Ventilator: Peralatan Medis Untuk Melawan Covid-19

Berita, Produk ratnasilvi 0 Comments

ORANG bijak adalah mereka yang bisa mengambil hikmah dari peristiwa apa pun. Dengan menyebarnya covid-19 atau virus corona, Jawa Barat kini mampu memproduksi sendiri peralatan medis untuk melawan covid-19, termasuk ventilator.

Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 setempat, Ridwan Kamil, mengatakan wilayahnya telah mampu memproduksi secara mandiri semua peralatan medis untuk melawan COVID-19.

Antara lain berswasembada dalam pengadaan PCR, rapid test, ventilator hingga alat pelindung diri (APD). Dengan produksi sendiri alat-alat kesehatan tersebut, kata dia, Jabar bisa lebih maksimal dalam penanganan covid-19.

Bahkan, pihaknya siap apabila dihadapkan pada gelombang kedua COVID-19. Kenyataannya, angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat tetap di bawah 1. Rata-rata dalam 7 hari ke belakang ada di angka 0,79.

Baca – 5 Cara Berenang di Kolam Renang Umum – Aman dariCovid-19

“Jabar sekarang bisa swasembada. Itu mungkin bedanya Jabar dengan provinsi lain. Prestasi ini membuat kami lebih tenang dalam menangani covid-19,” kata Ridwan Kamil seperti dikutip oleh liputan6.

ventilator

ventilator produksi pindad (foto:indonesia.co.id)

Banyak Perusahaan Beralih Memproduksi Alat Kesehatan Covid-19

Bahkan, menurut Ridwan Kamil, 60% industri manufaktur di Indonesia berada di Jabar. Saat ada pandemi COVID-19, beberapa industri tersebut beralih usaha memproduksi APD.

“Perusahaan alutsista milik pemerintah juga mampu memproduksi ventilator dan alat PCR,” katanya.

Tidak hanya perusahaan. Institusi pendidikan juga memproduksi alat rapid test yang hasilnya jauh lebih akurat dan harganya murah.

Kini, produksi ventilator sudah bisa diproduksi sendiri. Kebutuhan APD sekarang sangat mencukupi. Sama halnya untuk masker bedah, kini produksinya berlimpah.

“Alat rapid test juga memproduksi sendiri. Alat PCR dapat diproduksi 100 ribu per minggu,” tutur Ridwan Kamil.

Dengan banyaknya perusahaan yang produksi kelengkapan alat medis ini, maka penanganan COVID-19 di Jabar bisa maksimal.

Di antara perusahaan besar milik pemerintah yang memperoduksi ventilator dan alat kesehatan lain untuk mengatasi covid-19 adalah PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). ITB juga memproduksi ventilator.

Tiap Hari Berdoa Agar di Jwab Barat Tidak Ada Penambahan Pasien Covid-19

Kata Ridwan Kamil, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 hingga tanggal 27 Juni 2020 sebanyak 17 orang per hari.

Jika dirata-ratakan, maka lebih banyak pasien sembuh dibanding pasien positif aktif. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit terus berkurang. Kini tinggal di angka 26 persen. Sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 kembali membuka pelayanan untuk penyakit umum.

Kamil menyatakan dia tiap hari selalu berdoa agar tidak lagi pasien baru untuk Covid-19. Tidak ada lagi pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19.

Menurut Ridwan Kamil, sebelum memproduksi sendiri alat medis untuk melawan COVID-19, Jabar selalu menunggu kiriman dari pemerintah pusat.

Harga barangnya pun cukup mahal karena harus impor. Kondisi itu menjadi penyebab terlambatnya penanganan.

Mengatasi COVID-19 bukan hanya kewajiban dari pemerintah saja. Ibarat perang, semua warga Indonesia harus turut berpartisipasi melawan covid-19, baik dengan ilmu, harta maupun tenaga.

Manfaat Ventilator untuk Pasien Covid-19

Sebenarnya apa sih manfaat dari ventilator?

Ventilator adalah alat bantu pernapasan. Saat pasien mengalami gangguan pernapasan atau sulit bernapas, maka organ-organ tubuh tak lagi mendapat suplai atau pasokan oksigen. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa menyebabkan kematian.

Dalam kaitan pasien covid-19, alat kesehatan ini digunakan untuk pasien Covid-19 yang parah. Virus corona menginfeksi tubuh dengan masuk ke saluran udara hingga bisa menyebabkan pasien sulit bernapas.

Rata-rata dari 4 pasien covid-19, satu orang memerlukan alat ventilator. Pakai ventilator untuk memasukkan oksigen ke paru-paru dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh.

Dengan alat ini, pasien yang sulit bernapas dibantu agar bisa bernapas layaknya orang normal.

Berapa Harga Ventilator?

Jika ventilator impor, tentu harganya mahal. Apalagi produk yang berukuran besar. Bisa sampai Rp 700 juta per unit. Selain mahal, proses pengadaannya juga memakan waktu.

Tetapi, untunglah kini beberapa perusahaan dalam negeri juga sudah memproduksi ventilator. Misalnya PT Pindad (Persero). Mengembangkan ventilator untuk pasien penyakit Virus Corona (Covid-19) dengan harga Rp10 juta-Rp15 juta/unit.

Harga itu jelas jauh lebih murah dibandingkan dengan produk serupa dari impor yang harganya Rp500 juta-Rp700 juta.

PT Pindad bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan produk ventilator. Pindad memproduksi 200 ventilator per bulan.

Untuk PT Dirgantara Indonesia (DI) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung. PT DI biasanya memproduksi pesawat terbang. Bekerja sama dengan ITB dan Yayasan @salmanitb memproduksi 500 ventilator per minggu.

Penutup

Demkian informasi mengenai produk kesehatan, ventilator yang sangat dibutuhkan untuk membantu mengatasi virus corona (covid-19).

Kini, ada beberapa perusahaan di Indonesia yang bisa memproduksi alat kesehatan ini sehingga tidak perlu impor. Harganya pun lebih murah jauh dibandingkan produk impor.