penambahan lingkar perut setengah sentimeter setiap tahun,” kata Catur Laswanto, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kini, Pemerintah Jakarta gencar menghidupkan budaya olahraga. Antara lain diadakan banyak perlombaan olahraga di tingkat kelurahan dan kecamatan. Lomba olahraga ini tidak sekadar mengejar prestasi. Yang lebih penting adalah menggerakkan masyarakat untuk rajin berolahraga.

Rencana Aksi Mengatasi Kasus Diabetes: Cities Changing Diabetes

Untuk meningkatkan penanganan penderita diabetes, kini Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengembangkan program Dasa Wisma.

“Artinya, satu petugas kesehatan bertanggung jawab pada 10 rumah tangga. Dengan cara ini, setiap ada warga yang menderita diabetes atau pradiabetes bisa diketahui dan dipantau,” kata dr. Widyastuti, MKM, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Program lain, bekerja sama dengan Kedutaan Denmark, FKUI, PERKENI dan Novo Nordisk, pihaknya telah meluncurkan program Cities Changing Diabetes. Salah satu tujuannya untuk memetakan diabetes di Jakarta dan mengadakan rencana aksi yang sesuai untuk masyarakat DKI Jakarta.

“Dengan program Cities Changing Diabetes, maka akan dilakukan pemetaan untuk mengidentifikasi penyebab diabetes di Jakarta tinggi. Berikutnya, program pencatatan yang lebih bagus,” tambah dr. Widyastuti.

Jakarta adalah kota ke-17 dari kota-kota besar di dunia yang mengikuti program Cities Changing Diabetes. Jakarta dipilih karena prevalensi diabetes warganya melonjak tinggi.

Data tentang Diabetes dan Anda Perlu Tahu

1. Diabetes adalah penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia (6,7%). Nomor 1 stroke (21,1%) dan nomor 2 penyakit jantung koroner (12,9%). Data dari Sample Registration Survey 2014.

2. Jumlah penderita diabetes di Indonesia 10,3 juta pada tahun 2017. Ini adalah nomor 6 dunia. WHO memperkirakan, jika diabetes di negeri ini tidak ditangani dengan baik, tahun 2030 jumlah penderita diabetes bisa melonjak menjadi 21,3 juta jiwa.

3. 90 persen penderita diabetes di Indonesia adalah diabetes tipe 2. Belakangan, penderita diabetes bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Kata Skretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan dr Asjikin Iman Hidayat Dahlan MHA.

Penutup

Demikian informasi mengenai penyakit diabetes, khususnya di DKI Jakarta. Kita semua perlu lebih peduli dengan penyakit diabetes yang mungkin menghinggapi kita atau keluarga kita atau orang terdekat kita. Sejak sekarang seyogjanya kita selalu memperhatikan makanan yang akan kita konsumsi, terutama makanan dan minuman tinggi gula dan tinggi lemak.

Sebab, kedua jenis makanan dan minuman itu menjadi sumber berjangkitnya penyakit diabetes, terutama penyakit diabetes melitus. Penyakit diabetes sering disebut sebagai penyakit jangka panjang. Jika sudah terkena diabetes, maka penanganannya harus dilakukan sepanjang hidup.

Penyakit diabetes bisa timbul tenggelam. Sama dengan penyakit darah tinggi. Begitu ada pemicunya, maka kadar gula darah meningkat dan penyakit diabetes bisa kembali kambuh.

!-- Ads 300x250 -->