USG Kandungan – Cara Cek Kesehatan Janin dengan Hasil Yang Akurat

WAH, kandungannya sudah besar, ya. Gimana hasil USG kandungan? Bayinya laki-laki atau perempuan? tanya seseorang kepada Bunda yang perutnya mulai tampak membesar karena hamil.

Belum tahu Bu? Saya belum melakukan USG. Yang penting calon bayi sehat. Laki-laki atau perempuan sama saja, jawab Bunda yang hamil.

Itulah pertanyaan yang sering disampaikan oleh seseorang kepada Bunda yang hamil. Ada pertanyaan basa-basi, tetapi ada juga yang tanya sungguhan.

Fungsi USG Kandungan Untuk Cek Kesehatan Janin

USG atau ultrasonography adalah teknik pemeriksaan terhadap calon bayi di dalam kandungan. Pemeriksaan memakai gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang bisa menampilkan gambar bagian dalam tubuh.

usg kandungan
Bunda hamil sedang periksa USG (foto:health.okezone.com)

Dengan pemeriksaan USG seperti itu, dokter dan siapa saja bisa mengetahui kondisi dan perkembangan janin dalam kandungan.

USG kehamilan ada 3 jenis pemeriksaan, yaitu:

USG 2D

Pemeriksaan janin jenis USG 2D dilakukan pada awal kehamilan atau trimester pertama. Bisa USG 4 minggu atau USG 1 bulan. Tetapi bisa juga USG 5 minggu. Hasilnya berupa gambar tentang perkembangan janin.

Dengan gambar janin itu, dokter bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Bisa juga mengetahui berat badan janin. Biasanya ditandai dengan tulisan EFW / TBJ (estimated fetal weight / taksiran berat janin).

USG 3D

Apabila dokter mencurigai adanya gangguan kehamilan, biasanya dokter akan menyarankan kepada Bunda untuk melakukan pemeriksaan USG 3D dan USG 4D. Hasilnya bisa lebih akurat dan rinci (detil).

USG 4D

Bahkan, dengan teknis USG 4D, gambar janin bisa bergerak.

Baca: Bolehkah Ibu Hamil 2 Bulan Makan Es Krim?

Berapa Kali Pemeriksaan USG Hamil dan Manfaat USG Lengkap Apa Saja?

Karena fungsi utama pemeriksaan USG hamil adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan janin, maka berapa kali USG harus dilakukan selama Bunda hamil?

Ya, pemeriksaan USG pada umumnya dilakukan 4 kali. Yakni, sekali saat usia hamil pada trimester (tiga bulan) pertama, sekali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga.

Tetapi jika diperlukan, dokter bisa melakukan pemeriksaan USG lebih dari 4 kali. Jadi, tergantung kondisi kesehatan janin.

Berikut rincian dari tujuan pemeriksaan USG seperti disampaikan oleh dr Siti Pattihatun Nasyiroh Sp.OG.

Pada Trimester Pertama

Tujuan cek USG kehamilan antara lain:

  • Memastikan bahwa Bunda telah hamil
  • Mengetahui detak jantung janin
  • Menentukan usia kehamilan dan perkiraan waktu lahir
  • Mengecek apakah janin kembar atau tidak
  • Memeriksa kondisi plasenta, uterus, ovarium, dan serviks
  • Mengecek kemungkinan ada kelainan pada janin
  • Diagnosis risiko kehamilan ektopik, kehamilan yang berkembang di luar rahim

Pada Trimester Kedua dan Ketiga

  • Mengukur fundus uteri (puncak rahim)
  • Memastikan janin laki-laki atau perempuan
  • Mengetahui posisi dan perkembangan janin
  • Memastikan kemungkinan bayinya kembar
  • Mengonfirmasi kematian janin dalam kandungan
  • Memantau bagaimana kadar cairan ketuban
  • Mengetahui kebutuhan oksigen pada janin
  • Memastikan kemungkinanan adanya genetik pada janin
  • Cek jika terjadi cacat lahir, ada masalah aliran darah, dsb.
  • Mengidentifikasi kelainan pada plasenta yang bisa menghambat kelahiran bayi

Pertanyaan tentang Pemeriksaan USG Kandungan

Kapan harus USG? USG yang baik usia berapa bulan?

Sebaiknya pemeriksaan USG setelah kandungan berusia 4-6 minggu. Yakni setelah kantung kehamilan bisa terlihat. Pada posisi yang tepat atau tidak.

Waktu USG yang tepat berapa kali?

Ada dokter yang menyarankan pemeriksaan USG 4 kali selama kehamilan. Tetapi ada dokter yang menyarankan 3 kali saja.

Mana yang terbaik? Ya, diskusikan dengan dokter Anda. Yang penting jangan terlalu sering. Sebab, alat USG bisa menghantarkan panas. Tidak baik untuk janin.

Penutup

Cek USG kehamilan sangat penting. Tidak sekadar untuk mengetahui calon bayi dalam kandungan lelaki atau perempuan.

Tetapi bermanfaat untuk mengetahui perkembangan dan kesehatan janin. Selain itu sebagai layanan penunjang untuk kesehatan calon bayi atau janin dan Bunda hamil (Bumil).