Tulang Keropos – Hati-hati Anak & Remaja Bisa Kena

Berita ratnasilvi 0 Comments

HATI-HATI dengan osteoporosis atau tulang keropos. Sebab, mereka yang terkena keropos tulang bukan hanya orang tua atau lanjut usia. Anak muda juga bisa terkena osteoporosis.

Akibat dari penyakit ini, seseorang mudah menderita patah tulang. Sekalipun mereka hanya melakukan kesalahan kecil.

Repotnya, osteoporosis tidak didahului dengan munculnya gejala atau tanda-tanda. Artinya, bisa jadi seseorang tidak pernah mengeluhkan tulangnya sakit atau nyeri, tiba-tiba terjatuh.

Saat dibawa ke dokter, dokter menyatakan ada tulangnya yang patah akibat tulang keropos (osteoporosis).

Bahkan tidak hanya orang tua. Anak-anak juga bisa mengalami tulang keropos. Walaupun secara umum, yang banyak terkena penyakit keropos tulang ini adalah wanita yang sudah berusia tua atau memasuki mana mnepause.

Baca – CDR Untuk Ibu Hamil, Menyusui, Tulang Keropos…

Penyebab osteoporosis atau tulang keropos akibat kadar estrogen mereka berkurang atau menurun. Padahal, selama ini estrogen bertugas menjaga kepadatan tulang. Ya, ini tidak lain terjadi akibat usia penderita.

Oleh karena tidak ada gejala, maka Anda dan kita semua perlu menjaga kepadatan tulang. Tulang kita jangan sampai keropos yang menyebabkan mudah patah jika terjadi benturan.

tulang keropos
(foto:liputan6.com)

Beberapa Kondisi Perlu Diwaspadai sebagai Osteoporosis

Meskipun secara umum tidak ada tanda-tanda atau gejala telah terjadi tulang keropos pada seseorang, tetapi ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai, yakni:

1. Punggung terasa nyeri.

Biasanya kondisi ini terjadi akibat patah tulang belakang.

2. Badan tampak mulai membungkuk.

3. Tinggi badan berkurang.

4. Mudah terjadi patah tulang, meskipun hanya karena kesalahan kecil seperti jatuh.

Baca – 16 Sayuran Kaya Vitamin C – Daya Tahan Tubuh Makin Kuat

Penyebab Osteoporosis Atau Keropos Tulang

Menurut dr Merry Dame Cristy Pane dalam artikelnya di alodokter.com, osteoporosis terjadi akibat kemampuan tubuh untuk meregenerasi atau meremajakan tulang berkurang.

Kondisi seperti ini biasanya terjadi setelah seseorang berusa 35 tahun.

Penyebab tulang keropos atau osteoporosis yang lain adalah:

1. Punya keluarga yang pernah terkena osteoporosis.

2. Kekurangan vitamin D dan kalsium.

3. Wanita paling banyak terkena osteoporosis.

4. Menderita gangguan hormonal dan penyakit tertentu. Misalnya penyakit Crohn atau malabsorbsi

5. Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama

6. Kecanduan alkohol

7. Sering merokok.

sumber CNN Indonesia

Perlu Pemeriksaan Fisik, Pastikan Pasien Terkena Osteoporosis

Seperti telah disebutkan di atas, seseorang terdeteksi menderita osteoporosis ketika mengalami cedera atau jatuh yang mengakibatkan patah tulang.

Jika dokter menyimpulkan seseorang menderita patah tulang akibat osteoporosis, maka untuk memastikan apakah pasien benar-benar menderita penyakit keropos tulang, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu melakukan rontgen atau CT scan.

Dengan kedua jenis pemeriksaan itu, dokter akan tahu kondisi tulang yang patah. Pemeriksaan rontgen untuk mengetahui persis kondisi tulang yang patah berada di mana.

Setelah mengetahui kondisi tulang pasien yang sebenarnya, dokter akan memberikan obat. Tentu saja, jenis obatnya sesuai dengan kondisi tulang pasien.

Jika kondisi tulang parah, pasien memerlukan obat-obatan yang bisa memperbaiki kepadatan tulang. Jenis obatnya sesuai dengan kondisi penyakitnya.

Bahkan, jika kondisi keropos tulang tergolong berat, dokter akan memberikan obat untuk meningkatkan pembentukan tulang.

Tentu saja, pasien juga harus mengurangi aktivitas fisik yang bisa membuat terjatuh dan cedera.

Cara Mencegah Terjadinya Tulang Keropos

Cara terbaik dan sangat penting bagi Anda semua adalah mencegah osteoporois. Artinya, Anda harus berusaha agar tidak terkena osteoporosis.

Atau setidaknya mengurangi kemungkinan terjadinya osteoporosis. Antara lain dengan cara:

1. Tidak merokok atau berhenti merokok.

2. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol

3. Jika sudah berusia lebih dari 40 tahun, maka Anda perlu memeriksakan ke dokter secara periodik untuk mengetahui perkembangan sakitnya.

4. Melakukan olahraga secara teratur.

5. Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D dan kalsium. Makanan kaya vitamin D, misalnya ikan salmon, ikan haring, sarden, minyak hati ikan kod, ikan tuna, kuning telur, jamur, susu sapi, susu kedelai, dsb.

Sementara itu, makanan yang kaya kalsium antara lain biji-bijian. Misalnya, biji poppy, biji wijen, biji seledri, chia, dsb. Keju, yogurt, sarden, lentil, kacang almond, beberapa jenis sayuran, edamame, dan tahu.

sumber: Dr Tony Setiobudi – Mount Elizabeth Hospital

Penutup

Osteoporosis perlu mendapat perhatian dari kita semua. Pengaruhnya terhadap kesehatan sangat besar. Padahal, cara mencegahnya sangat mudah dan murah. Yang penting semangat kita untuk sehat, tidak terkena osteoporosis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *