Sakit Kepala Bagian Belakang Satu Bulan Lebih, Apa Penyebabnya?

Sakit Kepala 0 Comments

SAKIT kepala bagian belakang – Anda pernah menderita sakit kepala bagian belakang? Tempo hari saya mengalami sakit kepala bagian belakang. Satu bulan lebih saya menderita sakit itu. Apa penyebabnya?

Pada mulanya saya pergi ke tempat saudara di luar kota. Sebagai tamu, saya dijamu masakan dengan kuah santan kelapa. Karena asyik berbincang, saya tidak memperhatikan kalau tuan rumah sudah menyediakan makan siang untuk saya dan saya tinggal menyantapnya.

Malam harinya setelah pulang sampai di rumah, saya langsung merasakan badan tidak enak (sehat). Saya memastikan ini adalah tanda tensi darah saya naik tinggi. Ini pasti gara-gara makan siang dengan kuah santan kelapa.

Esok paginya saya langsung periksa dokter langganan BPJS. Betul juga. Ketika itu tensi darah saya naik sampai ke 170/90 mmHg. Saya kembali menderita darah tinggi. Saya diberi obat penurun darah tinggi dan obat sakit kepala bagian belakang.

Minum Obat Murah – Sakit Kepala Bagian Belakang Lenyap

Tetapi, sudah tiga minggu saya belum juga sehat. Kadang terasa tubuh dalam kondisi sehat. Tetapi, ketika melakukan aktivitas harian, badan kembali tidak sehat. Sakit kepala kembali muncul.

sakit kepala bagian belakang

aduhh.. sakit kepala (foto:ipekbocegim.com)

Pada mulanya, saya menduga sakit kepala itu akibat obat penurun darah tinggi yang dosisnya ketinggian. Saya coba mengonsumsi separo tablet tiap kali minum obat.

Tetapi, sakit kepala bagian belakang masih saja muncul. Lalu saya cek kolesterol. Barangkali akibat kolesterol tinggi, pikir saya.

Ternyata, hasilnya negatif. Kolesterol saya adalah 153. Berarti saya tidak menderita kolesterol tinggi. Kolesterol saya normal karena masih dalam batas 150 – 200 mg/dL. Artinya, sakit kepala saya bukan akibat kolesterol tinggi.

Lantas apa penyebab sakit kepala saya bagian belakang? Saya datang ke apotek. Saya bercerita tentang sakit kepala saya dan apa obat yang cocok.

Petugas apotek malah bingung untuk memilihkan obat sakit kepala yang mungkin cocok. Ia menyarankan saya periksa dokter dulu. Saya katakan, saya sudah periksa dokter tetapi obatnya tidak bisa membuat sakit kepala saya sembuh.

Akhirnya saya minta dipilihkan obat sakit kepala apa saja. Ketika disebut sebuah merek, saya langsung iyakan dan saya bayar harganya. Yakni, satu sachet isi 4 tablet harga Rp 2.500.

Sampai di rumah, obat langsung saya minum. Setelah 4 tablet habis, secara bertahap rasa sakit di kepala bagian belakang sembuh.

Setelah satu minggu, saya tidak merasakan lagi sakit kepala bagian belakang. Tubuh kembali merasa segar sebagai tanda saya sehat. Sakit kepala telah lenyap.

Saya menduga sakit kepala saya adalah sakit kepala tegang. Ini adalah sakit kepala yang paling umum atau paling banyak kasusnya. Penyebabnya bisa karena kelelahan, kurang tidur, telat makan, radang sendi, atau sinusitis. Yang paling memungkinkan tampaknya akibat kelelahan dan kurang tidur.

Bagaimana dengan tensi darah tinggi?

Tensi saya juga telah kembali normal, yaitu 140/80 mmHg. Sebagai orang tua dengan usia 65 tahun, itu pertanda tensi saya normal.

Kunci Sukses Mengatasi Darah Tinggi  adalah Diet

Saya menderita darah tinggi sudah 28 tahun. Pernah tensi darah naik sampai 190/110 mmHg. Tetapi dengan diet, saya mampu mengatasinya sehingga tidak lama kemudian, tensi kembali normal. Biasanya, tensi darah naik akibat makanan yang saya konsumsi di luar rumah.

Misalnya di restoran atau rumah makan, di tempat orang punya kerja atau saat makan di tempat famili/saudara seperti yang saya alami belum lama ini. Jika makan di rumah, semua makanan telah disesuaikan dengan aturan kesehatan. Makanan jangan tinggi garam, makanan minuman harus rendah gula (tidak terlalu manis), membatasi konsumsi aneka gorengan, dsb.

Kunci sukses mengatasi atau mengendalikan darah tinggi adalah diet. Bukan minum obat, apalagi obat kimia. Yang terjadi justru bisa menimbulkan penyakit baru akibat efek samping minum obat. Saya pernah mengalami hal itu. Yakni, terjadi radang tenggorokan.

Bentuknya, tenggorokan sering terasa gatal dan sering batuk. Lebih-lebih ketika berada di dekat AC atau kipas angin. Sebentar-sebentar batuk. Jelas, kondisi ini sangat merepotkan.

Ketika kondisi itu saya sampaikan ke dokter yang sering memeriksa saya, dokter memberikan obat tetapi tidak bisa menghilangkan radang tenggorokan. Setelah sekian lama, akhirnya saya berkeyakinan bahwa radang tenggorokan terjadi akibat mengonsumsi obat penurun darah tinggi terus menerus.

Ketika suatu saat periksa dokter, saya minta obat penurun darah tinggi yang biasa saya minum diganti. Ketika akhirnya saya berganti obat, radang tenggorokan saya sembuh. Tidak perlu waktu lama. Begitu obat baru saya konsumsi, saya tidak lagi batuk akibat tenggorokan gatal.

Kini, saya tidak minum obat penurun tensi darah terus-menerus tiap hari. Saya lebih mengutamakan diet dan mengonsumsi makanan dan buah penurun atau pencegah darah tinggi. Selain itu, sering mengikuti senam bersama dalam satu RW di tempat saya tinggal.

Saya bahkan merasakan tubuh lebih sehat di masa sekarang dibandingkan waktu masih muda dulu. Penyebabnya, kini saya menjalani cara hidup dan cara makan sehat. Menjalani diet, banyak minum air putih, menghindari stres, dan selalu berpikir positif. (Penulis: Sudarto)

!-- Ads 300x250 -->