7 Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang dan Gusi Bengkak

BAGAIMANA cara mengobati sakit gigi berlubang dan gusi bengkak? Sakit gigi berlubang yang disertai gusi bengkak tentu sangat menyiksa. Tidak bisa dibayangkan betapa sakitnya. Makan tentu tidak nyaman. Bahkan minum pun harus hati-hati biar rasa sakit tidak melonjak. Sakit gigi berlubang merupakan penyakit yang umum. Banyak orang mengalaminya. Ini pertanda bahwa kesadaran kita untuk membersihkan … Baca Selengkapnya

9 Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengatasinya

PUNYA gusi bengkak tentu tidak nyaman. Anda sebaiknya segera mencari tahu apa penyebab gusi bengkak dan bagaimana cara mengatasinya. Dengan demikian, gusi bengkak bisa segera disembuhkan. Adakalanya gusi bengkak disertai pendarahan atau gusi bengkak bernanah. Tentu saja Anda akan sangat repot dengan sakit gusi ini. Anda harus segera mengatasinya. Sebab, gusi bengkak bisa mempengaruhi jaringan … Baca Selengkapnya

Gusi Belakang Bengkak dan Nyeri – Bagaimana Cara Mengatasi

GUSI belakang bengkak dan nyeri. Anda tentu tidak merasa nyaman dengan punya gusi bengkak. Gusi bengkak bisa terjadi di bagian gigi mana saja. Bisa terjadi di bagian gigi kanan, gigi kiri, bahkan gigi belakang, tempat gigi bungsu tumbuh. Salah satu penyebab terjadinya gusi belakang bengkak adalah munculnya gigi bungsu. Yakni, gigi geraham ketiga yang terletak … Baca Selengkapnya

Gusi Berdarah karena Leukimia, Diabetes, Hemofilia, dsb.

HATI-HATI punya gusi sering berdarah. Bisa jadi itu pertanda bahwa Anda menderita penyakit tertentu. Misalnya gusi berdarah karena leukimia (kanker darah), karena diabetes (gula darah), hemofilia, dsb.

Maka, jika suatu saat gusi Anda sering berdarah atau gusi berdarah terus, Anda harus segera mengatasinya. Jika tidak diatasi, perdarahan pada gusi tidak segera reda. Sebab, penyakit yang menyebabkan gusi bengkak dan berdarah belum disembuhkan.

Tetapi, gusi sering berdarah bisa juga akibat hal lain. Bukan pertanda Anda punya penyakit. Misalnya Anda menyikat gigi terlalu keras sehingga melukai gusi. Atau gusi luka akibat bulu sikat gigi yang agak kaku.

Ini terjadi tidak lain karena gusi terbuat dari jaringan yang halus dan lunak. Kondisi ini menyebabkan gusi mudah terluka ketika terjadi gesekan yang cukup kuat di dalam mulut.

Tetapi, perdarahan pada gusi juga bisa disebabkan oleh radang gusi, penggunaan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi, perubahan hormon ketika Bunda hamil, akibat pemakaian gigi palsu, menderita gangguan pembekuan darah, dsb.

Jadi, banyak penyebab yang bisa membuat gusi sering berdarah.

Yang penting, kata Dokter Gigi Spesialis Periodonsia Rumah Sakit Asshobirin Nurul Adha, jika Anda punya gigi sering berdarah harus segera diatasi. Apalagi menderita gusi darah terus atau terus menerus.

Jika dibiarkan berlarut-larut bisa menyebabkan penyakitnya bertambah serius atau parah. Misalnya sakit gigi / gusi akibat penyakit jantung, diabetes, demensia, gangguan kehamilan dan stroke. Baca penjelasan lebih lanjut di bawah ini.

gusi berdarah karena leukimia
(foto:pekanbaru.tribunnews.com)

7 Penyakit Penyebab Gusi Berdarah: Leukimia, Radang Gusi, Diabetes

Berikut 7 jenis penyakit penyebab gusi berdarah dan cara mengatasinya.

1. Radang Gusi (Gingivitis)

Gusi berdarah seringkali merupakan tanda adanya penyakit gingivitis atau radang gusi. Penyebab terjadinya radang gusi karena penumpukan plak pada gusi.

Oleh karena itu, Anda harus selalu membersihkan plak gusi / gigi. Atau mencegahnya dengan menyikat gigi secara rutin dan dengan cara yang benar.

Radang gusi juga bisa menyebabkan gusi teriritasi, bengkak dan kemerahan.

Radang gusi bisa Anda atasi dengan perawatan secara baik. Antara lain dengan menyikat gigi 2 kali sehari, berkumur dengan obat kumur antibakteri dan periksa gigi 6 bulan sekali.

2. Leukimia (Kanker Darah)

Ada juga gusi berdarah karena leukimia atau kanker darah atau leukimia. Saat terjadi leukimia, maka sumsum tulang belakang menghasilkan sel darah putih.

Kondisi ini bisa menyebabkan sel darah putih menumpuk sehingga sel darah putih yang sehat berkurang.

Penyakit leukimia juga bisa menyebabkan turunnya trombosit darah. Padahal, trombosit penting untuk menghentikan pendarahan.

Baca – Praleukimia, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Akibatnya, pendarahan dalam tubuh tidak mudah diatasi, termasuk pendaran pada gusi.

3. Kekurangan Vitamin C

Kekurangan Vitamin C juga bisa menjadi penyebab gusi berdarah. Selain itu bisa mengakibatkan tubuh menjadi lemah, mudah tersinggung, serta gusi bengkak. Oleh karena itu, konsumsilah makanan minuman yang mengandung vitamin C tinggi dengan jumlah yang cukup.

Misalnya brokoli, jeruk, bayam, selada, kacang kedelai, dan minyak zaitun.

Vitamin C juga membantu jaringan dalam tubuh untuk tumbuh dan saling memperbaiki. Kondisi ini akan mempercepat proses penyembuhan luka dan memperkuat tulang dan gigi.

4. Periodontitis (Merusak Jaringan Gigi)

Periodontitis bisa membuat jaringan lunak dan tulang penyangga gigi menjadi rusak. Penyakit ini umumnya terjadi akibat malas merawat dan membersihkan gigi.

Selain mengakibatkan gusi terkena radang dan terinfeksi, periodontitis juga bisa menarik gigi dari akarnya hingga menyebabkan gigi rontok.

Akibat lain adalah terjadi bau mulut, mulut terasa tak enak, gusi warna merah, bengkak, dan terasa gusi seperti sangat lunak.

Penyakit periodontis bisa merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi. Penyebab dari penyakit ini adalah Anda malas merawat dan membersihkan gigi.

cek gula darah

cek gula darah menggunakan alat cek digital

5. Diabetes – Menurunkan Gula Darah Prioritas

Gusi berdarah dan bengkak juga bisa terjadi akibat tubuh Anda menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2. Penyakit diabetes (gula darah tinggi) mengakibatkan mulut tidak mampu mengatasi kuman. Akibatnya, orang menjadi rentan (mudah) terkena penyakit gusi.

Selain itu, kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan penyakit gusi yang Anda derita makin parah. Maka, menurunkan gula darah biar diabetesnya turun harus menjadi program utama untuk hidup sehat.

6. Trombositopenia (Trombosit Rendah)

Anda mungkin menderita trombositopenia jika pendarahan di gusi tidak bisa berhenti sendiri.

Trombositpenia membuat trombosit dalam tubuh tidak punya kemampuan untuk membekukan darah dan menghentikan pendarahan dalam tubuh, termasuk pendarahan di gusi. Penyebabnya karena jumlah trombosit rendah di bawah normal.

Pencegahan terjadinya trombositopenia antara lain dengan menghindari aktivitas yang berisiko terluka. Misalnya main sepakbola, minum alkohol dan minum obat pereda nyeri yang dijual bebas. Patuhi aturan pakai.

7. Hemofilia

Apabila gusi Anda sering berdarah bisa jadi itu pertanda adanya penyakit hemofilia. Demikian pula ketika terjadi pendarahan hebat, padahal gusi hanya terluka keil.

Hampir sama dengan trombositopenia, darah juga sulit untuk membeku. Akibatnya, pendarahan dengan berbagai sebab mudah terjadi pada tubuh Anda.

Untuk mencegah terjadinya penyakit hemofilia, Anda harus selalu menjaga kebersihan gigi dan rajin menyikat gigi.

Untuk menghentikan pendarahan gusi, dokter akan memberikan suntikan khusus untuk Anda. Atau memberikan obat gusi berdarah.

Penyebab Gusi Darah Lainnya

Penyebab lain dari gusi berdarah yang bukan penyakit adalah:

1. Anda menyikat gigi terlalu keras sampai gigi berdarah. Jadi, gusi berdarah saat sikat gigi.

2. Jarang menyikat gigi

3. Perokok berat

4. Perubahan hormon. Saat menginjak masa puber, menstruasi (datang bulan), sedang hamil juga bisa menyebabkan gusi menderita perdarahan.

5. Kurang konsumsi vitamin C dan K. Vitamin C untuk mempercepat penyembuhan luka. Vitamin K untuk membekukan darah biar tidak keluar terus. Atasi dengan sering makan jeruk, kacang-kacangan dan sayuran hijau.

Pertanyaannya sekarang, gusi sering berdarah pertanda sakit apa? Coba periksa ke dokter biar penyakit gusi Anda tidak berlarut-larut. Bisa jadi makin parah. Kata pepatah, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Penutup

Apa pun penyakit yang menyebabkan pendarahan gusi, apalagi gusi berdarah terus, Anda harus mengatasinya. Mungkin ada penyakit khusus.

Maka, tentukan dulu penyakit apa yang menyebabkan gusi sering berdarah. Baru setelah itu, Anda bisa menyembuhkan gusi yang sering berdarah.

Semoga artikel tentang gusi yang berdarah ini bermanfaat untuk Anda semua.

Gusi Bengkak pada Anak – Penyebab dan Cara Mengobatinya

GUSI bengkak pada anak. Waspadai jika anak Anda sering menolak ketika disuruh makan. Jangan-jangan itu akibat gusinya bengkak. Jika betul giginya sakit atau bengkak, Anda harus segera berusaha menyembuhkannya.

Gusi bengkak jangan dianggap sepele. Sebab, jika gusi bengkak dibiarkan, maka penyakitnya bisa bertambah parah. Tentu saja, efeknya akan lebih berat bagi anak Anda.

Ada beberapa jenis sakit gusi yang perlu Anda kenali. Misalnya gusi bengkak pada anak, gusi bengkak bagian belakang, gusi melendung, gusi geraham bengkak, gusi bengkak berdarah, dsb. 

Dalam kesempatan ini akan kita ketahui bagaimana cara mengatasi gusi bengkak pada anak. Apa saja yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menyembuhkan gusi bengkak pada anak.

8 Gejala Gusi Bengkak pada Anak yang Perlu Anda Kenali

Gusi bengkak pada anak sesungguhnya merupakan tahap awal dari penyakit gusi ((periodontal). Jika penyakit gusi itu berlanjut, maka kondisinya bisa lebih parah.

Yakni meningkat menjadi periodontitis. Gusi menjadi longgar dan akhirnya gigi di atas gusi mudah dicabut.

gusi bengkak pada anak
anak periksa gusi bengkak (foto:nulis.babe.com)

Untuk mencegah terjadinya gusi bengkak yang lebih parah, orang tua perlu tahu apa saja gejala gusi bengkak.

Dengan mengehui gejalanya, orang tua bisa segera mengatasinya agar penyakit gusi bisa segera diatasi atau disembuhkan.

Gejala penyakit gusi bengkak antara lain:

  1. Saat Anda menyikat gigi atau melakukan flossing, ada gusi yang berdarah.
  2. Ada perubahan warna pada gusi yang cenderung ke warna merah
  3. Meskipun sudah menyikat gigi, bau mulut masih menyengat
  4. Kondisi gigi menjadi longgar dengan gusi
  5. Ada plak seperti sariawan keabu-abuan pada gusi atau bagian dalam pipi sering meneteskan air liur
  6. Gigi berubah menjadi sangat sensitif terhadap panas atau dingin
  7. Selalu menolak makan dan minum.

Baca – 6 Cara Menyembuhkan Gusi Bengkak dan Berdarah

Penyebab Gusi Bengkak pada Anak

Selain mengetahui gejalanya, Anda juga perlu mengetahui penyebab gusi bengkak pada anak. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa segera mengatasi gusi bengkak.

Penyebab gusi anak menderita bengkak adalah:

1.Kebersihan Gigi Anak Kurang Terpelihara

Misalnya anak tidak menyikat gigi dengan teratur. Sebaiknya, biasakan anak menyikat gigi setelah sarapan pagi atau saat mandi pagi dan menjelang tidur malam.

Dengan menyikat gigi secara teratur, kebersihan gigi, gusi dan mulut bisa terpelihara dengan baik. Bahaya gusi bengkak bisa dihindarkan.

2. Penumpukan Plak

Plak adalah lapisan kuman yang menempel dengan lengket pada gigi dan gusi anak. Jarang menyikat gigi dan flossing (membersihkan sisa makanan di sela gigi) adalah penyebab munculnya plak pada gigi. Banyaknya plak dapat mengakibatkan gusi anak menjadi bengkak.

Baca – Gusi Bengkak Bernanah Tidak Kunjung Sembuh, Mengapa?

Mengapa bisa terjadi penumpukan plak? Ya, karena kebersihan gigi kurang terpelihara dengan baik. Banyak bakteri pada plak yang bisa merusak gusi anak dengan terjadinya gusi bengkak.

3. Perubahan Plak Menjadi Tartar (Karang Gigi)

Plak yang tidak diatasi dan dibersihkan bisa berubah menjadi tartar atau karang gigi. Dalam kondisi seperti itu, usaha Anda harus lebih keras. Sebab, usaha menghilangkan karang gigi tidak mudah.

Terpaksa Anda harus pergi ke dokter gigi. Dokter akan melakukan pembersihan plak secara profesional.

obat kumur balita

obat kumur anak

Cara mengobati dan mengatasi gusi anak bengkak

Cara mengobati gusi bengkak pada anak sesungguhnya mudah. Anda bisa melatih anak untuk melakukan sendiri. Yaitu:

1.Berkumur dengan Obat Kumur

Biasakan anak berkumur dengan obat setelah menyikat gigi. Sediakan obat kumur khusus untuk anak. Misalnya obat kumur Cusson Kids Mouthwash Minty Orange rasa jeruk isi 250 ml. Harganya Rp 24.000.

Baca – Cara Merapikan Gigi yang Tidak Teratur Secara Alami

Banyak obat kumur anak dijual di toko online. Misalnya merk Listerine, Total Care Junior Mouthwash Bubblegum Strawberry [250 mL], dsb. Obat kumur akan mengatasi infeksi dan peradangan mulut serta mempercepat penyembuhan gusi bengkak.

2. Menyikat Gigi secara Teratur dan Floassing

Menyikat gigi secara teratur pagi dan malam adalah cara yang ampuh untuk menghindari gusi bengkak. Cara yang sangat mudah dan murah.

Pada awal mula, mungkin anak akan menolak untuk sering menggosok gigi. Terutama usia 1 – 3 tahun. Tetapi, orang tua tidak boleh menyerah.

Dengan bujuk rayu yang baik, anak akhirnya terbiasa menggosok gigi. Beri pujian jika anak Anda rajin menggosok gigi biar tambah semangat.

Baca Juga:

Semoga artikel tentang gusi bengkak pada anak ini bermanfaat untuk kita semua. Silakan artikel ini disebarkan ke teman-teman agar bisa mencegah gusi bengkak. (update, 1 Juli 2023).

 

Gusi Belakang Bengkak dan Sakit Saat Menelan, Solusinya?

GUSI belakang bengkak dan sakit menelan. Jika Anda mengalami kondisi seperti itu, tentu Anda akan merasa sangat tersiksa. Apalagi gusi bengkak juga membuat Anda sulit untuk makan / menelan sesuatu makanan. Uh, rasa sakitnya seperti tidak tertahankan. Inginnya segera bisa mendapatkan pengobatan dan rasa sakit bisa mereda atau sembuh total. Gusi belakang atau gusi ke-28 … Baca Selengkapnya

Cara Mengatasi Gummy Smile – Jika Tertawa Gusinya Terlihat Nyata

PERNAH mendengar atau membaca istilah gummy smile? Bagaimana cara mengatasi gummy smile? Yang dimaksud dengan gummy smile adalah ketika Anda senyum, banyak bagian gusi juga tampil. Coba Anda perhatikan foto di bawah ini. Bagian gusi yang terlihat saat senyum cukup mendominasi. Kondisi ini tentu membuat Anda merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri. Demikian pula … Baca Selengkapnya