Perbedaan Susu Formula, Susu Pasteurisasi dan Susu UHT

Produk ratnasilvi 0 Comments

APA perbedaan susu formula, susu pasteurisasi dan susu UHT? Penyebutan tiga jenis susu penambah berat badan anak di luar air susu ibu (ASI) sering membuat orang bertanya: apa perbedaan antara susu formula, susu UHT dan susu pasteurisasi?

Berikut ini penjelasan tentang perbedaan di antara ketiga susu itu. Semoga bisa menambah pemahaman Bunda dan pembaca lain sehingga mudah untuk memilih susu yang terbaik untuk si kecil.

Susu Formula: Bisa Bertahan Sampai 2 Tahun

Susu formula untuk bayi diproduksi dengan cara sterilisasi suhu tinggi, yaitu di atas 180°Celcius. Dengan proses ini, mikroorganisme dalam susu bisa dimatikan.

Proses sterilisasi ini dilakukan selama dua jam sehingga organisme kecil seperti bakteri berbahaya bisa hilang dari susu. Susu pu aman dikonsumsi.

susu formula

Bagaimana perubahan susu dari bentuk cari menjadi susu bubuk?

Ini dilakukan melalui pengeringan. Dalam proses itu ditambahkan vitamin, mineral dan zat gizi lain. Dengan demikian, nutrisi yang hilang selama proses produksi bisa tergantikan.

Biasanya, susu formula dikemas dalam bentuk kalengan atau plastik dalam kardus. Susu formula bisa bertahan sampai dua tahun, asal kemasannya belum dibuka.

Susu UHT: Kondisinya Masih Seperti Susu Asli

Susu UHT. Artinya, susu ultra high temperature. Susu dipanaskan dengan suhu sangat tinggi, yaitu 135-150°Celcius. Cara ini bisa membuat susu menjadi awet (tahan lama).

Selain bisa membuat susu jadi awet (tahan lama), bakteri dan mikroorganisme atau kuman yang berbahaya untuk tubuh juga bisa dihilangkan. Pemusnahan bakteri dilakukan dengan suhu ultra tinggi.

Sterilisasi susu UHT ini dilakukan dalam waktu sangat cepat, yakni 2-5 detik. Meskipun demikian, kandungan gizi dalam susu tidak banyak berubah.

Aroma, rasa dan warna susu tidak berubah banyak. Ya, masih mirip dengan kondisi susu asli. Kecuali ditambahkan varian rasa lain.

Baca – Cara Mengobati Gigi Berlubang pada Anak

Jika kemasan belum dibuka, susu UHT mampu bertahan sekitar 10 hari. Jika kemasan telah terbuka, biasanya susu hanya bertahan sekitar 3-4 hari. Penyimpanan susu UHT harus di lemari pendingin (kulkas).

Susu Pasteurisasi: Gizi Lebih Lengkap, Mirip Susu Segar

Berbeda dengan susu UHT, maka susu pasteurisasi dipanaskan lewat proses HTST (High Temperature Short Time). Yaitu sterilisasi pada suhu 72 – 75°Celcius selama 15 detik.

Maka, bakteri jahat pun lenyap dengan sterilisasi ini. Demikian pula dengan virus dan jamur yang berbahaya bagi tubuh. Keduanya juga bisa dimatikan dengan proses sterilisasi.

Meskipun tidak semua mikroorganisme bisa dimatikan dengan pasteurisasi. Setelah dipanaskan, lalu susu dimasukkan ke dalam botol dan didinginkan.

Dilihat dari kandungan gizinya, maka susu pasteurisasi cenderung lebih lengkap dan mirip dengan susu segar.

Jika kemasannya belum dibuka, susu pasteurisasi bisa bertahan hingga 40 hari. Cukup lama. Susu pasteurisasi harus disimpan di lemari es (kulkas).

Tetapi apabila kemasan susu sudah dibuka, sebaiknya langsung dihabiskan. Sebab, susu yang sudah dibuka hanya mampu bertahan selama 4 hari.

Penggunaan Susu UHT, Susu Formula dan Susu Pasteurisasi

Perbedaan lain dari ketiga jenis susu adalah kegunaannya. Biasanya, susu formula bisa digunakan untuk semua umur. Dari 0 tahun (sejak lahir) sampai anak usia besar.

Baca Gusi Bengkak pada Anak dan Cara Mengobatinya

Untuk susu UHT dan susu pasteurisasi, pada kemasan biasanya tertera untuk usia 2 tahun. Yakni sebagai dukungan pemberian ASI hingga anak usia 2 tahun. Meskipun, sebenarnya susu ini dapat diberikan kepada anak usia di atas 2 tahun sebagai susu rekreasional.

Jika Bunda bingung memilih mana yang terbaik untuk si kecil, ikuti saja saran konselor laktasi dr. Ameetha Drupadi, CIMI.

“Ya, pilih saja susu yang nyaman untuk dikonsumsi. Anak usia 2 tahun lebih masih mengonsumsi ASI juga tak apa,” katanya.

Demikian artikel tentang perbedaan susu formula, susu pasteurisasi dan susu UHT. Mengonsumsi susu tambahan di luar air susu ibu (ASI) sangat penting biar anak bisa memiliki berat badan ideal dan selalu sehat.

Semoga artikel ini bemanfaat untuk semua pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *