Beberapa Cara Menghindari Resiko Cabut Gigi Gingsul Atas

Berita 0 Comments

ADAKAH resiko cabut gigi gingsul atas? Ya, sebelum mencabut gigi, termasuk gigi gingsul, Anda perlu mempertimbangkan resikonya. Kalau toh ada resiko, sebaiknya dibatasi biar tidak berat.

Sebenarnya, gigi gingsul termasuk salah satu jenis maloklusi gigi. Yakni, gigi tumbuh tidak di tempat yang benar dan sejajar. Posisi gigi bergeser karena rahang yang kecil atau gigi yang terlalu besar.

Secara medis, sebaiknya gigi gingsul dirapikan. Jika tidak dirapikan bisa timbul berbagai masalah. Antara lain kondisi gigi tidak rapi dan secara estitika itu tidak baik. Pertumbuhannya terhambat, gusi bisa cedera saat mengunyah, sulit dibersihkan dan gigi tidak berfungsi dengan baik.

Dengan kata lain, gigi ginsul bisa mengganggu kesehatan gigi dan jaringannya.

Cara merapikan gigi gingsul antara lain dengan pemasangan behel atau kawat gigi. Tujuannya untuk menggeser gigi yang tumbuh tidak pada tempatnya bisa digeser ke posisi yang benar sehingga gigi tampak rapi. Yakni, gigi akan sejajar dengan gigi yang lain di tempatnya.

Resiko Mencabut Gigi Gingsul Atas dan Cara Mengatasinya

Tetapi, sebelum memutuskan tentang pemasangan behel, dokter terlebih dahulu akan memeriksa kondisi gigi Anda secara lengkap dan membuat beberapa pertimbangan. Apakah cukup dipasangi behel atau harus ada yang dicabut.

resiko cabut gigi ginsul atas

Itu semua tergantung pada keadaan gigi Anda. Jika bisa ditangani tanpa pencabutan, ya tidak akan ada gigi yang dicabut. Tetapi jika harus dicabut, ya dicabut. Pencabutan harus dilakukan karena posisi gigi begitu padat.

Jadi, ada beberapa cara penanganan gigi gingsul. Yakni, dirapikan dengan menggunakan behel gigi atau harus ada gigi yang dicabut sebelum pemasangan behel.

Banyak juga orang yang sukses mengembalikan gigi yang menyimpang ke posisi yang sebenarnya menggunakan behel gigi. Gigi gingsul tidak perlu dicabut. Gigi hanya dirapikan. Atau dikenal dengan perawatan orthodontik dengan menggunakan kawat gigi/behel gigi.

Tetapi jika kondisinya memaksa untuk dilakukan pencabutan gigi, ya harus dicabut. Dengan cara itu, akan ada ruang untuk mengembalikan gigi gingsul ke barisan gigi sehingga nantinya gigi tampak rapi dan sehat.

Untuk pencabutan gigi, Anda tidak perlu khawatir. Dokter akan memberikan bius lokal sehingga Anda tidak merasa terlalu sakit akibat gigi dicabut.

Pendarahan setelah dicabut bisa terjadi. Tetapi, beberapa saat kemudian pendarahan akan berhenti. Biasanya dokter memberikan kain kasa untuk digigit supaya pendarahan cepat berhenti.

  • Baca Juga: Teeth Trainer – Hati-hati Pakai Alat Perapi Gigi Murah

Selain itu, Anda juga diberikan obat penghilang rasa sakit. Bisa juga Anda lakukan kompres di area gigi yang dicabut. Dengan cara itu, Anda bisa terhindar dari infeksi, rasa sakit cepat reda dan luka bekas gigi dicabut cepat sembuh.

Behel Lepasan Menghindari Resiko Cabut Gigi Gingsul Atas 

Penggunaan behel gigi sesungguhnya ada dua macam. Yaitu behel lepasan dan behel cekat. Pasien dengan kelainan gigi yang ringan, biasanya bisa dirawat dengan menggunakan alat orthodontik (behel) lepasan.

Behel lepasan disebut juga sebagai retainer. Behel lepasan bisa dipasang sendiri oleh pasien. Bisa dipasang kapan pun. Misalnya saat menjelang tidur malam.

Penggunaan behel lepasan juga dilakukan setelah perawatan menggunakan behel cekat atau permanen selesai. Penggunaan behel lepasan dimaksudkan untuk stabilisasi gigi yang telah selesai dirawat dengan behel cekat.

Maka, sebaiknya behel lepasan lebih banyak dipakai supaya hasilnya prima. Gigi bisa rapi dan kuat.

Selain itu, behel lepasan juga berfungsi untuk memperbaiki posisi gigi geligi yang belum rata serta menyelaraskan antara rahang dengan susunan gigi geligi. Dengan demikian, nantinya gigi akan menjadi rapi (rata) dan indah dipandang.

Penutup

Demikian artikel mengenai resiko cabut gigi gingsul atas. Untuk mengatasi gigi ginsul tidak selalu harus mencabut gigi bermasalah itu. Dokter akan melakukan pemeriksaan mendalam lebih dahulu sebelum memutuskan pencabutan gigi.

Pencabutan gigi juga tidak harus dilakukan terhadap gigi gingsul yang dimaksud. Bisa juga gigi yang lain sesuai dengan kondisi susunan gigi. Jika toh ada gigi yang harus dicabut, itu sebagai cara membuat susunan gigi lebih rapi dan indah.

!-- Ads 300x250 -->