Sakit Kepala Migrain Vs Vertigo, Bagaimana Cara Mengatasi

Sakit Kepala 0 Comments

PENYAKIT kepala banyak jenisnya. Yang ingin diketahui di sini adalah apa perbedaan antara sakit kepala migrain dan vertigo? Apakah keduanya ada hubungan satu sama lain? Bagaimana cara mencegah terjadinya migrain ataupun vertigo?

Kedua jenis penyakit kepala itu sering terjadi dalam masyarakat. Tetapi, hingga kini banyak orang masih bingung  membedakan apakah penyakit yang mereka derita? Apakah penyakit migrain atau vertigo?

Kedua penyakit itu sesungguhnya beda. Karena berbeda, tentu pengangannya juga harus tidak sama.  Maka, mengetahui perbedaan antara keduanya sangat penting. Tujuannya supaya kita bisa menanganinya dengan tepat dan benar.

Catatan: Vertigo sesungguhnya bukan penyakit, tetapi gejala adanya suatu penyakit. Karena ketika menderita vertigo seseorang juga merasa sakit yang berat, maka orang juga menyebut vertigo sebagai penyakit. Ya, penyakit (sakit) vertigo.

Beberapa Perbedaan Antara Sakit Kepala Migrain dan Vertigo

A. Penyakit Migrain:

penyakit kepala migrain

vertigo atau migrain (foto:liputan6.com)

1. Penderita migrain merasakan sakit kepala yang berat. Kepala berdenyut kencang bagaikan dihantam benda keras. Migrain sering kambuh yang biasanya disertai rasa nyeri parah dan sering membuat tidak berdaya. Biasanya, migrain terjadi pada satu sisi kepala.

2. Didahului oleh gejala lain. Misalnya muntah, mual, kesemutan, badan terasa lemah, penglihatan sering terganggu, dsb.

3. Migrain merupakan gangguan neurologis turunan. Apa penyebab migrain belum diketahui pasti. Hanya saja, faktor genetika dan lingkungan termasuk salah satu penyebabnya.

4. Migrain juga bisa diakibatkan oleh aktivitas saraf yang tidak normal. Kondisi ini bisa memicu sinyal rasa sakit di otak yang kemudian menyebar ke bagian saraf lain.

5. Pemicu migrain lainnya adalah faktor hormonal, psikis, makanan, fisik, obat dan lingkungan.

6. Penyakit migrain bisa memicu terjadinya vertigo (vertigo sentral).

B. Penyakit Vertigo

1. Merasakan sensasi kepala berputar yang cukup hebat. Atau merasakan lingkungan seperti berputar sehingga membuat tubuh penderita tidak stabil sehingga bisa terjatuh.

2. Penderita vertigo harus segera mencari pegangan atau duduk agar tidak terjatuh karena hilangnya keseimbangan tubuh.

3. Terkadang penderita vertigo muntah, mual, mengeluarkan keringat berlebih, sakit kepala, gerakan mata yang tidak normal (nistagmus), telinga berdeging (tinnitus) atau telinga terasa penuh.

Dua Penyebab Terjadinya Vertigo

Penyakit vertigo terbagi menjadi dua bagian dilihat dari penyebabnya. Yakni, vertigo perifer dan vertigo central atau gangguan di pusat keseimbangan otak.

A. Penyebab vertigo perifer

Ada beberapa penyebab terjadinya vertigo periferal. Penyebab utama adalah adanya gangguan di telinga bagian dalam. Kondisi ini membuat keseimbangan tubuh tertanggu.

Beberapa penyebab vertigo perifer lainnya adalah:

1. Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV)
2. Labirintitis, radang dan infeksi akibat virus atau bakteri yang menyerang area telinga bagian dalam.
3. Vestibular neuritis, radang pada bagian saraf telinga yang terhubung dengan otak.
4. Penyakit Ménière, yaitu penyakit telinga bagian dalam yang langka. Kadangkala disertai dengan telinga berdenging atau telinga tidak mendengar pada waktu tertentu.

Kata dr. Agus S. Solichien, Sp.S dari Rumah sakit Duren Sawit, Jakarta Timur, gejala-gejala vertigo perifer biasanya lebih hebat dari gejala vertigo sentral.

B. Penyebab vertigo central

Penyebab vertigo central antara lain migrain, multiple sclerosis, stroke, neuroma akustik, dan efek samping dari minum obat tertentu.

Gaya Hidup dan Makanan Tidak Sehat 

Menurut dr Agus, sebagian besar kasus vertigo dan migrain terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya sering stres, baik stres akibat masalah rumah tangga atau masalah pekerjaan.

Ketika stres, kebutuhan darah untuk otak meningkat. Jika kenyataannya darah yang mengalir ke otak tidak mencukupi kebutuhan, maka terjadilah vertigo atau migrain.

Faktor penyebab vertigo dan migrain juga bisa datang dari makanan yang Anda konsumsi atau terjadi dehidrasi (kurang cairan, kurang minum air putih). Solusinya, tentu saja Anda harus banyak minum air putih (mineral).

Makanan minuman, misalnya, makanan minuman yang mengandung kafein yang berlebihan. Kebiasaan meminum alkohol, menghisap nikotin, dan mengonsumsi obat-obatan khusus juga bisa memengaruhi terjadinya vertigo dan migrain.

Penutup

Vertigo dan sakit kepala migrain, keduanya merupakan sakit kepala yang cukup berat. Bedanya, ketika vertigo menyerang (kambuh), penderita akan merasakan adanya sensasi kepala berputar. Anda harus segera cari pegangan atau duduk biar tidak terjatuh ketika terjadi vertigo.

Kerika terjadi sakit kepala migrain, serangan rasa sakit juga sama beratnya. Tetapi, migrain tanpa disertai sensasi kepala berputar.  Migrain terjadi pada kepala bagian tertentu.

Yang terpenting adalah menghindari terjadinya vertigo ataupun sakit migrain. Caranya dengan menjalani gaya hidup sehat dan selalu mengonsumsi makanan sehat. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kesehatan Anda.